Imunisasi Tak Hanya Untuk Bayi

Waktu pemberian: Setahun sekali, untuk Anda yang memiliki penyakit kronis seperti asma, diabetes, jantung, paru-paru, dan lain-lain. Vaksin ini juga dianjurkan untuk jemaah calon haji karena risiko tertular cukup tinggi.

MMR (Measles, Mumps, dan Rubella)
Melindungi dari: Measles (campak), Mumps (gondong) dan Rubella (campak Jerman). Ketiganya berbahaya dan memang sering dikenal sebagai penyakit anak-anak. Namun, sebenarnya penyakit ini juga bisa menyerang orang dewasa yang tidak mempunyai imunitas. Apalagi penyakit ini menular melalui udara. Pada orang dewasa, penyakit campak bisa sangat serius. Pada perempuan bisa mengakibatkan pembengkakan ovarium. Sementara pada lelaki bisa mengakibatkan radang testis.

Hepatitis A
Melindungi dari: Penyakit hepatitis A yang disebabkan virus  hepatitis.Virus ini menyebar melalui tinja dan penyebaran terjadi akibat buruknya tingkat kebersihan. Di negara-negara berkembang penyebarannya terjadi melalui air dan makanan. Gejala penyakit ini antara lain demam, mual dan urin berwarna gelap.

Demam Tifoid
Melindungi dari: Penyakit tifus yang gejalanya antara lain demam, sakit kepala, lesu, napas tak sedap, bibir kering dan pecah-pecah. Bakteri tifus masuk melalui saluran pencernaan dan menyebar ke seluruh tubuh. Itu sebabnya, disarankan selalu mencuci tangan sebelum makan dan pilih tempat makan yang bersih karena lalat lah si penyebar bakteri tifus ini.

Tetanus
Melindungi dari: Penyakit tetanus yang disebabkan kuman pada luka. Tetanus terjadi apabila seseorang menderita luka, gigitan, luka gores, luka bakar dan luka sayatan yang tidak diketahui, lalu terkontaminasi kotoran dan tidak cepat diobati. Akibatnya, kuman menyebar dalam tubuh dan menyebabkan anggota tubuh kejang.

Varisela (cacar air)
Melindungi dari: Infeksi varisela atau biasa disebut cacar air yang disebabkan virus. Cacar air pada orang dewasa bisa lebih berbahaya daripada anak-anak. Bahkan bisa berakibat kematian.

Hepatitis B
Melindungi dari: Virus Hepatitis B yang bisa memicu komplikasi seperti kanker hati.

Yellow fever
Melindungi dari: Penyakit demam kuning yang disebabkan virus dan ditularkan melalui nyamuk Aedes Aegypti.
Waktu pemberian: Vaksin ini diwajibkan WHO bagi semua orang yang akan berkunjung ke Afrika Selatan. Vaksinasi ini bisa diulang setiap 10 tahun.
Rabies
Melindungi dari: Penyakit rabies yang ditularkan melalui gigitan binatang yang terinfeksi, seperti anjing, serigala, dan kelelawar.

Meningitis (radang selaput otak)
Melindungi dari: Penyakit meningitis, yaitu radang selaput otak yang disebabkan bakteri.
Waktu pemberian: Vaksin ini diwajibkan untuk jemaah calon haji yang akan berangkat ke Arab Saudi. Perlu di ulang setiap 3 tahun.

  • Imunisasi pada orang dewasa tidak menimbulkan efek gemuk atau memicu jerawat. Namun, bagi penderita keloid (alergi kulit terhadap suntikan), bisa meminta vaksinasi oral, dan vaksin akan membentuk antibodi di dalam tubuh selama dua minggu.
  • Pada sebagian orang, imunisasi memang tidak memberikan efek samping. Namun sebagian kecil lainnya bisa. Reaksinya seperti bengkak dan nyeri di bawah kulit tempat suntikan diberikan (reaksi lokal), demam, lemah, nyeri otot, sakit kepala dan ruam kemerahan di tubuh (reaksi sistematik). Namun, reaksi ini akan hilang dalam 48 jam.
  • Cara lain yang lebih mudah dan murah untuk meningkatkan kekebalan tubuh adalah dengan menerapkan pola hidup sehat, yaitu istirahat cukup, mengonsumsi makanan bergizi, dan olahraga rutin.
  • Sebenarnya setiap orang mempunyai kekebalan tubuh alami yang dia dapatkan sejak lahir. Pola hidup tidak teratur lah yang akan membuat kekebalan tubuh perlahan menurun.
  • Sebelum melakukan imunisasi, sebaiknya konsultasi ke dokter lebih dulu. Jika sedang sakit, imunisasi sebaiknya ditunda karena antibodi tubuh sedang terpakai. Jika imunisasi tetap dilakukan, ditakutkan antibodi tidak akan terbentuk dengan baik dan malah bisa menimbulkan penyakit lain di dalam tubuh.
  • Sayang, di Indonesia belum ada pedoman khusus imunisasi untuk dewasa dari pemerintah.Vaksinnya pun masih terbatas pada Hepatitis A, Hepatitis B, Demam Tifoid, Meningitis dan Influenza.

Share artikel ini:

Artikel Terkait