Buah hatiku ketagihan main game

Game adalah hiburan yang digemari si Kecil. Bagaimana kalau buah hati Anda ketagihan main game hingga lupa waktu dan sulit berhenti? Apakah anak kita sudah ketagihan bermain game atau menonton televisi? Untuk mengetahuinya, coba kita telaah pertanyaan di bawah ini:

  • Apakah dia harus main game di pagi hari dan sebelum tidur? Apakah dia lebih suka sendirian main game ketimbang berkumpul bersama teman / keluarga?
  • Apakah dia menjadi murung jika tidak main game selama sehari?
  • Apakah dia tidak bisa berkonsentrasi di bidang lain saat sedang bermain game?
Bila jawabannya mengarah pada YA, berarti itu sudah lampu kuning. Jika kebablasan, anak kita mungkin akan ketagihan. Anak disebut ketagihan apabila dia sudah berlebihan merasakan kenyamanan atau sebaliknya (over resistance and avoidance) terhadap hal-hal yang membahayakan atau kurang bermanfaat. Layar kaca, apapun jenisnya, termasuk game, dapat berdampak positif sejauh itu proporsional dan selektif. Tapi akan sebaliknya bila sudah kebablasan. Secara umum, dampak negatif itu terkait dengan beberapa hal di bawah ini:
  • Prilaku: meniru kekerasan atau emosi yang meledak-ledak
  • Kesehatan fisik: kegemukan karena kurang beraktifitas Pengembangan-diri: wawasannya kurang luas
  • Hubungan: kurang bisa bersosialisasi
  • Pandangan hidup: budaya instan yang ditiru dari tayangan

Beberapa solusi yang bisa kita lakukan secara bertahap itu antara lain:

  1. Menyeleksi isi tayangan. Pilihlah tayangan yang mencerahkan jiwanya dan menjauhkannya dari yang berbau kekerasan, budaya instan, dan seterusnya.
  2. Mengurangi / jangan terlalu menyediakan kenyamanan. Semakin canggih alat yang kita sediakan, dia akan semakin nyaman
  3. Menyediakan fasilitas bermain yang mendorongnya untuk bergerak atau bersenang-senang melalui interaksi sosial
  4. Menyediakan bacaan yang dapat memperluas wawasannya
  5. Mendisiplinkan waktu. Waktu dua jam adalah ideal untuk anak di depan layar kaca setiap harinya. Batasan ini bisa difleksibelkan, misalnya hari libur 3 jam dan hari biasa 1 jam. Jika belum bisa, kita perlu mengajaknya untuk mengurangi secara bertahap
  6. Mengajaknya untuk terlibat dalam kegiatan atau pembicaraan yang menyenangkan di rumah supaya tidak terlalu bergantung pada game / layar kaca
  7. Menyalurkan hobi, bakat, atau berbagai kelebihan yang ia miliki

Hal lain yang paling penting adalah keteladanan dari orang dewasa di sekitarnya.

Share artikel ini:

Artikel Terkait