Berikan Anak Fasilitas Buat Bergerak

Kodrat tubuh anak itu selalu bergerak. Lebih dari sekadar menumbuhkan jasmaninya, bergerak juga bagian dari menjelajahi lingkungan di sekitarnya. Anak belajar mengamati, mengalami, dan merasakan lingkungannya dengan cara terus bergerak. Sejak mulai mampu berjalan, anak terdorong untuk bergerak. Maka memfasilitasi anak agar senantiasa leluasa bergerak, merupakan bagian dari pemenuhan laju bertumbuh-kembangnya. Tak semata fisik, terlebih juga jiwanya.

ANAK yang sedang duduk di tempat ketinggian, sedang menunggang gajah, berputar di arena permainan bianglala, atau korsel putar, sesungguhnya sedang menempuh proses pembelajaran sekaligus menambah pengalaman batin yang memperkaya perkembangan jiwanya. Di ketinggian, anak memandang lepas ke alam di bawahnya. Wawasan pemikirannya berkembang, awal bertumbuhnya wawasan lingkungan, dan kehidupan. Juga manakala anak bergerak.

Mobilitas tinggi
Anak yang sehat senantiasa bergerak, dan tidak pernah bisa diam. Sebaliknya menjadi kurang sehat kalau anak tidak bergerak. Yang biasanya bergerak jika tampak tidak bergerak bisa menjadi sebuah tanda, kemungkinan anak sedang tidak enak badan.

Karena kodrat tubuh anak mendorongnya untuk terus bergerak, maka selain terus memobilisasi anggota geraknya, lengan, tangan, tungkai dan kaki, otak anak juga bergerak terus. Kendati yang bergerak alat geraknya, otak juga bekerja bagaimana mengatur pergerakan yang seimbang, dan harmoni. Di sini anak belajar berketerampilan bergerak, anggota gerak tubuhnya diasah lebih luwes bergerak.Menari salah satu cara melatih keluwesan bergerak anak.

Bergerak juga berarti banyak berjalan mondar-mandir dan bermain. Termasuk juga berlari-lari, berkejaran, berlomba, berpacu adu cepat. Dengan demikian pertumbuhan otot-otot tubuhnya, khususnya otot-otot anggota geraknya menjadi optimal. Dengan begitu sosok tubuh anak tumbuh atletis. Tubuh yang atletis adalah modal dasar tubuh yang terjaga keseimbangannya sehingga tak rentan terjatuh, tergelincir, atau terpeleset kelak setelah dewasa.

Kemampuannya bermobilitas tinggi menambah pengalaman anak untuk segala yang berada di seputarnya. Anak mengalami banyak hal karena ia bisa bergerak; meraih, menjawil, menyentuh, memegang, memeluk, merasakan apa yang diambilnya, dipegangnya, dan disentuhnya. Dengan demikian pengalaman merasa dan rasa tubuhnya terasah pula. Ini bagian dari proses perkembangannya.

Bergerak dibutuhkan untuk semua bentuk permainan. Permainan dan bermain adalah bagian terbesar dari kehidupan anak. Bukan alat bermainnya sendiri yang penting, melainkan permainannya, dengan siapa anak bermain, dan pengalaman apa yang anak petik dari bermainnya. Maka jangan rampas masa bermain anak.

Berikan ruang untuk bermain
Maka amat bijak bila selama masa membutuhkan kegiatan bermainnya, orang tua dan juga pemerintah memfasilitasi ruang bermain, agar pergerakan tubuh anak optimal. Hanya apabila pergerakan tubuh anak optimal, tumbuh kembang mereka menjadi prima, dan tumbuh kembang anak menjadi unggul.

Sayangnya, tidak semua rumah tangga memiliki cukup ruang untuk bermain. Alih-alih di dalam rumah, sedang di luar rumah pun tidak cukup lapang buat bermain secara aman. Sesak dan padatnya pemukiman membuat anak kehilangan kesempatan mengembangkan kebutuhan bergeraknya.

Tidak banyak sekolah yang menyediakan lapangan bermain. Sering-sering di ruang yang sempit dan tidak memadai agar anak leluasa bergerak, lebih sering beresiko tercederai apabila bermain di ruang dan lokasi yang tidak layak.

Tidak semua sekolah memiliki fasilitas berolahraga. Lapangan sepak bola tak tersedia sehingga anak berbakat tak terjaring. Tak ada cukup ruang untuk basket, voli, apalagi fasilitas bermain tenis, sehingga banyak bakat terpendam di kalangan anak usia sekolah tak terangkat ke permukaan.

Buka kesempatan bagi anak
Melihat kondisi tidak menguntungkan bagi anak seperti itu, tugas para orang tua untuk membuka kesempatan mengisi kebutuhan anak yang alami itu. Ajak anak pergi berkemah, outbond, off road, dan kegiatan serupa sebagai kompensasi sekiranya dirasakan anak kurang memperolehnya dalam kegiatan kesehariannya di rumah maupun di sekolah.

Anak sekarang amat sedikit pengalaman dengan lingkungan alamnya. Tidak mengenal seperti apa kondisi sawah, ladang, kebun, rimba, sungai, dan bukit. Ajak mereka secara rutin mengunjungi segala bentuk alam menambah pengalaman batinnya.

Bukan saja melatih otot-otot geraknya, dengan menjelajahi alam, batinnya pun terisi. Mengenal kotoran kerbau di sawah, menemukan kunang-kunang, memandang kupu-kupu, merasakan riak air sungai, semua dibutuhkan demi penuhnya perkembangan jiwa anak.

Selama berada di alam terbuka, bukan saja udaranya lebih segar, alamnya permai, dan menemukan pengalaman baru yang anak butuhkan, mereka juga pasti harus banyak bergerak. Mendaki, berjalan kaki, berlari, dan mengangkat beban selama perjalanan.

Pada dasarnya kita memang harus selalu bergerak supaya penyakit orang modern yang melawan kodrat fisiknya, tidak perlu terjadi. Kebiasaan yang sesehat ini perlu dibentuk semenjak anak masih kecil. Berikan mereka ruang untuk yang menjadi haknya itu. ***

* Pengasuh Rubrik Kesehatan di Sejumlah Media, Pengamat Kesehatan, Health Motivator, Penulis 76 Buku Kesehatan

Share artikel ini:

Artikel Terkait