©shutterstock

Koleksi Tanaman Lebih Awet dengan Herbarium

Herbarium merupakan salah satu teknik pengawetan tanaman, biasanya disimpan secara sistematis dan dikumpulkan untuk keperluan referensi maupun penelitian. Untuk membuatnya diperlukan tanaman dan penjelasannya. Tanaman ditekan sampai kering di antara kertas minyak sehingga menyerap kelembaban dan diberikan label yang sesuai.

Selain dapat digunakan sebagai kegiatan pengisi waktu, herbarium juga dinikmati karena menghasikan bentuk yang indah. Simak tahap-tahap pembuatan herbarium berikut ini ya.

Pengumpulan Tanaman

Kumpulkan tanaman yang akan diawetkan dengan herbarium, lalu catat informasi yang menyertainya, seperti nama ilmiah tanaman, habitat, tempat dan tanggal pengambilan, tinggi, warna, adanya getah, bau, dan rasa. Bunda bisa mengambil bunga, batang, daun, biji, dan buah. Bawa tanaman-tanaman tersebut dengan kantung plastik atau ember yang diisi beberapa inci air dalamnya agar tidak mudah layu. Tumbuhan harus sesuai dengan standar herbarium yaitu 11,5 x 16,5 inci. Gunakan juga bunga, buah-buahan dan beberapa akar untuk menunjukkan caranya tumbuh.

Pengawetan Tanaman

Tanaman yang siap diawetkan dengan herbarium harus ditekan dan dikeringkan secepat mungkin. Semakin cepat mengering, warna yang timbul lebih tahan lama dan baik. Atur posisinya di atas kertas secara teliti, karena hanya dapat melakukan perubahan kecil jika tanaman sudah terlanjur mengering. Jika tanaman yang digunakan terlalu besar atau lebar, lengkungkan sedikit agar sesuai dengan lebar kertas. Tulis nomer koleksi dan nama ilmiah tanaman, serta info-info lainnya. Herbarium kemudian ditutup dengan kertas minyak dan tidak dipisahkan sampai tanaman menjadi kering.

Penyimpanan Herbarium

Herbarium yang ditempelkan pada kertas berisiko mengalami kelembaban dan tidak tahan lama. Gunakan kertas minyak dan karton bergelombang untuk memungkinkan aliran udara, sehingga tidak lembab. Letakkan dalam rak yang cukup udara dan cahaya matahari untuk menghindari perubahan warna dan timbulnya jamur akibat disimpan terlalu lama.

Cukup mudah kan cara-cara pembuatan herbarium? Bunda juga dapat melibatkan si Kecil untuk membantu menyesaikannya. Selain memberikan edukasi tentang tanaman, kegiatan ini juga dapat dijadikan hobi untuk menyingkirkan kebosanan karena rutinitas sehari-hari. Selamat mencoba ya.

Share artikel ini:

Artikel Terkait