Ibu, Yuk Kenali Arti Bahasa Bayi Lewat Tangisannya

Menangis adalah bentuk komunikasi bayi dengan orang-orang di sekitarnya. Dengan menangis bayi ingin menyampaikan maksud dan keinginannya.  Oleh karena itu sebaiknya Ibu memahami apa yang ingin disampaikan bayi lewat tangisannya, agar bayi selalu merasa aman dan nyaman. 

Namun sayangnya Ibu tidak bisa mengetahui secara jelas maksud tangisan bayi tersebut, karena menurut Ibu semua terdengar sama. Tak heran terkadang Ibu merasa sedih hingga frustasi karena tidak bisa mewujudkan keinginan bayi yang sebenarnya. Seandainya saja ada kamus tentang bahasa tangisan bayi, pasti Ibu tidak akan merasa kesulitan seperti ini.

Namun tenang saja Bu, kebingungan Ibu akan dibantu oleh hasil pengamatan yang dilakukan oleh Priscilla Dunstan. Seorang wanita asal Australia ini berhasil mengungkapkan arti tangisan bayi dan menganalisis tangisan bayi lewat pola tangisan awal yang ternyata menjadi kunci jawaban dari keinginan sang bayi. Menurutnya, tangisan bayi yang baru dilahirkan yakni usia 0-3 bulan bersifat universal, meskipun bayi tersebut berasal dari berbagai negara dengan bahasa dan kultur yang berbeda. Hasil analisa tersebut pun dirangkum pada sebuah buku yang ditulisnya dengan judul “Dunstan Baby Language”.

Yuk Bu, kenali arti tangisan bayi yang berhasil diterjemahkan oleh Priscilla Dunstan berikut ini.

 

Lapar

Hal yang paling sering dirasakan oleh bayi adalah rasa lapar. Apalagi jika masih dalam usia bayi baru lahir, tentunya ia harus sering mendapatkan ASI eksklusif. Tak heran makanya jika bayi selalu merasa lapar setiap 1-2 jam.

Mungkin Ibu bisa membaca tanda bayi lapar dengan mudah. Misalnya dengan cara melihat bayi menghisap atau menggempalkan jemarinya sambil menendangkan kakinya ke udara.

Priscilla Dunstan mengindikasikan suara tangisan bayi dengan bunyi “Neh” sebagai sinyal lapar. Bayi baru lahir punya reflex mengisap yang sangat kuat, dan suara ini pun berasal dari refleks menghisap. Jika Ibu mendengar suara tangisan seperti ini, segera beri si kecil ASI, agar ia merasa tenang dan tumbuh dengan optimal.

 

Mengantuk

Bayi yang mengantuk biasanya akan nampak merasa gelisah, ditandai dengan perilaku menggosok-gosok atau menggerakkan kaki serta tangannya. Priscilla Dunstan menangkap bunyi “owh” yang cukup panjang sebagai sinyal bahasa mengantuk. Ketika Ibu mendengar suara tangisan seperti ini, segera angkat dan peluk bayi lalu coba menidurkannya dengan memberi ASI atau mengayun-ayunkan sambil mendendangkan lagu yang menenangkan.

 

Merasa Tidak Nyaman

Popok yang basah dan lembap akibat buang air kecil dan buang air besar menyebabkan rasa tidak nyaman bagi bayi. Ibu bisa mengenali sinyal ketidaknyamanan bayi lewat suara “heh” yang berulang-ulang seperti yang diungkapkan oleh Priscilla Dunstan.

Jika Ibu mendengar suara tangisan tersebut, segera periksa dan ganti popok atau pakaian bayi, agar ia merasa nyaman kembali. Namun jika hal tersebut sudah dilakukan dan bayi malah makin meningkatkan intensitas menangisnya, mungkin saja ia merasa kedinginan, kegerahan atau gatal.

 

Ingin Bersendawa

Saat menyusui mungkin saja posisi Ibu dan bayi tidak tepat, sehingga menyebabkan udara masuk, dan membuat bayi ingin bersendawa. Si kecil pun akan menangis dengan mengeluarkan bunyi “eh” yang pendek dan secara berulang. Untuk menanganinya, Ibu bisa letakkan bayi di  bahu dengan posisi telungkup, sambil tepuk perlahan punggungnya untuk membantu bayi bersendawa.

 

Perut Kembung

Mungkin Ibu suka mendengar suara berbunyi “eair” yang bergetar dari mulut bayi. Tangisan bayi ini memiliki arti bahwa bayi merasakan ada tekanan gas di perutnya yang membuat ia tidak nyaman dan menjadi rewel. Selain memberi ASI, Ibu bisa menanganinya dengan cara memberikan pijatan lembut di sekitar perutnya.

Untuk menghilangkan rasa kembung pada perut bayi serta melancarkan pencernaannya, Ibu bisa memberikan pijatan I LOVE U yang bisa Ibu lakukan sendiri di rumah. Caranya sangat mudah hanya dengan melakukan pijatan dengan membentuk huruf “I”, “L”, dan “U” pada perut bayi.

Untuk memijat, gunakan dua atau tiga jari Ibu. Pertama-tama lakukan pijatan membentuk huruf “I” secara tegak lurus, yang dimulai dari bagian rusuk bawah hingga ke bawah perut. Kemudian lanjutkan dengan pijatan membentuk huruf “L” secara melintang dari bagian rusuk bawah sebelah kanan ke kiri, lalu turun ke perut bawah. Terakhir pijatan membentuk huruf “U” dimulai dari perut bawah kemudian naik ke bagian bawah rusuk sebelah kanan lalu ke kiri. Dan terakhir berpusat di perut bawah sebelah kiri.

Bagaimana, tak sulit kan Bu mengenal bahasa bayi lewat tangisannya? Setelah mengetahui arti tangisan bayi, Ibu pun bisa langsung segera merespon tangisan si kecil, agar ia selalu merasa aman dan nyaman.

Share artikel ini:

Artikel Terkait