Cara Mendidik Anak untuk Berbagi

Belajar berbagi dapat menjadi sebuah hal yang sulit bagi anak kecil, tetapi kemampuan berbagi adalah hal penting bagi mereka. Bayi dan balita perlu belajar berbagi agar dapat memiliki teman baru dan bermain bersama.

Ketika anak Ibu sudah cukup besar untuk pergi ke tempat pengasuhan anak, prasekolah atau TK, maka di sana dia harus mampu berbagi dengan anak lain.

Membantu anak belajar berbagi

Anak-anak sering kali belajar dengan mengamati kegiatan orangtua mereka. Jadi, jika Ibu mencontohkan berbagi (dan konsep “giliran”) di kehidupan keluarga, Ibu memudahkan mereka untuk mengikuti.

Anak-anak juga memerlukan kesempatan untuk mengenali konsep berbagi, sekaligus mempraktikkannya. Caranya? Simak contoh berikut.

  • Tunjukkan indahnya berbagi. Ibu bisa mengatakan hal-hal seperti “Teman kamu baik sekali mau meminjamkan mainannya. Pintar ya dia.” Ibu juga bisa tunjukkan contoh berbagi dalam buku, DVD, atau acara TV yang si kecil suka. Katakan, misalnya, “Pintar ya mereka bermain Lego bersama-sama.”
  • Ketika si kecil berusaha berbagi atau bermain bergiliran/bergantian, pastikan Ibu memberinya banyak pujian dan perhatian.
  • Bersama si kecil, mainkan game yang melibatkan berbagi dan bergantian. Jelaskan padanya tahap demi tahap, misalkan “Sekarang saatnya Ibu membuat menara, baru kamu. Ibu pinjam blok merah dari kamu, kamu pinjam blok hijau dari Ibu.”
  • Jelaskan pada anak mengenai konsep berbagi sebelum dia pergi bermain bersama anak-anak lain. Katakan, misalnya, “Nanti waktu Kia datang, kamu pinjamkan dia beberapa mainan kamu ya.” Penjelasan ini bisa juga diberikan sebelum dia pergi prasekolah atau tempat pengasuhan anak.
  • Jika anak memiliki mainan kesayangan, ada baiknya mainan tersebut disembunyikan sebelum teman-temannya datang. Alasannnya sederhana, untuk mencegah konflik terjadi.

Baca Juga : Saat si Kecil Harus Berbagi Kamar

Saat si Kecil enggan berbagi

Semua hal di atas sudah kita lakukan, tapi tetap saja, si Kecil tak mau berbagi. Ingat bu, beda umur anak, beda pula kemampuan berbaginya.

Di umur tiga tahun adalah waktu awal anak mulai mengerti benar konsep berbagi. Ia sudah mulai mau bermain bergiliran, walau terkadang banyak juga yang masih belum bisa berbagi. Jadi jangan khawatir jika batita ibu masih kelihatan egois dan sering merebut mainan dari tangan temannya.

Hal itu akan mulai berkurang di usia pra-sekolah. Di usia ini, anak sudah terbiasa bermain dengan teman sebayanya. Berbagi bukan lagi hal asing bagi mereka.

Lalu bagaimana jika anak masih tak mau berbagi? Tak ada salahnya untuk memberi konsekuensi. Ya, membiasakan anak berbagi bisa dimulai dari saat Ibu membelikan si Kecil mainan.

“Ibu belikan, tapi nanti main bersama dengan adik/teman ya”. Hal ini membuat anak mengerti, walau itu mainan miliknya, namun bukan berarti ia harus memonopoli mainan itu sendiri.

Jika si Kecil tetap tak mau berbagi, tak ada salahnya untuk sesekali mengambil mainan tersebut. “Jika adik masih tak mau berbagi, ibu simpan saja mainannya, ya nak” Seperti itu misalnya.

Selamat mencoba, bu!

Share artikel ini:

Artikel Terkait