Kebiasaan Makan Orangtua Membentuk Kebiasaan Makan Anak

Anak belajar dari meniru, khususnya meniru orang-orang yang ada di lingkungan terdekatnya. Karena itu apa yang dilakukan oleh orangtua biasanya akan ditiru oleh anak. Termasuk dalam kebiasaan makan. Seperti kebiasaan orang tua yang suka menyisihkan sayur saat makan. Lantas bagaimana sebenarnya sikap orang tua  yang benar ?

Disadari atau tidak, banyak orang tua yang secara tidak langsung memberikan contoh tidak baik terhadap anak-anak. Terutama kebiasaan di saat makan. Banyak orang tua yang makan berlebihan terutama saat mengonsumsi makanan kesukaan. Terkadang orang tua juga membeli makanan jajanan yang tidak sehat di depan anak-anak. Kebiasaan jajan makanan orang tua, akan ditiru oleh anak-anak. Begitu juga dengan kebiasaan menyisakan makanan atau menyisihkan makanan yang tidak disukai. Padahal bisa jadi makanan yang disisihkan ini justru mengandung nutrisi yang esensial bagi tubuh.

Ada banyak kebiasaan buruk kita soal makanan yang tentunya tidak baik jika sampai menurun ke anak. Mungkin orantua tanpa sadar melakukannya di depan anak, karena sudah menjadi kebiasaan.

Berikut ini adalah pengingat bagi Anda, beberapa kebiasaan makan yang sebaiknya tidak ada lakukan di depan si Kecil.

1.     Jangan mengonsumsi makanan kesukaan secara berlebihan; Kebiasaan ini akan dicontoh oleh anak. Konsumsi makanan tertentu yang berlebihan, apalagi jika makanan tersebut berupa junk food yang tinggi lemak, gula, dan garam akan berdampak negatif untuk kesehatan tubuh.

2.     Jangan jajan sembarangan; Mengonsumsi makanan jajanan yang sehat dan terjaga kebersihannya boleh-boleh saja. Namun terkadang orang tua seringkali tidak bisa menahan hasratnya untuk membeli jajanan pinggir jalan yang tidak higienis. Apa jadinya jika kebiasaan ini dicontoh oleh anak? Beragam penyakit seperti diare hingga keracunan makanan bisa terjadi jika jajan sembarangan. Belum lagi bahaya pewarna, pengawet dan penguat rasa yang dapat menggangu kesehatan anak.

3.     Jangan menyisakan makanan; Menyisakan makanan yang tidak disukai di atas piring memberi contoh yang tidak baik bagi anak. Kebiasaan ini bisa ditiru jika anak tidak menyukai rasa tertentu dari makanan. Kebiasaan ini dapat berakibat buruk terhadap kesehatan anak jika dilakukan terhadap bahan makanan yang mengandung nutrisi esensial bagi tubuh. Seperti tidak menyukai susu, sayuran, ikan, atau buah.

4.     Jangan mencela makanan; Ungkapan orang tua terhadap makanan tertentu seperti, “ makananya tidak enak, makanan ini berlendir, makanan ini pahit, atau makanannya terlalu lunak.” Kebiasaan mencela makanan di depan anak akan ditiru dan memberikan presepsi di dalam diri anak, bahwa kita boleh tidak menyukai makanan yang dianggap kurang enak. Padahal makanan yang dianggap kurang enak belum tentu buruk dilihat dari sisi nutrisi. Seperti pare yang pahit justru kaya vitamin dan mineral atau sayuran terung yang berlendir justru kaya nutrisi. Jadi berhati-hatilah dalam menunjukkan ekspresi ketidaksukaan di depan anak.

5.     Jangan memuji kualitas dan rasa makanan karena harganya mahal atau karena produk impor; Kebiasaan orang tua seringkali memberikan ekspresi berlebihan terhadap produk makanan yang mahal atau impor. Jika dilihat anak, presepsi mereka akan memandang sebelah mata akan produk lokal yang murah. Padahal untuk produk tertentu seperti sayuran dan buah, produk lokal justru lebih terjamin kesegarannya. Meskipun murah, kandungan sayuran dan buah lokal juga mengandung nutrisi yang sama baiknya.    

Memang terkadang sulit untuk mengubah kebiasaan yang sudah bertahun-tahun kita lakukan, tetapi tentu setiap orangtua ingin yang tebaik bagi si Kecil, bukan? Ayo mulai menerapkan kebiasaan makan yang sehat agar keluarga selalu mendapatkan yang terbaik.

Share artikel ini:

Artikel Terkait