Demam: Teman atau Lawan?

Banyak orangtua yang panik jika anaknya demam, mereka berpikir bahwa demam merupakan sesuatu yang buruk dan dapat menyebabkan kerusakan otak, padahal sebetulnya tidak demikian.

Kapan anak dikatakan menderita demam? Demam didefinisikan sebagai kenaikan suhu tubuh diatas 37,50C (diukur di ketiak).

Kenapa anak demam? Adanya demam menunjukkan adanya usaha tubuh untuk mengatasi infeksi, paling sering disebabkan oleh infeksi virus dan bakteri. Demam timbul akibat adanya stimuli eksogen, endogen yang merangsang tubuh untuk menghasilkan zat-zat pirogen (menimbulkan demam). Stimuli eksogen dapat berupa infeksi virus, bakteri maupun jamur, sedangkan stimuli endogen dapat berupa proses autoimun. Demam merupakan bagian dari berbagai penyakit, mulai dari yang ringan seperti flu atau common cold sampai penyakit yang berat, seperti radang selaput otak (Meningitis). Namun demikian demam itu lebih banyak terkait pada penyakit-penyakit ringan seperti flu.

Kapan demam merupakan bagian dari penyakit yang serius? Penyakit serius yang disertai demam antara lain pneumonia (infeksi paru-paru akut) dan meningitis (radang selaput otak). Pneumonia memiliki 3 gejala utama yaitu demam tinggi, batuk dan sesak nafas. Sedangkan tanda-tanda yang perlu kita waspadai adanya kemungkinan kearah meningitis: jika anak tidak sadar, lebih sering tidur, mengeluh sakit kepala, terdapat kejang dan setelah kejang pasien tidak sadar, serta adanya perubahan tingkah laku. Jika terdapat tanda-tanda seperti diatas anda harus segera membawa anak anda ke rumah sakit terdekat untuk mendapat pertolongan segera.

Jika anak anda demam disertai tanda-tanda flu, dengan kondisi anak yang masih aktif maka anda dapat memberikan obat penurun panas untuk membantu anak menjadi lebih nyaman. Jika demam anak anda lebih dari 40°C atau demam menetap lebih dari tiga hari meskipun sudah mendapat obat penurun panas maka segera bawa anak anda ke dokter.

Rujukan:

  1. Luszczak M. Evaluation and management of infants and young children with fever. Am Fam Phys 2001;64:1219-16.
  2. Fever in children. Diunduh dari: http://www.emedicine.com. Diakses tanggal 24 Juni 2006.
  3. Parent information handout: Fever. Pediatric in review 1997;18:445-6.
  4. Crocetti M, Mogheli N, Serwint J. Fever phobia revisited: have parental misconceptions about fever changed in 20 years. Pediatrics 2001;8:1241-6.
  5. Committe on Drugs 1999-2000. Acetaminophen toxicity in children. Pediatrics 2001. Diunduh dari http://www.mdconsult.com. Diakses tanggal 12 Juni 2005.

Share artikel ini:

Artikel Terkait