Ketika Si Kecil Meminta Ponsel

Keberadaan telepon seluler atau ponsel memang sudah jadi kewajiban primer di masa ini. Tanpa ponsel, sulit membayangkan bisa berbicara dengan seseorang di mana pun kapan pun. Tetapi ketika anak Ibu meminta dibelikan telepon seluler untuk dirinya sendiri, perlukah mengabulkan permintaannya itu?

Untuk itu, mari kita lihat dari sisi positif dan negatifnya.

Sisi positif

Jika anak punya ponsel, Ibu dapat menghubunginya atau berkirim pesan untuk tahu dia di mana, sedang apa, sudah makan atau belum, bagaimana PR dan sebagainya. Demikian pula sebaliknya. Anak-anak dapat merasa lebih tenang dan aman sebab mereka dapat menghubungi orangtua setiap saat.

Dengan ponsel pintar (smartphone) anak Ibu juga dapat mendapatkan informasi dari ujung jemari sehingga pengetahuan mereka bertambah.

Sisi negatif

Karena ponsel bekerja menggunakan gelombang radio, ada kemungkinan radiasinya dapat mempengaruhi kesehatan anak (apalagi di umur-umur otak mereka sedang berkembang). Memang belum ada hasil riset yang secara definitif memaparkan bahaya radiasi ponsel terhadap tubuh manusia, tapi tidak ada salahnya berjaga-jaga.

Itu yang pertama. Yang kedua, masih berhubungan dengan kesehatan. Dalam sebuah survei yang dipublish di Journal of Pediatric Psychology Canada mengungkap, empat dari lima anak-anak yang memiliki ponsel pergi tidur dengan ponsel berada dalam jangkauan. Pola tidur mereka dapat terganggu (karena merasa perlu mengecek ponsel setiap saat). Pastikan Ibu menyiasati hal ini dengan menetapkan aturan di awal saat membelikan ponsel. Sebab, tidur yang nyenyak amatlah penting bagi anak-anak.

Yang ketiga, bila Ibu punya anak remaja, pastikan mereka tidak mengendarai mobil atau motor sambil bermain ponsel. Dampak bermain ponsel saat berkendara sama saja seperti mengonsumsi alkohol. Sebagaimana orang dewasa, anak-anak berpikir mereka bisa multitasking – melakukan banyak hal pada saat bersamaan. Padahal yang terjadi adalah perhatian yang terbelah.

Sisi negatif keempat yang perlu dipertimbangkan adalah konten buruk yang mungkin mereka akses lewat ponsel pintar. Ingat, mereka dapat mengakses konten pornografi, kekerasan dan bahkan dibully dengan mudah.

Jika anak Ibu termasuk orang yang kerap kehilangan barang, pertimbangkan pula apakah Ibu mau membelikannya ponsel mahal (yang rentan dicuri/dicopet).

Semoga artikel ini membantu, dan selamat menentukan!

Share artikel ini:

Artikel Terkait