Biarkan Anak Merawat si "Mpus"

Keberadaan hewan peliharaan rupanya memiliki arti yang lebih daripada sekadar teman bermain. Hal ini diamini oleh Dr. Seto Mulyadi, Psi, Msi, penasihat PARENTS Indonesia, atau yang akrab dipanggil dengan Kak Seto. "Lewat hewan peliharaan, anak belajar disiplin, tanggung jawab, kepedulian, berbagi, kecintaan, dan banyak lagi," katanya.

Anda pernah dengar tentang teori Theory of Multiple Intelligence? Teori kecerdasan majemuk yang diusung oleh Dr. Howard Gardner penulis buku Frames of Mind, profesor dari Harvard University. Gardner memperkenalkan delapan jenis kecerdasan, yakni: verbal, logika, visual, kinestetik, musikal, interpersonal, intrapersonal, dan naturalis. Keberadaan hewan peliharaan bisa menstimulasi kecerdasan naturalis dalam diri anak. Kecerdasan naturalis adalah tipe kecerdasan yang meliputi pemahaman terhadap binatang dan tumbuh-tumbuhan. Seseorang yang memiliki kecerdasan naturalis akan mampu mengenali karakteristik unik pada binatang atau tumbuh-tumbuhan serta klasifikasi-nya. "Lewat hewan peliharaan, anak belajar bahwa makhluk Tuhan ada banyak jenisnya. Hal ini bisa melatih kecerdasan naturalis," kata Kak Seto.

Lalu, kapan anak sudah bisa diperkenalkan kepada hewan peliharaan? "Kalau untuk sekadar diperkenalkan, bayi pun sudah bisa," jawab Drh. Palupi Herman, "Anak balita sudah bisa diperkenalkan dengan hewan peliharaan tapi masih belum bisa diberi tanggung jawab," ujarnya. Tanggung jawab untuk memelihara binatang baru bisa diberikan kepada anak ketika memasuki usia SD. "Paling tidak, sepuluh tahun ke atas," katanya. Itu pun masih harus dibantu oleh orang tuanya karena tak jarang anak lalai memperhatikan hewan peliharaannya.

Periksa Sebelum Memelihara Hewan
Sebelum memelihara hewan di rumah, perlu dicermati beberapa hal berikut ini:

BAKAT ALERGI PADA ANAK
Bulu binatang bagi individu tertentu bisa menjadi salah satu pemicu alergi. Jika ada anggota keluarga yang mengidap alergi, urungkan memelihara binatang berbulu. Pilih binatang jenis lainnya, seperti ikan.

JENIS HEWAN
Anak-anak sebaiknya tidak diberi hewan bertubuh besar karena bisa membahayakan. "Lebih baik yang bertubuh kecil sehingga perawatannya juga tidak terlalu sulit." saran Drh. Palupi. Bila ingin memelihara tipe yang berbadan besar, misalnya anjing herder atau golden retriever, sebaiknya dipelihara sejak kecil. Jadi, binatang peliharaan itu bisa dilatih untuk tidak membahayakan anak.

LINGKUNGAN RUMAH
Pertimbangkan ukuran rumah dan lingkungan sekitar. Jika ukuran rumah dan halaman terbatas, jangan memelihara hewan dalam jumlah banyak. Anak-anak belum bisa dituntut menangani lebih dari satu hewan peliharaan. Lingkungan rumah bisa menjadi kotor karena kotoran dari hewan-hewan tersebut akan tersebar di mana-mana. Kondisi seperti ini berbahaya sebab ada penyakit yang bisa menular ke manusia lewat kotoran hewan. Berikan Bimbingan
Jika ingin menanamkan tanggung jawab kepada anak, jangan mengambil alih tugas anak misal memberi makan kucing saat anak sedang bermain. "Itu sangat tidak mendidik," Kak Seto mengingatkan. "Justru dengan begitu orang tua sudah membiarkan anak meninggalkan tanggung jawabnya." Lalu, sebaiknya apa yang harus dilakukan? Cukup tegur anak secara halus, misalnya dengan berkata, "Ade, si Mpus sudah diberi makan belum? Kok dia mengeong terus? Jangan-jangan dia lapar!"

Selain itu, anak juga perlu dibimbing untuk menjaga kebersihan dan kesehatan hewan peliharaan. Beri contoh cara memandikan hewan, membersihkan kandang, atau memotong kuku. Untuk selanjutnya, biarkan anak yang melakukannya di bawah pengawasan Anda. Turut sertakan anak ketika si Mpus atau si Bleki dibawa ke dokter untuk vaksinasi.

Cara demikian efektif membentuk kesadaran anak akan kewajibannya terhadap hewan peliharaan. Keterlibatan anak dalam menangani segala kebutuhan hewan peliharaannya, akan membentuk ikatan batin antara anak dengan peliharaannya itu.

Yang Perlu Diwaspadai
Boleh-boleh saja anak lekat dengan binatang peliharaan. Akan tetapi, Anda harus tetap waspada terhadap penyakit-penyakit yang bisa ditularkan binatang kepada buah hati Anda. Di bawah ini beberapa contoh jenis penyakit pada hewan peliharaan yang patut diwaspadai:

TOKSOPLASMA
Penyakit ini dibawa oleh parasit Toxoplasma gondii, yang terdapat pada mamalia seperti kucing, anjing, kelinci, babi, dan kambing. Namun, biasanya penyakit ini lebih sering ditemukan pada kucing.

Untuk mencegah anak terjangkit toksoplasma, Anda harus selalu mengingatkan anak akan kebersihan dirinya maupun hewan peliharaan. Ingatkan anak agar jangan pernah lupa mencuci tangan setelah melakukan kontak fisik dengan hewan. Lalu, ingatkan juga untuk memandikan, membersihkan kandang si hewan secara rutin.

FLU BURUNG
Wabah penyakit ini seolah tak habis dibicarakan. Kini, flu burung tidak hanya menulari unggas, namun mulai menginfeksi hewan peliharaan seperti kucing dan anjing akibat virus yang sudah bermutasi. Untuk mencegah penularan virus ini, hewan peliharaan Anda perlu divaksinasi.

KURAP ATAU KUDIS
Penyakit ini disebabkan oleh jamur yang terdapat pada kucing atau anjing. Jika hewan mengalami penyakit ini, dia akan merasakan gatal dan biasanya akan mengalami kerontokan bulu di area tertentu. Jamur pada hewan bisa menular ke manusia. Pencegahannya, jangan lupa untuk memandikan hewan peliharaan secara teratur.

RABIES
Penyakit rabies yang disebabkan oleh virus rabies dan ditularkan lewat gigitan; ini sering ditemui pada anjing bisa juga pada kucing dan kera. Rabies yang ganas bisa mematikan. Karena itu, jangan lupa untuk memberi hewan peliharaan vaksinasi rabies.

CAT SCRATCH
Ini adalah penyakit yang ditimbulkan oleh kuman melalui cakaran kucing. Gejalanya akan timbul sekitar 1-2 minggu setelah dicakar. Meskipun tidak terlampau berbahaya, luka akibat cakaran harus segera diobati. Jika tidak, kuman akan menyebar ke dalam tubuh dan bisa menimbulkan bengkak di area luka, demam, dan sembuhnya lebih lama.

Untuk mencegah anak terjangkit toksoplasma, Anda harus selalu mengingatkan anak akan kebersihan dirinya maupun hewan peliharaan. Ingatkan anak agar jangan pernah lupa mencuci tangan setelah melakukan kontak fisik dengan hewan. Lalu, ingatkan juga untuk memandikan, membersihkan kandang si hewan secara rutin.

Lima Alasan Lain Mengapa Hewan Peliharaan Baik untuk Anak
Ada dua manfaat lain yang dapat dipetik anak ketika berinteraksi dengan hewan peliharaan.

MEMBANGKITKAN RASA INGIN TAHU
Anak-anak senang bereksplorasi. Jadikan hewan peliharaan sebagai media untuk menstimulasi keingintahuan anak. Ajarkan seluk beluk kucing atau anjing langsung dengan obyek hidupnya.

MENUMBUHKAN RASA INGIN BERBAGI
Didorong rasa ingin tahu, tak jarang anak bersedia membagi makanan yang sedang dinikmatinya kepada hewan peliharaan. Ini juga bentuk pembelajaran yang bagus. Tetapi, ini pun perlu diawasi. Sebab, karena ketidaktahuannya, anak cenderung memberikan apa saja kepada hewan peliharaan. Awasi juga makanan yang telah dimakan hewan peliharaan tidak sisanya tidak boleh dimakan anak, guna mencegah terjadinya penularan penyakit.

Share artikel ini:

Artikel Terkait