Cara Mudah Mengarahkan Bakat Anak

Seringkali anak-anak sudah nyaman dengan apa yang biasa ia lakukan sehingga enggan mencoba hal baru. Atau mereka urung melakukan hal yang sebenarnya merupakan bakat anak atau hal yang sesungguhnya mereka sukai, misalnya berlatih sepak bola atau ikut klub paduan suara di sekolah, karena ia tak suka pada pelatihnya atau takut memasuki lingkungan baru. Padahal, seringkali untuk melihat bakat anak si Kecil perlu didorong untuk mencoba berbagai hal baru. Nah, bagaimana orangtua dapat membantu si Kecil keluar dari zona nyaman mereka dan berani mencoba sesuatu yang mungkin saja merupakan bakat anak? Simak tips berikut ini, ya.

  1. Mengikuti berbagai kegiatan ekstrakulikuler

Sekolah Dasar biasanya memiliki berbagai pilihan kegiatan ekstrakulikuler yang dapat diikuti sepulang sekolah. Biasanya si Kecil akan memilih kegiatan yang sudah ia sukai atau yang banyak diikuti oleh teman-teman dekatnya. Untuk mendorong si Kecil agar mau mencoba hal baru, Ibu bisa berdiskusi dengannya untuk mengikuti 1 kegiatan pilihannya dan 1 kegiatan yang baru baginya. Tetap diskusikan dengannya mengenai pilihan kegiatan baru ini ya, Bu. Utarakan pendapat Ibu dan dengarkan pula pendapatnya. Kemudian diskusikan dengan si Kecil bahwa ketika kegiatan sudah dipilih maka ia harus berkomitmen untuk menjalankannya selama semester tersebut.

  1. Dengarkan mengapa ia enggan mencoba hal baru

Jika si Kecil enggan mencoba hal baru, tanyakan alasannya dan simak jawabannya baik-baik. Pada usia ini si Kecil seringkali terpengaruh teman sebayanya. Misalnya, enggan ikut kelas drama karena takut diledek temannya atau enggan ikut klub basket karena semua temannya ada di klub futsal. Bisa juga si Kecil yang gemar berolahraga sesungguhnya ingin ikut kelas paduan suara tapi enggan karena merasa bernyanyi bertolak belakang dengan image ‘sporty’ yang selama ini ia sandang. Dengan mengetahui alasan si Kecil, Ibu akan dapat berdikusi dengan si Kecil dan mendorongnya untuk keluar dari zona nyaman dengan cara yang tepat.

  1. Bantu si Kecil menemukan rasa nyaman di luar zona nyamannya

Ini bisa Ibu lakukan dengan menghadirkan pengalaman positif yang berkaitan dengan hal baru yang tadinya enggan dicoba si Kecil. Misalnya mengajaknya menonton pertunjukkan drama anak-anak yang menarik sehingga ia bisa melihat betapa serunya kegiatan tersebut dan respon positif yang diberikan penonton. Atau memperkenalkannya profil atlet olahraga sukses yang juga gemar bernyanyi. Contonh lainnya, jika si Kecil yang laki-laki senang memasak tapi enggan masuk klub memasak karena takut diledek seperti perempuan, tunjukkan padanya chef laki-laki ternama yang tak kalah kerennya dari bintang film action.

  1. Dorong si Kecil untuk ‘harus mencoba’

Ibu juga dapat menggunakan otoritas sebagai orangtua untuk ‘memaksa’ anak mencoba. Misalnya, katakan padanya bahwa Ibu ingin mencoba ia ikut Paskibra di sekolah paling tidak sekali saja, dan jika ternyata si Kecil benar-benar tak menyukainya, ia tak perlu ikut lagi. Tentu Ibu perlu menyertakan alasan mengapa menurut Ibu ia perlu mencoba ikut Paskibra dan utarakan kemungkinan bahwa ia bisa saja menyukainya dan berbakat di bidang tersebut. Atau jika ia memang senang basket, ia perlu mencoba klub basket walau teman-temannya semua masuk klub futsal karena mungkin teman-teman baru di klub basket juga sama menyenangkannya.

Mudah bukan bu untuk mengenali dan mengarahkan bakat si Kecil? Yang paling penting saat melakukan ini adalah komunikasi antara ibu dan si Kecil, bagaimana cara Ibu meminta si Kecil untuk berani dan mau melakukan berbagai hal agar Ibu bisa mengetahu bakatnya dan bisa memaksimalkannya.

Share artikel ini:

Artikel Terkait