@shutterstock

Beri Contoh Baik Demi Kebiasaan Makan Anak di Masa Depan

Anak-anak selalu memiliki pola pikir yang terus berkembang. Dia akan menjadikan lingkungan sekitarnya sebagai acuan untuk mempertajam karakter diri dan pola pikirnya. Karena si kecil masih belum bisa menyaring apa yang dia lihat, maka semua hal akan terekam dalam memorinya. Tidak terkecuali hal-hal sepele, seperti kebiasaan makan yang buruk. Jika keluarga sering makan telat dan mengonsumsi makanan yang tak sehat, maka dia juga akan melakukannya.

Maka dari itu, pastikan Anda memberikan contoh kebiasaan makan yang baik. Beberapa di antaranya tersaji dalam ulasan berikut ini.

Banyak makan sayuran dan buah-buahan
Sara Ipatenco, salah satu praktisi kesehatan asal Spanyol, menegaskan bahwa penting membiasakan makan buah dan sayur sejak dini bersama anak. Bagi si kecil buah memiliki tekstur yang aneh dan rasa yang kurang manis, sehingga kebanyakan anak akan memilih untuk tidak memakannya. Namun, dengan mencontohkannya langsung bersama keluarga di meja makan, si kecil juga bakal tertarik, penasaran hingga perlahan membiasakan untuk menikmatinya.

Sajikan protein lebih banyak
Rata-rata tradisi orang Asia memilih menyajikan karbohidrat dalam jumlah yang banyak. Sementara protein disajikan dalam jumlah yang kecil. Menurut Sara Ipatenco, porsi hidangan yang seperti ini tidaklah tepat. Anak-anak lebih membutuhkan banyak protein untuk mendukung proses tumbuh kembangnya. Sedangkan karbohidrat hanya menyumbang sedikit manfaat kesehatan bagi si kecil. Sumber protein yang baik antara lain daging, unggas, ikan, telur, kacang-kacangan dan juga susu.

Makan tepat waktu
Sarapan menjadi waktu makan yang rentan untuk terlupakan. Jika tidak dibiasakan sejak dini, anak-anak akan memiliki pola makan yang kurang baik ke depannya. Berikan makanan sehat ini sesuai dengan waktu makan yang benar. Sajikan tiga kali sehari mulai pagi hingga malam. Jangan lupa untuk menyajikan camilan sehat pada waktu menjelang siang dan sore hari. Camilan memiliki peranan yang baik untuk menjaga stok energi dalam tubuh tetap ada. Demikian yang disampaikan oleh Sara Ipatenco.

Mengunyah secara perlahan
Untuk poin yang satu ini paling sering diabaikan saat makan. Sara Ipatenco mengatakan idealnya gigi memiliki fungsi untuk melumatkan makanan hingga benar-benar lembut. Hal ini untuk memudahkan lambung dan usus supaya lebih maksimal menyerap zat gizinya. Makan yang terlalu cepat hanya akan membuat lambung cepat penuh, namun tidak memberikan asupan nutrisi yang memadai bagi tubuh. Akibatnya, si kecil lebih cepat lapar dan jajan sembarangan saat di sekolah.

Empat poin ini menjadi hal yang amat penting dalam menunjang pola makan yang sehat bagi si kecil. Jika tidak dilakukan dari sekarang, kapan lagi?

Share artikel ini:

Artikel Terkait