Hemat Energi di Kantor & di Rumah

Giliran pemadaman listrik, kelangkaan minyak tanah, hingga antrian gas yang sangat panjang kini jadi berita biasa. Hal ini menunjukkan bahwa sumber daya alami dari bumi makin terbatas jumlahnya. Pernahkah terpikir oleh Anda, bagaimana bila semua sumber daya ini kelak habis?

Sebelum itu terjadi, sudah waktunya kita bijak dan hemat menggunakan energi dalam seluruh segi kehidupan kita. Dengan sedikit saja perubahan perilaku dan pola konsumsi energi, kita dapat menghemat begitu banyak dan menyelamatkan masa depan. Berikut beberapa kiat menghemat energi baik di rumah maupun di kantor:

Di Kantor
Perkantoran merupakan salah satu pengkonsumsi energi terbesar. Bayangkan berapa besar energi listrik yang diperlukan untuk menerangi, menjaga suhu dan menyalakan peralatan elektronik dalam sebuah gedung perkantoran!

  • Penggunaan listrik untuk pendingin ruangan adalah salah satu konsumsi energi terbesar. Agar listrik tak terbuang percuma, tak perlu mematok suhu terlalu rendah, tubuh kita cukup nyaman dengan suhu sejuk (22-24 derajat Celcius).
  • Sebisa mungkin ganti semua bola lampu dengan compact fluorescent lights yang hemat energi
  • Atur jadwal lembur agar bersamaan. Membuang terlalu banyak energi untuk menyalakan lampu dan pendingin ruangan hanya untuk satu orang yang lembur.
  • Pilih peralatan kantor yang hemat energi. Laptop hemat energi hingga 90% dibanding desktop computer. Begitu juga dengan ink jet printer yang lebih hemat energi hingga 90% dibanding laser printer.
  • Jangan lupa matikan lampu, komputer, monitor, dan mesin foto kopi saat akan pulang. Banyak orang lupa mematikan monitor yang sebenarnya mengkonsumsi banyak energi, begitu juga printer yang dinyalakan terus menerus selama tidak digunakan.
  • Screen saver komputer Anda tidak menghemat konsumsi energi, lebih baik gunakan sleep mode atau matikan total jika tidak digunakan dalam waktu lama.
  • Manfaatkan teknologi komunikasi semaksimal mungkin sehingga meminimalkan pencetakan dokumen yang mengkonsumsi energi listrik, tinta dan kertas. Tak perlu mencetak dokumen atau bahan presentasi bila dapat dikirim dan diakses dalam bentuk e-file.

Di Rumah
Hunian yang mempraktekkan prinsip ramah lingkungan dapat menghemat biaya hingga 60 persen, menghemat air sebanyak 100.000 liter, dan mengurangi gas rumah kaca hingga tiga ton dan tiap tahunnya.

  • Desain rumah dengan ventilasi dan jendela besar dapat menghemat energi untuk penerangan dan mendinginkan udara. Atap yang dibuat menjorok keluar akan melindungi rumah agar tetap sejuk saat matahari bersinar terik sekaligus melindungi dinding dari siraman air hujan.
  • Ganti bola lampu dengan lampu hemat energi.
  • Atur pendingin ruangan dengan suhu sejuk, tak perlu dingin. Jika masih memungkinkan, gunakan fan untuk menyejukkan ruangan.
  • Pilih peralatan elektronik yang berkualitas dan rendah energi, serta rawat semua peralatan elektronik secara berkala agar dapat berfungsi dengan maksimal dan tidak menyedot energi berlebihan.
  • Bersihkan kulkas secara teratur dan jangan mengisinya terlalu penuh agar dapat berfungsi maksimal.
  • Mesin cuci bukaan depan lebih hemat air dan deterjen dibanding bukaan atas.
  • Matikan lampu dan peralatan elektronik bila tak digunakan, bila memungkinkan pasanglah occupancy sensor (menyalakan lampu secara otomatis bila ada orang yang beraktivitas dalam suatu ruangan dan mematikannya bila ruang kosong) atau light sensor yang efektif untuk penerangan luar rumah karena secara otomatis akan mematikan lampu bila cahaya matahari cukup terang.

Share artikel ini:

Artikel Terkait