Berapa Uang Saku Ideal?

Salah satu kesibukan ibu di pagi hari adalah memberikan uang saku pada anak. Belum lagi jika anak kerap merengek minta uang tambahan karena uang saku yang Anda berikan dianggapnya kurang. Sebenarnya banyak orang tua yang bertanya-tanya , berapa jumlah uang saku ideal bagi Anak? Memberi terlalu banyak takut digunakan untuk membeli yang kurang bermanfaat. Memberi terlalu sedikit takut anak kelaparan atau kehausan karena tidak cukup untuk membeli jajanan.

Sesuaikan Dengan Kebutuhan dan Kemampuan
Menurut para perencana keuangan, cara paling mudah untuk menentukan jumlah uang saku adalah mempertimbangkan dua hal penting ini: berapa uang yang dibutuhkan anak dan berapa besar kemampuan finansial Anda.

Langkah pertama untuk mengetahui kebutuhan riil anak adalah dengan berdiskusi dan menanyakan langsung pada anak dua hal ini:  apa saja yang harus dibelinya saat istirahat dan berapa harga makanan dan minuman yang dijual di sekolahnya. Sebagai acuan, Anda dapat memberikan uang jajan sebesar kombinasi harga makanan dan minuman yang biasa dibelinya.

Tak hanya dapat memberikan uang jajan dalam jumlah yang tepat, mengetahui apa yang biasa anak konsumsi di sekolah juga menjadi kesempatan untuk mengarahkannya membeli makanan atau minuman yang sehat dan bergizi.

Setelah mengetahui kurang lebih kebutuhan anak, pertimbangan kedua adalah menyesuaikannya dengan kondisi finansial Anda. Alasannya, karena uang saku merupakan pengeluaran rutin yang harus dikeluarkan setiap hari. Jika jumlahnya melebihi kemampuan Anda, anggaran rumah tangga akan berantakan jika Anda memaksakan.

Jika ternyata kemampuan finansial Anda tak memungkinkan untuk memberikan uang saku sebesar kebutuhan anak, siasati dengan mempersiapkan sebagian bekal dari rumah. Misalnya membawa sendiri minum dari rumah, sehingga uang saku yang Anda berikan cukup digunakan untuk membeli makanan. Atau sesekali bawakan makanan favorit anak yang Anda buat sendiri, hingga uang jajannya bisa digunakan untuk hari lain.

Mulai Usia Berapa?
Pertanyaan berikutnya biasanya mengenai pada umur berapa sebaiknya anak mulai diberi uang saku. Saran dari para perencana keuangan adalah saat anak sudah mampu melakukan perhitungan sederhana (tambah dan kurang) hingga jumlah 10. Untuk memudahkan anak yang masih berusia muda, berikan uang saku dalam pecahan kecil, misalnya pecahan seribu rupiah. Tujuannya agar ia tak kebingungan menghitung uang kembalian yang harus diterima saat membeli sesuatu. Ia cukup memberikan sejumlah uang sesuai pembeliannya.

Saat ia bertambah umur, mulai berikan uang dalam kombinasi pecahan besar dan kecil hingga anak dapat belajar untuk mengeksplorasi nilai uang. Jangan lupa siapkan pula perlengkapan terkait dengan uang saku, misalnya dompet untuk menyimpan uang sakunya atau tabungan untuk menyimpan sisa uang.

Didik Anak Kelola Keuangan
Salah satu aspek penting dalam pemberian uang saku adalah kesempatan mengajari anak untuk mengelola keuangan. Yang terutama beri ia pengertian bahwa uang saku tidak harus dihabiskan, karena ada yang harus ditabung.

Anak harus memahami perbedaan antara apa yang ia inginkan dan apa yang ia perlukan. Beri pengertian bahwa apa yang dibutuhkannya sudah terpenuhi,  maka uang yang tersisa dapat ditabung. Jelaskan bahwa jika ia rajin menyisihkan uang untuk tabungan, ia dapat memanfaatkannya untuk membeli atau memperoleh mainan atau barang yang diinginkannya.

Untuk anak yang mulai besar, berikan uang saku secara mingguan. Tujuan agar anak dapat belajar mengatur pola konsumsinya, sehingga kebutuhan dalam satu minggu dapat terpenuhi. Jangan sampai ia menghamburkan di beberapa hari pertama, dan tidak bisa jajan di hari-hari berikutnya.

Share artikel ini:

Artikel Terkait