Bijak Membelikan Gadget Buat si Kecil

Bisakah kita untuk tidak memenuhi keinginan si Kecil pada saat kita mampu? Misalnya untuk tidak membelikan gadget yang punya gengsi tinggi atau karena sedang trend?

Harus kita akui ini memang tidak mudah. Lebih-lebih jika jumlah anak kita sedikit, misalnya 1 atau 2. Ini akan lebih sulit lagi.  Lain soal kalau kita memang tidak mampu.

Terlepas apapun permasalahnya, sepertinya sekarang ini kita tidak mungkin mengelak untuk tidak membelikan atau memberikan gadget tertentu buat si kecil.  Gadget sudah menjadi tuntutan hidup siapa saja kini.  
 
Hanya saja, karena gadget itu pada dasarnya punya fungsi netral, dalam arti bisa positif dan bisa negatif atau bisa punya dampak yang berpotensi bahaya, maka di sinilah perlunya kita menjadi bijak.

Bijak dalam arti pertimbangan kita membelikan / memberikan itu bukan  semata karena kita mampu, karena anak minta, atau karena alasan-alasan yang sifatnya instan dan permukaan.

Kita perlu mempertimbangkan alasan-alasan lain sehingga gadget yang ada di tangan anak kita tidak berubah menjadi granat (benda yang membahayakan dirinya). Beberapa alasan yang perlu kita pertimbangkan antara lain adalah:

Keamanan
Banyak pelajar yang menjadi incaran aksi kejahatan karena membawa gadget yang nilainya jutaan. Ini harus kita jadikan pelajaran. Jangan sampai gadget yang dimilikinya malah mengundang niat jahat  

Kemanfaatan
Jangan sampai perabot yang mewah itu kita beli hanya karena perilaku kita yang konsumtif secara ilutif (bernafsu ingin punya saja secara berlebihan) atau karena iri sehingga manfaatnya secara riil tidak ada.

Kepantasan
Ini standarnya adalah lingkungan, pantaskah anak kita misalnya pakai handphone merek tertentu untuk lingkungannya? Untuk anak yang masih sekolah, lebih baik  punya gadget atau fasilitas yang sewajarnya ketimbang yang berlebihan.

Efek Mental
Jangan sampai anak kita dengan gadget dan teknologi yang dimilikinya justru kehilangan jatidiri atau terlalu mengandalkan alat. Misalnya tidak mau belajar bahasa setelah kita belikan kamus elektronik. Lebih bahaya lagi apabila dia merasa harga-dirinya turun karena tidak punya gadget semewah temannya.

Efek Perkembangan  
Jangan sampai gadget yang dimiliki justru menghambat perkembangan, misalnya jarang berinteraksi langsung dengan kita, semakin jarang menggerakkan badan, asyik dengan teman-temannya di dunia maya, dan lain-lain.

Kalau kita mau pakai standar pengasuhan yang umum, menghindari hal-hal yang serba terlalu adalah cara paling mudah untuk menjadi bijak. Terlalu pelit dengan anak terkadang tidak bagus. Tapi terlalu obra
l dengan kemurahan kita juga terkadang membahayakan. Jadi? Ini memang PR kita.

Share artikel ini:

Artikel Terkait