I Love U Mom!

Cinta ibu kepada anaknya memang tak perlu dipertanyakan lagi. Kerap kali karena usia yang relatif muda, anak memiliki keterbatasan mengungkapkan rasa cinta dalam bentuk verbal. Dengan caranya masing-masing –dan kerap kali tak terduga—mereka menunjukkan bahwa ibu tetaplah sosok yang dekat di hati. Simak pengalaman lucu sekaligus mengharukan beberapa ibu berikut, dan buka mata dan hati lebar-lebar, mungkin dengan caranya sendiri anak-anak Anda pun sebenarnya menunjukkan rasa kasih yang begitu dalam pada Anda!

“Setelah beberapa saat berhenti bekerja di kantor, praktis anak saya jadi jarang ditinggal ke luar kota. Beberapa waktu lalu, saya kembali aktif bekerja dan Rasha harus saya tinggal selama empat hari ke luar kota. Begitu pulang dari luar kota, rumah saya sepi dan kamar pun terlihat gelap. Saat menuju kamar, saya dikejutkan dengan selembar kertas yang menempel di pintu kamar bertuliskan “Selamat datang Bunda”. Dan ketika membuka pintu, kamar saya yang gelap dan senyap sekonyong riuh. Suara putri saya nyaring menyambut, “Selamat datang Bunda!". Suami saya yang juga menanti kedatangan saya di kamar tersenyum. "Ini persiapan putri kita selama setengah hari lho," ujarnya. Aduh terenyuh sekali rasanya melihat sambutan anak yang begitu direncanakan”
Antik Sudarmadi

“Kalau anak saya si Inez, suka membuat puisi buat saya. Bagus deh puisinya, bisa ada tiga sampai empat bait. Ada yang judulnya “Bunga” dan pernah juga ada yang judulnya ‘”Rumahku Yang Nyaman”. Lalu dia membacakan untuk saya sambil bergaya! Nggak sangka dia bisa nulis sebagus itu. Kali lain, dia membuat surat, ada gambar hatinya dan ungkapan I love Mama. Lebih lucu lagi, dia pernah membereskan kamar saya karena dua orang adiknya selalu mengacak-acak. Ia juga mewanti-wanti adiknya agar pas saya pulang kondisi kamar tetap rapi. Lalu dia berdiri di pintu kamar saya sambil bilang bahwa dia yang membantu memastikan kamar tetap rapi. Karena dia tahu, mamanya sering ngomel liat kamar berantakan...hehehe.

Kalau si bungsu, suka buat kertas digulung seperti wadah rangkaian mawar, warnanya pun putih saja. Tapi lalu dia letakkan di meja saya lalu berkata, "Ini mama, aku kasih bunga”. Maklum usianya baru empat tahun…”
Ninik W Sasongko

“Beberapa waktu lalu, anak saya Gyan menelepon, "Ma, aku minta kertas Mama," katanya sembari meminta kertas HVS di pojok ruang kerja di rumah. Waktu saya tanya untuk apa, dia menjawab, “Ada deh, ya buat gambar.” Ketika aku tiba di rumah, dia gandeng tangan saya sambil meminta saya menutup mata. Ia kemudian memberikan bingkisan yang dibungkus kertas kado. “Ma...ini kejutan untuk Mama. Aku yang bungkus sendiri lho,” ujarnya. Waktu saya buka, ternyata...sebuah gambar mobil truk kontainer. "Aku gambar ini buat mama. Bagus nggak, Ma? Mama suka nggak?” katanya bertanya. Tentu saja saya jawab suka, sambil menghujani Gyan dengan ciuman.

Kejutan lain, suatu hari sesampai di rumah saya ditarik cepat-cepat menuju kulkas. Padahal mencopot sepatu pun belum sempat. Lalu dia memberikan sebuah agar-agar warna merah muda berbentuk bulat di dalam plastik. “Aku buat ini untuk mama. Makan ya, ini enak lho, aku yang buat di sekolah sama teman-teman dan ibu guru,” ujarnya sambil membukakan bungkusnya dengan susah payah. Duh...dengan terharu saya makan hasil jerih payahnya. It"s so lovely! Agar-agar yang lembut, dingin, dan penuh cinta kasih!”
Indri Savitri

Share artikel ini:

Artikel Terkait