@shutterstock

Kenali Lingkungan Hijau Dari Hutan Mangrove

Hutan menjadi tempat hidup banyak hewan yang ada di daratan. Bahkan bukan hanya hewan, beberapa manusia juga memanfaatkan sumber daya hutan untuk kebutuhan hidup. Uniknya, hutan ternyata tak selalu ada di daratan lho. Jika hal ini Anda beritahukan pada si kecil, mungkin akan membuatnya terkejut. Benar saja, jauh di dekat pesisir pantai tumbuh sekumpulan pohon dari dalam air. Pohon ini tak lain adalah bakau, sedangkan habitatnya disebut sebagai hutan bakau atau mangrove.

Untuk mengasah pemahaman si kecil tentang wawasan lingkungannya, tak ada salahnya untuk mengenalkan hutan mangrove kepadanya. Lalu, hal penting apakah yang perlu Anda sampaikan pada anak tentang hutan bakau ini?

Rumah beberapa hewan laut
Jika hutan yang ada di daratan menjadi tempat tinggal banyak hewan seperti orang utan, kera, maupun harimau, maka hutan mangrove juga menjadi rumah bagi beberapa hewan air. Paling banyak dihuni oleh ikan-ikan kecil, kepiting, udang, sampai terumbu karang. Akar mangrove merupakan tempat sembunyi dan bertelur beberapa ikan yang aman. Di samping itu, arus laut lebih tenang di bawah bakau ini, sehingga banyak mengundang plankton yang merupakan makanan sebagian besar hewan laut.

Penghidupan masyarakat adat
Seperti kayu besi yang tahan air, kayu mangrove juga sangat kuat dan tidak mudah membusuk baik karena faktor perubahan cuaca, pembusukan serangga, apalagi air. Masyarakat adat sangat bergantung dengan kayu di hutan bakau. Selain dijadikan bahan bakar, mereka juga menggunakannya untuk bahan baku pembuatan perahu nelayan. Hebatnya, mereka tidak menebang secara liar maupun besar-besaran, sehingga tetap menjaga kelestarian alam.

Mencegah abrasi
Efek dari penebangan hutan secara liar akan mudah menimbulkan longsor saat musim hujan. Begitu juga dengan hutan bakau yang ditebang secara besar-besaran akan membuat abrasi atau pengikisan daratan yang disebabkan gelombang air laut. Sistem perakaran mangrove sangat kokoh dan kuat, sehingga bisa menjaga garis pantai agar tak mudah erosi baik karena badai maupun gelombang air laut. Maka dari itu, masyarakat adat sering mengajak program tanam mangrove agar kelestarian hutan mangrove bisa terjaga lebih lama.

Tempat wisata
Bisa jadi hutan mangrove adalah wujud hutan alami yang paling seru untuk dikunjungi bersama si kecil. Bagaimana tidak, selain bisa menikmati hijaunya dedaunan mangrove, Anda dan si kecil bisa menikmati jernihnya perairan yang di bawah hutan bakau. Sambil melihat keindahan alam ini, beritahukan kepada buah hati Anda bahwa mungkin 10 tahun lagi belum ada pemandangan seindah ini jika tak ada manusia yang menjaganya.

Yuk, tanamkan kesadaran akan rasa peduli lingkungan hijau dengan mengajak buah hati Anda ke ekowisata hutan mangrove terdekat. Happy weekend!

 

Share artikel ini:

Artikel Terkait