Belajar dari Negeri Dongeng

Cinderella, Ariel, Mulan, Pocahontas. Nama-nama ini pasti tak bisa lepas dari keseharian putri Anda. Ya, mereka adalah sederet tokoh dari dongeng dan kisah yang diakrabi anak-anak, terutama anak perempuan.

Bukan sekedar menjadi tokoh cerita yang disukai, sebenarnya anak Anda dapat belajar banyak dari tokoh-tokoh ini tentang beberapa nilai, sikap dan perilaku positif. Tentu saja, Anda sebagai orang tua harus membantu mereka ‘menemukan’ moral dari cerita-cerita dongeng ini dan mendorong mereka untuk mencontohnya.

Pada dasarnya, kisah dongeng tentang para puteri ini berkisah tentang transformasi atau perubahan kehidupan yang diperoleh karena upaya melakukan sesuatu. Selain itu, sebagian besar kisah tersebut (terutama dalam dekade terakhir ini) juga menggambarkan perubahan sosial dimana perempuan mulai berani dan dapat mengambil peran yang biasanya dimiliki pria. Dari hal ini Anda dapat mengajarkan pada putri Anda bahwa mereka dapat meraih keberhasilan dan apa pun yang mereka inginkan bila mereka mau berusaha dan berani menghadapi tantangan.

Cinderella bisa jadi adalah kisah paling populer sepanjang masa. Kerendahan hati dan ketabahan adalah nilai moral utama yang dapat kita pelajari. Meski sebenarnya berhak atas kehidupan yang lebih baik, Cinderella tidak mengeluh saat harus bekerja keras dan diperlakukan dengan tidak adil oleh ibu dan saudara tirinya. Ia juga percaya bahwa pada dasarnya kebaikan akan menang, dan ada orang-orang yang akan membantunya menjalani kehidupan yang lebih baik, yang dalam kisahnya dilambangkan oleh ibu peri.

Putri Ariel dari film The Little Mermaid menunjukkan sikap berani dan kerelaan berkorban untuk mendapatkan apa yang dan diinginkannya. Agar dapat bersama dengan pangeran yang dicintainya, ia harus mengorbankan beberapa hal, namun ia tak mundur. Dari kisah ini Anda dapat mengajarkan pada anak bahwa untuk mencapai suatu keinginan ia harus punya keberanian untuk mencoba dan mau berkorban waktu dan kerja keras.

Pocahontas, putri sang kepala suku digambarkan sebagai sosok yang kuat dan mandiri. Kehidupannya berubah saat bertemu dengan seorang prajurit, dan ia harus memilih untuk mengikuti dan hidup bersama sang kekasih atau memperjuangkan bangsanya. Dari Pocahontas, Anda dapat mengajarkan pada anak bahwa ada kepentingan atau hal-hal besar yang harus menjadi prioritas di atas kepentingan pribadi. Mengajarkan anak untuk tidak egois dan bahwa kerap kepentingan banyak orang harus didahulukan dari kepentingan pribadi.

Serupa dengan Mulan, yang berani menyamar sebagai laki-laki agar diperbolehkan ikut berjuang mempertahankan bangsanya. Dari kisah ini, Anda dapat mengajarkan bahwa setiap orang dapat melakukan sesuatu yang berguna dengan caranya masing-masing. Dengan demikian, anak-anak dapat didorong untuk menyadari potensinya, serta bagaimana hal tersebut dapat dimanfaatkan untuk kebaikan orang banyak. Juga untuk tidak takut melakukan sesuatu yang berbeda asal dengan tujuan untuk kebaikan.

Putri Fiona dalam kisah Shrek mengajarkan bahwa kecantikan dan keindahan yang sesungguhnya adalah dari sikap seseorang, bukan dari penampilannya. Maka ia pun memilih Shrek, sang ogre yang baik hati dibandingkan Prince Charming yang meski tampan tapi buruk sikap dan perilakunya. Dari kisah ini Anda dapat mengajarkan pada anak-anak untuk tidak menilai orang lain dari penampilannya saja, juga belajar untuk mengenali karakter-karakter baik dan jelek dari seseorang, untuk melakukan keputusan yang tepat.

Share artikel ini:

Artikel Terkait