Ekosistem Saluran Cerna pada si Kecil

Pengasuh rubrik yang terhormat,

Anak kembar saya Dimas dan Dita, 15 bulan keduanya suka sekali memasukkan sesuatu yang dipegang ke dalam mulutnya. Remah biscuit yang terjatuh di lantai dipungut dan dimakannya. Saya sangat khawatir pada ulah Dimas dan Dita, jangan-jangan ada bakteri dan virus masuk ke mulut yang akan membuat sakit pencernaan lalu menghambat pertumbuhannya. Apa yang harus saya lakukan? Saya begitu kesulitan melarangnya. (Ny. Jenny – Bogor)

Ny. Jenny yang terhormat,

Perlu Ibu ketahui anak yang suka memasukkan sesuatu ke dalam mulut (disebut fase oral) adalah bagian dari proses perkembangan (belajar) anak yang harus dilalui. Jangan dihambat, namum jagalah kebersihan dan keamanannya, misalnya barang dipegang tidak mudah tertelan, tidak tajam/ runcing sehingga tidak melukai anak.

Saluran cerna merupakan cermin kesehatan umum. Sebagian besar produksi imunitas (kekebalan tubuh) berasal dari sana. Di samping itu, saluran cerna adalah tempat yang baik untuk masuknya berbagai penyakit. Oleh karena itu, kesehatannya harus dijaga.

Berbagai bakteri maupun virus penyebab penyakit akan memasuki gerbang saluran cerna (mulut) melalui beberapa pintu, seperti terikut dalam makanan ataupun minuman, lubang lainnya (anus), serta kebiasaan si kecil yang suka memasukkan makanan yang sudah jatuh ke tanah, dan makanan yang sudah terkontaminasi oleh vektor lain, misalnya lalat dan kecoa.

Bakteri dan virus itu selanjutnya akan berkembang biak dalam saluran cerna, dan akan menimbulkan ketidakseimbangan pada ekosistem saluran cerna, yang pada akhirnya dapat mendatangkan berbagai penyakit, misalnya diare, muntah, panas, dan sebagainya.

Ekosistem Saluran Cerna Seimbang, Usus Sehat
Agar usus sehat, keseimbangan mikrobiota dalam saluran cerna harus optimal. Sekitar 85% dari saluran cerna si kecil seharusnya dihuni oleh bakteri (Lactobacilli dan Bifidobacteria), sedangkan sisanya (15%) dihuni oleh bakteri jahat (antara lain Staphylococcus, Salmonella, Enterococcus, Clostridium, Bacteroides dan beberapa bakteri Colli)

Penyebab terganggunya keseimbangan tersebut misalnya dapat terjadi karena penggunaan antibiotik yang berlebihan (hingga menyebabkan bakteri baik banyak yang ikut mati terbunuh oleh antibiotik), yang dapat memunculkan gejala penyakit lain.

Untuk mengoptimalkan keseimbangan ekosistem pencernaan, ada baiknya dilakukan pemberian probiotik (bakteri baik), yang merupakan cara paling alamiah dan aman untuk mengoptimalkan keseimbangan ekosistem pencernaan. Bifidobacterium longum dan Lactobacillus paracasei merupakan contoh probiotik.

Manfaat mikrobiota pada ekosistem saluran cerna
Seberapa manfaat mikroba saluran cerna itu? Mikrobiota saluran cerna yang bersifat probiotik (bakteri baik) mempunyai manfaat yang penting untuk kesehatan dan tumbuh kembang si kecil, antara lain:

  • Melindungi permukaan usus (shedding) sehingga tidak memberi kesempatan bakter jahat parkir di usus.
  • Mengusir dan melawan bakteri jahat.
  • Modulasi imunitas untuk daya tahan tubuh.
  • Meningkatkan aktivitas metabolisme tubuh sehingga membantu memperlancar pertumbuhan si Kecil.

Jika si kecil jarang terserang penyakit dan aktivitas metabolisme tubuhnya baik, maka ia akan tumbuh dan berkembang dengan optimal.

Tips praktis membantu menjaga daya tahan tubuh anak:

  1. Menjaga asupan makanan anak, dengan nutrisi tepat seimbang.
  2. Minum susu yang mengandung Lactobacillus PROTECTUS, probiotik yang membantu menjaga daya tahan tubuh anak.
  3. Manjaga kebersihan baik makanan dan minuman yang masuk ke dalam mulut anak.

PT Nestlé Indonesia bekerjasama dengan GRAMS 2007

Share artikel ini:

Artikel Terkait