Keluarga Juga Perlu Meeting

Jika dibiasakan, family meeting bisa menjadi metode jitu untuk menjalin kedekatan dan kerjasama di antara anggota keluarga.

Kata ”meeting” mungkin tidak asing lagi bagi Anda, orangtua yang bekerja. Tidak seperti business meeting, family meeting tampaknya bukan hal yang terlalu populer dan dianggap penting oleh sebagian besar keluarga di Indonesia, sehingga jarang atau mungkin tidak pernah dilakukan apalagi dibiasakan. Mengapa?

Psikolog UI, Dra. Ina Saraswati, M.Si melihat, hal ini bisa terjadi karena umumnya keluarga di Indonesia merasa bahwa mereka sudah cukup berkomunikasi. Sementara anak butuh belajar sharing, belajar bertoleransi, belajar untuk memecahkan masalah dan berani mengambil keputusan yang bisa dipelajari sewaktu meeting.

Sementara itu, Vriti Kush Mahtani, pakar yang lebih dari 10 tahun menggeluti dunia anak melihat bahwa hal ini tidak secara khusus terjadi pada masyarakat Indonesia. Tetapi karena orangtua kurang memiliki informasi mengenai betapa pentingnya family meeting bagi keluarga, khususnya bagi anak-anak. “Anak-anak membutuhkan dukungan orangtua sepanjang hidupnya. Karena itu waktu berkumpul bersama keluarga menjadi sangat penting,” kata Vriti.

Meeting keluarga menurut Ina, juga penting untuk menjadi media untuk memecahkan masalah. “Sejak anak-anak masih kecil, orangtua harus terbiasa untuk menghampiri dan berbicara pada anak, bertanya apa yang mereka alami dan pertanyaan-pertanyaan lain yang berpusat pada anak dan menarik baginya dan bukan melulu tentang hal-hal yang menarik bagi orangtua saja,“ papar Vriti.

Dengan begitu anak pun akan belajar untuk bicara, sehingga orangtua bisa mengetahui apa yang ada dalam pikirannya. “Apalagi jika mereka sudah beranjak remaja, bagaimana Anda melakukan semua itu? Jika sejak dini Anda tidak terbiasa untuk duduk bersama, berkumpul dan berbicara dengan keluarga, bagaimana mungkin Anda dapat mengetahui apa yang ada di pikiran mereka? ” ujar Vriti.

Vriti menambahkan, waktu berkumpul bersama keluarga juga dapat dijadikan media untuk membekali anak dengan berbagai macam keterampilan hidup untuk mengembangkan kemampuan sosial, fisik, kognitif, kreatif dan emosional mereka. “Lalu bagaimanakah cara melakukan itu semua? Anda hanya dapat melakukannya dalam family gathering”.

Karena begitu pentingnya, kebiasaan melakukan family meeting ini menurut Vriti, sangat perlu dilakukan sejak anak-anak masih berusia dini. “Karena usia 0-8 tahun adalah masa-masa yang penting untuk membantu anak tumbuh dan berkembang secara optimal. Jadi, penting sekali untuk memulainya sejak dini,” jelas Vriti.

Bagaimana Melakukannya?

Sesuaikan dengan Kebutuhan
Dalam pelaksanaannya, Ina menyarankan agar family meeting disesuikan dengan kebutuhan dan kegiatan masing-masing anggota keluarga, juga usia anak.

  • Kalau suatu keluarga memiliki anak yang masih kecil, ada baiknya pertemuan keluarga dilakukan menjelang si kecil tidur, sambil menemaninya atau bisa juga dilakukan sambil bermain bersama atau bercerita atau sambil berjalan-jalan. Setelah anak makin besar, kegiatan bisa dipindahkan di meja makan.
  • Jika semua anggota keluarga sibuk dengan berbagai kegiatan, upayakan untuk melakukan kompromi untuk mendapatkan kesepakatan, sehingga tidak ada pihak yang merasa dipaksa untuk melakukannya.

Family Meeting Bukan Business Meeting
Menurut Vriti, family meeting tidak sama dengan business meeting. Family meeting harus bersifat informal, untuk membangun suatu hubungan jangka panjang (longlife relationship) dengan anak. “Itulah esensi dari sebuah keluarga,” katanya. Karena itu Vriti menyarankan, family meeting sebaiknya didesain dengan prinsip:

  • Famiy meeting harus dibuat menyenangkan dalam suasana informal sehingga setiap anggota keluarga merasa nyaman.
  • Sangat tidak dianjurkan untuk menetapkan waktu pertemuan yang kaku dan tidak bisa diganggu-gugat.
  • Orangtua sebaiknya memiliki ide tentang apa yang akan dibicarakan, disampaikan dan coba untuk dipahami, sehingga pertemuan berjalan dengan jelas.
  • Untuk kasus-kasus tertentu boleh saja meeting dilakukan dengan lebih serius, misalnya ketika ada masalah keluarga.

Komunikasi Dua Arah
Baik Ina maupun Vriti sepakat menyetujui pentingnya komunikasi dua arah dalam family meeting. Ada beberapa alasan yang mendasarinya:

  • Jika maksud orangtua disampaikan dengan satu arah,maka pesan tersebut tidak akan sampai.
  • Jika orangtua mencoba untuk mendengarkan anak-anaknya, maka pada saat itu tingkat stress anak menurun.
  • Jika anak tidak mau bicara, Anda perlu mencari penyebabnya. Apakah Anda terlalu dominan atau memang si kecil yang terlalu tertutup.

Mulai dan Akhiri dengan Hal Menyenangkan
Agar family meeting bisa menjadi momen yang ditunggu-tunggu oleh tiap aggota keluarga, usahakanlah untuk memulai dan mengakhirinya dengan hal-hal yang menyenangkan.

  • Biasakanlah untuk membuka meeting dengan memberikan penghargaan, pujian ataupun apresiasi atas hal-hal baik yang telah dilakukan
  • Jangan lupakan bagian akhir. Kreatiflah dalam merancang dan mempersiapkan penutup yang menyenangkan dari tiap pertemuan.

(PT. Nestlé Indonesia bekerja sama dengan majalan Inspired Kids)

Share artikel ini:

Artikel Terkait