Belajar Mengelola Uang Dimulai Dari Rumah

Masihkah ingat apa pengalaman pertama Anda berkenalan dengan uang? Pengalaman masa kecil inilah yang perlu kita gali lagi untuk mengajarkan uang kepada anak-anak kita.

Ada tiga cara sederhana untuk mengajarkan anak tentang bagaimana cara mengelola uang. Cara-cara ini adalah : menabung, mengelola uang saku dan memiliki pekerjaan sampingan.

Menabung
Siapa yang tidak ingat betapa serunya pertama kali menabung? Mungkin Anda ingat pada celengan pertama Anda. Mungkin juga ada Anda sudah mengajak anak-anak Anda untuk membuka Tabungan Anak di Bank terdekat.

Fungsi menabung begitu penting dalam pembelajaran tentang pengelolaan uang. Dengan menabung, seorang anak dibiasakan untuk menyisihkan demi masa depannya. Selain itu anak dibiasakan untuk tidak menghamburkan semua uang yang dimilikinya.

Ajarkan anak-anak Anda untuk mulai berkenalan dengan proses menabung. Caranya cukup sederhana, misalnya dengan membagi dua uang yang anak terima pada saat Hari Raya. Setengah boleh ia belanjakan mainan kesukaannya, setengah lagi perlu ia tabungkan. Kalau perlu ajaklah anak Anda pergi ke Bank dan biarkan ia merasakan pengalaman mengantri di depan ‘teller’ dan menyetorkan uangnya sendiri. Tanpa kita sadari, anak sudah belajar matematika, cara menghitung uang, cara membelajakan uangnya sekaligus belajar menabung di Bank.

Uang Saku
Cara belajar yang kedua adalah belajar mengelola uang saku. Uang saku bukanlah ‘gajian’. Uang saku adalah alat belajar untuk anak.

Pengenalan uang saku ini sudah bisa dilakukan sejak anak duduk di bangku SD. Bisa diawali dengan memberi uang saku 1 x seminggu, misalnya Rp 10.000 setiap hari Jumat. Anda perlu mengajak anak bicara soal uang saku ini. Tanyakan ada apa saja jualan yang tersedia di kantin sekolah. Tanyakan  juga kira-kira apa yang ingin dibeli oleh anak Anda. Jelaskan bahwa uang saku ini harus ada sisanya. Pembelanjaan uang saku ini pun perlu dilaporkan pada Anda. Jangan lupa ijinkan anak Anda untuk memasukkan sebagian uang sakunya ini ke kotak amal pada kegiatan keagamaan atau sosial di sekolahnya.

Cara ini akan membuat seorang anak tidak hanya belajar menabung, tetapi juga belajar membelanjakan uang ini. Anak jadi mengerti bahwa uang itu perlu dibelanjakan, sebagian lagi untuk kegiatan amal dan sebagian lagi untuk ditabungkan demi masa depan.

Pekerjaan Sampingan
Apakah anak-anak Anda sudah mulai mempertanyakan dari mana datangnya uang? Mungkin ada di antara Anda yang harus menjelaskan kalau uang tidak tumbuh di pohon. Atau ada anak-anak yang meminta Anda untuk ‘membeli uang di ATM’. Tentu saja komentar-komentas lucu juga sering hadir seperti “kalau tidak punya uang, gesek saja Anda”.

Kita sering lupa bahwa seorang anak tidak tahu kalau uang yang didapat merupakan hasil kerja keras Ayah dan Anda. Seorang anak juga hanya melihat orang tuanya menggesek kartu kredit, tetapi tidak melihat mereka membayarkan tagihan kartu kredit tersebut.

Artinya, anak-anak kita perlu belajar bagaimana uang itu datang ke dalam keuangan keluarga kita. Maka cara belajar yang ketiga adalah belajar memiliki penghasilan sendiri.

Pertama, kita perlu membedakan antara pekerjaan sampingan untuk si anak dengan tanggung jawab si anak di rumah. Definisikan dulu apa yang menjadi ‘tugas’ anak di rumah. Misalnya tugas membereskan tempat tidurnya sendiri, membereskan mainan, dan mencuci sepedanya setelah puas bermain sepanjang sore. Nah daftar tugas ini adalah daftar pekerjaan yang tidak boleh ‘diuangkan’. Artinya daftar tugas ini perlu menjadi tanggung jawab si anak, dan bukan kemudian menerima uang dari pekerjaan dalam daftar tugas ini.

Kedua, kita perlu berdiskusi dengan anak tentang ‘pekerjaan’ yang ingin ia lakukan. Pekerjaan ini seharusnya bukanlah salah satu tanggung jawab anak di rumah. Ambil contoh pekerjaan yang biasanya dilakukan oleh pembantu di rumah. Misalnya tugas mencuci mobil yang biasanya dilakukan oleh supir atau tugas menyiram tanaman yang biasanya dilakukan oleh pembantu. Diskusikan juga dengan anak Anda tentang berapa ‘gaji’ yang akan ia terima dan frekuensi pekerjaannya.

Ayo ajak anak-anak kita belajar mengelola uang dari rumah.

Financial Planning for Better Quality of Life!

Share artikel ini:

Artikel Terkait