Boneka Washi

Jika Anda dan si kecil memiliki waktu luang di akhir pekan, tidak ada salahnya mempelajari keterampilan baru. Misalnya, membuat boneka washi Jepang yang unik.

Washi ningyo, atau sering disebut boneka washi, adalah boneka tradisional Jepang yang terbuat dari kertas washi. Boneka washi sudah menjadi bagian dari tradisi Jepang selama lebih dari tiga abad.

Pada awalnya, boneka washi berbentuk dua dimensi sederhana. Seiring perkembangan, boneka tersebut semakin bercita rasa seni dan memiliki bentuk tiga dimensi. Karakter yang sering ditampilkan diambil dari tokoh-tokoh Kabuki dan seni cetak Jepang Ukiyo-e. Seperti aktor Kabuki, boneka washi berwajah putih dan tidak bertekstur. Ukuran boneka bervariasi, antara 10-15 cm. Kini, keterampilan membuat boneka washi juga semakin diminati di Indonesia, terbukti dengan banyaknya penyelenggaraan workshop di kota-kota besar.

Menurut Revi Devi Paat, seorang penulis yang telah menerbitkan 40 judul buku hobi. Selain mempercantik ruangan, beberapa jenis boneka washi memiliki fungsi lain. Ada boneka shiori yang dapat dipakai untuk pembatas buku atau boneka ohinasama yang biasa dibuat anak-anak perempuan pada Hari Anak Perempuan. Saat ini, boneka-boneka tersebut lebih banyak dijadikan suvenir, kata Revi.

Pembuatan Boneka Washi

Alat yang digunakan untuk membuat boneka washi sangat sederhana lem, gunting, selotip bermotif, tali pengikat, dan alat penggulung kertas. Untuk membuat model-model sederhana, tidak diperlukan pola. Tapi, untuk model-model yang lebih rumit, perlu dibuat pola sebagai panduan. Teknik dasar yang digunakan adalah melipat, menggunting, dan menempel. Dan, sesuai pola, bagian-bagian boneka disiapkan seperti bagian kepala, rambut, atau kimono. Setelah itu, dengan teknik melipat dan menempel, boneka siap dibentuk.

Untuk variasi dan menekan harga, Anda bisa mengombinasikan kertas washi dengan jenis kertas lain. Biasanya washi dipakai untuk busana boneka. Sedangkan untuk kepala dan badan boneka dua dimensi, bisa dengan karton. Untuk model tiga dimensi, seringkali digunakan kertas krep putih dan kapas untuk bagian kepala, kawat, serta benang. Sebagai alternatif, Anda bisa menggunakan kertas biasa, misalnya kertas kado atau kertas brosur, terutama bagi anak-anak yang baru belajar membuat boneka.

Biaya yang dibutuhkan untuk membuat boneka washi tergantung model dan ukurannya, antara Rp 5.000 hingga Rp 100.000. Selain itu, kertas washi memiliki banyak varian dengan kualitas yang berbeda sehingga harganya pun bervariasi. Bila menggunakan bahan-bahan impor, biaya relatif menjadi tinggi. Namun, boneka-boneka itu juga dapat dihasilkan dari bahan-bahan lokal yang jauh lebih terjangkau. Pada akhirnya, yang penting adalah semangat, imajinasi dan kreatifitas dari sang pembuat, sedangkan material hanyalah faktor pendukung saja, kata Revi.

Membuat boneka washi akan lebih menarik jika dilakukan bersama, antara orang tua dan anak. Menurut Revi, sejak usia sekitar 3 tahun, anak sudah bisa belajar membuat boneka dengan model yang paling sederhana. Jika ikut kursus atau workshop, anak usia 3 tahun perlu mendapatkan pelajaran privat, satu pengajar untuk satu anak. Sedangkan untuk kelas kelompok, bisa diajarkan kepada anak mulai usia 5-6 tahun.

Tentang Washi Washi atau wagami adalah jenis kertas yang dibuat secara tradisional di Jepang. Kertas washi biasanya dibuat dari serat pohon Gampi, tanaman Mitsumata, atau kertas Mulberi. Tapi, bisa juga dibuat dari bambu, tanaman padi, atau gandum. Nama washi diambil dari kata Wa yang berarti Jepang dan Shi yang artinya kertas.

Washi mempunyai tekstur indah, tipis tapi lebih kuat dari kertas biasa, tahan lama, dan harganya relatif mahal karena produksi kertas dengan teknik dan keterampilan tinggi tersebut kerap tidak dapat memenuhi permintaan konsumen. Washi merupakan kertas yang menarik karena memiliki corak yang beragam serta aneka warna yang memikat, kata Revi yang menekuni kerajinan kertas secara profesional sejak 2005.

Di Jepang, washi digunakan untuk membuat benda-benda kerajinan dan seni, seperti origami, shodo, dan ukiyo-e. Washi juga digunakan sebagai hiasan keagamaan Shinto, dan bahan untuk membuat patung Budha, mebel, kimono, obi, interior rumah, dan pelapis pintu dorong.

Teknik pembuatannya cukup sulit dan memerlukan waktu lama serta minim penggunaan bahan kimia. Washi biasanya dibuat pada musim dingin karena air bersih bersuhu dingin dapat mencegah pertumbuhan bakteri sehingga serat tidak mudah rusak.

Free Tutorial!

Boneka washi Temari.

Temari adalah permainan tradisional Jepang. Kata Temari diambil dari Te yang berarti tangan dan Mari yang artinya bola. Permainan yang kental nuansa seni ini sudah populer di Jepang sejak 500 tahun yang lalu.

Bahan:

  • Kertas washi bermotif
  • Kertas mingei (washi polos)
  • Karton putih
  • Kertas krep hitam
  • Kertas lipat merah

 

Tambahan: Kain untuk bagian tubuh, lengan baju, dan bola-bola. Kain bisa menciptakan efek kedalaman pada boneka. Anda cukup mengelem kain pada karton.

 

Cara membuat:

  • Buat pola (gambar Temari pattern)
  • Mulai melipat, menggunting, dan menempel (gambar Temari step by step 1-3)
  • Boneka washi Temari siap dijadikan suvenir cantik

 

PT.Nestlé Indonesia bekerja sama dengan Parents Indonesia

 

Share artikel ini:

Artikel Terkait