Ayo Renang

Memperkenalkan anak dengan air memang terkadang tidak mudah. Rasa enggan basah atau takut seringkali kita temui pada si kecil. Namun adapula anak-anak yang telah mengenal air justru menemukan bahwa kegiatan ini sungguh menyenangkan. Dan dari banyak pengamatan bisa disimpulkan, anak-anak sebenarnya sangat menyenangi air selain pasir. Tinggal kemudian bagaimana orangtua melatih anak untuk terampil dalam air atau berenang. Bagaimana cara memulainya serta apakah yang harus diperhatikan? Yuk, ajak anak bermain air sesuai dengan tahap usianya.

6 Bulan–1 Tahun
Bila Anda mulai berpikir untuk mengenalkan air di usia ini, maka itu adalah tindakan pintar, karena si kecil sudah cukup umur untuk berenang. The American Association of Pediatrics merekomendasikan para orangtua untuk mengikutsertakan anaknya dalam les berenang setelah ulang tahunnya yang ke-4, disaat anak telah berkembang dan mampu untuk belajar mengambang. Sebelum itu pelajaran akan lebih fokus untuk melakukan permainan air, dasar-dasar berenang, serta keselamatan di dalam air. Sejalan dengan pertambahan usianya, ajak anak untuk berpengalaman dan merasa nyaman di dalam air. “Tanpa les anak akan menjadi tidak mahir, tetapi dengan mengikuti program berenang maka anak akan menguasai keahlian renang yang akan berlangsung selamanya,” ujar Connie Harvey, pakar National Health and safety dari American Red Cross.

Pelajaran:

  • Ajak anak masuk ke dalam air, bukan belajar bagaimana berenang.
  • Tunjukkan bagaimana mencipratkan air.
  • Bernyanyi bersama sambil mengajaknya berkeliling kolam berenang.
  • Atau memainkan mainan air.
Tips aman:
  • Pastikan bayi selalu dalam rengkuhan Anda.
  • Jangan merendamkan anak di bawah usia 3 tahun, karena pada usia ini anak mampu meneguk banyak air dan dapat menyebabkan masuknya zat-zat kimia dalam darahnya.
  • Gunakan popok khusus untuk berenang.
  • Jika kolam renang berada di rumah, pastikan bahwa si kecil tidak akan mampu menjangkaunya.
2-3 Tahun
Pelajaran:
  • Gunakan pelampung pada lengan atau perutnya, lalu ajak si kecil untuk melakukan permainan air yang memungkinkan Ia menggerakan tangan atau kakinya. Contoh, melempar bola lalu ajak Ia untuk mengambilnya.
  • Tunjukan bagaimana membuat gelembung dalam air, sehingga anak belajar untuk mendekatkan wajahnya ke air tanpa harus menyelam.
      Tips aman:
      • Meski memakai pelampung pastikan agar Anda tidak lengah, jangan biarkan Anak bermain sendiri.
      • Tetap pastikan anak tidak dapat menjangkau kolam sendiri.
      • Ajarkan dan tekankan agar anak tidak pergi ke kolam tanpa orangtua.
      • Jangan tinggalkan mainan apapun dalam kolam, karena dikhawatirkan anak akan berusaha untuk mengambilnya.
      4-5 Tahun
      Pelajaran:
      • Anak Anda telah siap untuk mengikuti kursus berenang.
      • Anda dapat ikut serta dalam kelas pertamanya agar anak merasa nyaman.
      • Mulai pelajaran dengan mengajarkan bagaimana menyelupkan kepala dan tahan selama 5-10 hitungan.
      • Coba meluncur tanpa asisten.
      • Gerakan tangan dan kaki ketika berenang.
      • Serta memberitahukan bagaimana cara mengambang dalam air.
      Tips aman:
      • Meski tidak harus selalu memeganginya, namun pastikan pelatih selalu siap meraihnya bila terjadi apa-apa.
      • Bersabarlah, jangan paksa anak pada satu aktivitas bila ia belum siap.
      • Jangan mengharapkan orang akan mengawasi anak, meski lifeguard.
      • Tidak semua anak mau membiarkan wajahnya terkena air, latihlah dengan membiasakan di bawah shower ketika mandi.
      6 tahun ke atas
      Pelajaran:
      • Pada usia ini anak sudah mampu menahan nafas lebih lama di dalam air, berenang, serta meraih benda di bawah kolam.
      • Anak telah mampu untuk melompat dari daratan ke dalam air.
      • Anda sudah dapat mengajarkan berbagai gaya renang, seperti gaya dada dan gaya punggung.
      • Latihlah untuk memperjauh jarak renangnya sedikit demi sedikit.

      Tips aman:
      • Tetaplah mengawasi anak meski Anda tidak harus berenang bersamanya. Meski anak telah menguasai gerakan ia tetap bisa kelelahan.
      • Tekankan bahwa anak diizinkan berenang hanya jika ada orang dewasa yang mengawasi.
      • Waspadai perbedaan berenang di kolam renang dan di pantai. Pengawasan Anda sangat dibutuhkan bila anak berenang di alam.
      • Pastikan anak menggunakan jaket pelampung ketika naik kapal atau waterskiing, meski Ia telah mahir berenang.
    • Share artikel ini:

      Artikel Terkait