Kalau Kakak Cemburu Pada Adiknya

Kelahiran adik baru, kadang-kadang memicu timbulnya sikap cemburu kakaknya. Berbagai bentuk kecemburuan yang dapat diekspresikan si kakak, misalnya: mengganggu atau menyakiti adik, rewel atau banyak maunya, selalu minta diperhatikan agar dapat mengalihkan perhatian orangtua dari adiknya, cengeng, marah-marah / ngambek / uring-uringan, minta segala sesuatu yang sama dengan yang ibu berikan kepada adik, dsb.

Dalam menghadapi sikap si kakak yang demikian, tidak heran kalau akhirnya banyak orangtua yang merasa kesal, sangat terganggu dan bingung bagaimana harus bersikap kepada anak. Sementara itu si kakak sendiri juga merasakan adanya ketidaknyamanan dengan kehadiran adiknya sehingga bukan tidak mungkin apabila perasaan ini terus berlanjut, maka akan memperburuk citra diri si kakak, seperti timbul rasa iri dan dengki, egois, merasa tidak berharga, kurang percaya diri, dsb. Selain itu juga dapat membuat hubungan si kakak dengan adiknya maupun dengan orangtuanya menjadi kurang harmonis, dimana hal ini akan berpotensi menciptakan masalah-masalah dalam perkembangan anak di kemudian hari.

Banyak hal yang bisa menjadi penyebab kenapa kakak cemburu pada adiknya, diantaranya :

  1. Orangtua tidak membiasakan anak untuk belajar berbagi dengan orang lain. Hal ini bisa terjadi misalnya pada anak yang dalam waktu lama menjadi anak tunggal, yang kurang ditanamkan pentingnya berbagi dengan orang lain. Sehingga dengan kehadiran adiknya ia merasa tersaingi karena harus berbagi kasih dan perhatian ibunya.
  2. Favoritisme orangtua. Orangtua lebih sering memuji-muji si adik daripada si kakak karena si adik dianggap lebih cakep, lebih lucu, dsb.
  3. Orangtua kurang memberi pemahaman dan pengenalan kepada si kakak akan hadirnya si adik,jauh-jauh hari sebelum kelahiran adiknya. Sehingga si kakak merasa tidak siap dengan kehadiran adiknya.
  4. Orangtua kurang melibatkan si kakak dalam mengurus si adik, sehingga si kakak tidak memiliki keterlibatan emosi dengan adiknya.
  5. Orangtua tidak adil dalam memberikan perhatian dan kasih sayang. Orangtua kurang memiliki waktu untuk si kakak sejak kehadiran adik, sehingga si kakak merasa terabaikan sejak kelahiran adiknya.
  6. Orangtua kurang peka terhadap perasaan si kakak, sehingga bertindak kurang bijaksana. Misalnya memukul atau berkata kasar pada si kakak, ketika ia menunjukkan kecemburuannya terhadap adiknya sehingga menimbulkan rasa dendam kakak terhadap adik dan orangtuanya sendiri, yang secara otomatis makin memperkuat rasa cemburunya terhadap si adik.

Untuk menghindari dan mengatasi kecemburuan kakak terhadap adiknya, berikut ini ada beberapa hal yang dapat dilakukan orangtua terhadap si kakak :

  1. Ajak si kakak mempersiapkan kelahiran adik. Pada saat hamil, ibu dapat memberitahu si kakak bahwa sebentar lagi ia akan mendapat seorang adik yang kelak dapat diajaknya bermain, sekaligus perlu dilindungi. Sesekali biarkan si kakak meraba perut ibu untuk merasakan gerakan si adik bayi. Sambil menunggu kelahiran si adik, libatkan si kakak dalam persiapan menyambut si adik, seperti mempersiapkan kamar tidur adik, kebutuhan mandinya, baju-baju adik, dsb.
  2. Beritahu si kakak bahwa saat ibu melahirkan nanti, ia tidak akan bertemu ibu untuk sementara waktu, sehingga si kakak tidak cemas dengan ketidak hadiran ibu di rumah, saat kelahiran adiknya. Bila memungkinkan ajak dia untuk menjenguk ibu dan adik di rumah sakit, agar si kakak dapat melepas rasa rindu terhadap ibunya dan mulai membiasakannya untuk menerima kehadiran adik sebagai anggota baru dalam keluarga.
  3. Untuk beberapa kegiatan yang bisa dilakukan bersama, ajak si kakak untuk berada di dekat anda sewaktu anda berada dekat si adik. Misalnya si kakak boleh makan sambil duduk di samping ibunya yang sedang menyusui adiknya. Hal ini diharapkan dapat memberi pemahaman pada si kakak bahwa ibu bisa tetap ‘dekat’ dengannya walaupun ada adik.
  4. Berikan kesempatan pada si kakak untuk dapat berinteraksi dengan adiknya. Hal ini misalnya dilakukan dengan cara melibatkannya dalam membantu mengurus bayi sehari-hari sesuai dengan kemampuannya seperti mengambilkan popok atau bedak si adik,menunggui adiknya, melucu,menyanyikan adik, dsb. Beri pujian pada saat ia bersikap baik terhadap adiknya dan ucapkan terimakasih yang tulus bahwa ia sudah membantu ibu mengurus adik, sehingga timbul perasaan berharga pada diri si kakak dan mendorongnya untuk terus bersikap baik terhadap adiknya.
  5. Pada saat ibu terlalu sibuk dengan si adik, bekerjasamalah dengan suami, untuk menemani dan memberi perhatian kepada si kakak.
  6. Jangan membanding-bandingkan anak. Terimalah setiap anak apa adanya, hindari favoritisme yang dapat membuat anak merasa tersisihkan atau kurang berharga. Bila ada orang lain yang memuji si adik, segera lakukan hal yang sama untuk si kakak.
  7. Sesekali ciptakan waktu khusus untuk berdua saja dengan si kakak agar kualitas hubungan dengan si kakak dapat tetap terjaga. Misalnya melakukan kegiatan yang menyenangkan seperti bermain atau sekedar ngobrol. Sehingga kurangnya waktu bersama si kakak karena tersitanya waktu ibu untuk mengurus adik, dapat tergantikan.
  8. Ceritakan bagaimana dahulu ibu memperlakukan si kakak ketika ia masih bayi. Tunjukkan bahwa hal yang sama juga ibu lakukan saat ini terhadap si adik. Sehingga si kakak merasa tidak diperlakukan berbeda dengan adiknya.
  9. Bila si kakak mengekspresikan kecemburuannya dengan cara yang negatif, perbaikilah sikapnya dengan meng gunakan cara-cara yang lembut, penuh kasih sayang dan bijaksana. Buktikan bahwa orangtua tetap menyayanginya sekalipun ada adiknya. Jangan menggunakan kata-kata kasar apalagi kekerasan fisik, yang justru akan memacu timbulnya sikap dendam dan kecemburuan yang lebih besar terhadap adiknya.

Share artikel ini:

Artikel Terkait