@shutterstock

Kiat Mengajarkan Pendidikan Seksual Bagi Si Kecil

Bagi sebagian orang hal-hal yang berhubungan dengan seksual cenderung tabu untuk dibicarakan. Bahkan tak sedikit yang menyebutnya sebagai hal yang kurang baik. Padahal, pendidikan seks dasar sangat penting bagi si Kecil untuk mengetahui perbedaan laki-laki dan perempuan. Sehingga adanya pendidikan seksual amat dibutuhkan oleh si kecil sedini mungkin.

Bagaimana cara terbaik untuk mengajarkannya pada anak-anak?

Berikan pemahaman dasar
Manusia diciptakan dalam dua bentuk, yaitu laki-laki dan perempuan. Masing-masing memiliki perbedaan sesuai dengan jenis kelaminnya. Anda tak perlu ragu untuk menjelaskan kepada si kecil bilamana pria dan wanita memiliki bentuk fisik yang berbeda. Dari perbedaan inilah mereka akan tertarik satu sama lain.

Jelaskan bentuk tubuh
Usai Anda memberitahukan kepada si kecil tentang sifat dasar manusia, pertanyaan anak akan mengarah lebih mendalam. Dia akan menanyakan apa perbedaan dari tubuh manusia tersebut? Tunjukkan bagan bentuk tubuh manusia. Perempuan memiliki payudara dan laki-laki tidak, demikian pula dengan alat kelamin yang tak sama. Perbedaan inilah yang membuat mereka dilarang berdekatan  tanpa menggunakan baju.

Pergaulan laki-laki dan perempuan
Cepat atau lambat, anak-anak bakal menanyakan dari mana adik bayi itu ada? Kok bisa tiba-tiba masuk dalam perut. Lewat momen ini bisa Anda manfaatkan untuk menjelaskan kepada si kecil bahwa ini semua bagian dari siklus hidup. Adanya anak kecil yang ada dalam perut ibu merupakan buah dari pernikahan. Seseorang yang kelak sudah menikah juga akan memiliki anak yang dikandung dalam perut ibu.

Maka dari itu, hanya ibu yang sudah pernah menikah yang boleh mengandung. Anak kecil belum boleh karena masih harus belajar dulu sampai pintar dan banyak makan asupan yang bergizi agar bisa tumbuh dewasa. Selain itu, sebelum menikah laki-laki dan perempuan yang bukan keluarga tidak boleh pergi berdua apalagi tinggal satu rumah, karena bisa belum saatnya. Berikan edukasi ini secara bertahap seiring dengan perkembangan usianya.

Hal yang paling penting jangan lupa bicaralah apa adanya tentang seksualitas namun dengan takaran bahasa sesuai usia anak. Sebab, ketidakjujuran hanya akan membuat rasa penasaran si kecil semakin besar.

 

Share artikel ini:

Artikel Terkait