©shutterstock

Horee, Sebentar Lagi Punya Adik Baru

Kedatangan seorang bayi akan membawa banyak perubahan bagi keluarga. Orangtua cenderung menghabiskan banyak energi dan perhatian untuk mengurus adik baru. Semua hal ini tidak mudah dijalani oleh si Kecil dan kecemburuan sudah menjadi hal yang biasa.

Agar si Kecil bisa lebih siap dan ikut memberikan kasih sayang pada adiknya, ada beberapa tips yang bisa digunakan, seperti berikut ini.

Mulai Sejak Dini

Sejak mengetahui Bunda hamil, beritahukan si Kecil bahwa akan ada saudaranya yang datang, seperti yang disarankan Jennifer Shroff Pendley, PhD, wakil direktur Division of Behavioral Health Alfred I. Dupont Hospital for Children, Wilmington. Jika belum bisa memahami konsep waktu, jelaskan bahwa bayi akan tiba di musim tertentu atau acara besar tertentu, misalnya daripada mengatakan adik bayi akan lahir 2 bulan lagi, lebih baik jelaskan akan ada bayi baru sebelum Natal. Selain itu, tumbuhkan kasih sayangnya terhadap saudara baru dengan menjelaskannya lewat buku, mengunjungi teman-teman yang memiliki bayi, pergi ke dokter untuk melihat dan mendengar detak jantung bayi, atau melibatkannya dalam mempersiapkan perlengkapan dan mencari nama bayi.

Saat Hari Kelahiran

Semakin mendekati tanggal melahirkan, buat pengaturan dengan si Kecil saat Anda berada di rumah sakit. Dr. Jennifer yang juga asisten professor di Pediatrics Jefferson Medical College, Philadelphia, merekomendasikan untuk meminta orang-orang yang menjaganya untuk membiarkan dia berkunjung ke rumah sakit sesegera mungkin setelah bayi lahir dan jaga rutinitas yang sudah biasa dilakukannya, agar tidak merasa kaget dan bingung. Cobalah untuk menyelesaikan toilet training sebelum bayi lahir atau tunggu beberapa bulan setelah membawa adiknya pulang, agar tidak merasa kerepotan.

Membawa Bayi Pulang

Setelah bayi berada di rumah, Bunda dapat membantu anak-anak untuk menyesuaikan diri dengan perubahan dan libatkan sebanyak mungkin dalam kegiatan sehari-hari, agar tidak merasa ditinggalkan. Biarkan mereka membantu, walau hasilnya tugas yang diberikan akan selesai lebih lama atau tidak sesuai dengan hasil yang diinginkan, akan tetapi hal ini memberikan kesempatan baginya untuk berinteraksi dengan bayi. Dr. Jennifer memberikan contoh seperti meminta pertolongannya saat mengganti popok, mendorong kereta, berbicara dengan adiknya, atau membantu saat memandikannya. Apabila si Kecil menolak, jangan khawatir atau malah memaksa, karena hal ini memang memakan waktu. Agar tidak merasa dianaktirikan, pergunakan kesempatan untuk bercanda atau bermain bersama saat bayi tertidur.

Semoga cara-cara tersebut dapat mendekatkan si Kecil dengan adik barunya dan tidak menimbulkan masalah yang membuat Ayah dan Bunda stres ya.

Share artikel ini:

Artikel Terkait