Ibu Sehat Keluarga Kuat

Kesehatan keluarga ada di tangan ibu. Seperti bila terjadi keadaan darurat di pesawat, ibu harus menolong diri sendiri dulu sebelum menolong anak-anaknya. Demikian dalam kehidupan di rumah tangga. Apa yang ibu siapkan di meja makan menentukan kualitas suami dan anak-anak. Apa yang ibu pikirkan tentang kesehatan, menentukan kualitas seluruh anggota keluarga. Untuk itu ibu sendiri harus sehat terlebih dulu. Bagaimana caranya?

HIDUP tertib dan teratur. Paham mengenai gizi, wawasan kesehatan luas, dan senantiasa berorientasi hidup sehat. Tak cukup dari pengetahuan di bangku sekolah. Ibu juga perlu banyak membaca, mendengar, dan menyimak tambahan ilmu menjadi sehat yang benar.

Di tangan ibu, suami dan anak terbebas dari penyakit, gangguan, atau risiko kesehatan lainnya. Bagaimana isi meja makan, apa kebiasaan sehat yang ibu tanamkan di rumah, banyak diperankan oleh ibu.

Menjadi ibu sehat
Pertama, tentu ibu perlu menguasai bagaimana hidup sehat. Pentingnya sarapan pagi, berisi gizi yang lengkap, menu apa yang perlu dibatasi dan dikurangi. Selain menyangkut kepentingan dirinya sendiri, sikap ibu terhadap hidup sehat, berimbas pada seluruh anggota keluarga. Kita mengenal sejumlah penyakit keluarga (familial diseases). Kebiasaan tidak sehat keluarga bakal dipikul oleh seluruh anggota keluarga.

Untuk itu, pertama, ibu sendiri tidak gemuk, tapi juga tidak kurus. Caranya, makan dengan cermat. Hanya makan kalau lapar saja, dan berhenti setelah kenyang. Tidak biasakan camilan dalam keluarga. Kulkas tidak diisi dengan camilan yang manis dan berlemak. Perlu cukup gerak badan. Pilih berjalan kaki 5-6 kali seminggu, 45-50 menit. Tak perlu melakukan fitness khusus, karena asalkan kegiatan olahraga tercapai, sudah bikin bugar.

Kedua, jangan abaikan sarapan. Mengapa? Karena pagi hari tubuh memerlukan kelengkapan bukan saja energi, melainkan juga pelumas mesin tubuh agar prestasi harian teraih. Produktivtas anggota keluarga hanya bisa teraih optimal jika sarapan tak diabaikan. Menu siang hari hendaknya ibarat menu biasa, dan makan malam menu bersahaja. Pilihan seperti menjadikan keluarga tidak gemuk namun sehat dan berprestasi.

Ketiga, melatih diri untuk mengurangi stress. Jangan terbawa masuk terjebak dalam stressor (penyebab stres). Orang hidup pasti menghadapi berbagai stressor. Tapi tidak semua orang jatuh stres bila pandai hidup berdampingan dengannya. Jangan lekas putus asa, tidak pesimis, gampang menyerah, dan merasa diri bernasib buruk. Hadapi, dan ikutilah hidup mengalir bagaikan air. Segalanya akan berlalu sendirinya. Yakin kepada ”Yang Di Atas”.

Keempat, apabila sadar kalau diri membawa warisan penyakit, tentu perlu lebih mewaspadainya. Ada turunan kencing manis, bukan saja buat kepentingan sendiri, anak-anak pun mungkin ada yang mewarisi juga. Maka perhatikan asupan karbohidrat. Batasi zat pati. Termasuk yang serba manis. Bakat darah tinggi dikendalikan dengan membatasi asupan garam dapur, tidak menjadikan tubuh gemuk, dan banyak gerak badan.

Bakat kena encok gout atau penyakit pirai, tentu membatasi semua menu yang banyak mengandung purin (daging, jeroan, sardine, unggas, kacang-kacangan, makanan olahan dengan pengawet seperti sosis, ikan/daging kalengan, dsb). Seperti yang dianjurkan, bahwa kita perlu membatasi minyak dan lemak, termasuk jeroan, kulit ayam, serta goreng-gorengan.

Untuk tindakan preventif, sebaiknya lakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin untuk mencegah resiko penyakit yang tidak diinginkan. Sekarang selain menemukan adanya kelainan pada fisik, pemeriksaan laboratorium darah sudah mampu mendeteksi adanya kanker dengan penanda tumor (tumor marker). Bagi yang berisiko sekurang-kurangnya setahun dua kali perlu melakukan pemeriksaan ini, selain pap smear.

Sebetulnya kanker sendiri bisa dicegah dengan memilih menu yang membuat tubuh kebal terhadap kejadian kanker. Menu kaya akan bahan makanan yang segar, yang kaya antioksidan, lengkap vitamin mineralnya, dan membatasi asupan daging dan minyak, yang menjadikan tubuh tidak rentan terserang kanker, selain penyakit degeneratif.

Kesehatan seseorang juga ditentukan oleh menu hariannya. Ibu perlu memahami dan melakukannya sebagai pola hidup sehat dalam keluarga sepanjang hayat.

Share artikel ini:

Artikel Terkait