Komplikasi Pilek

Pilek tergolong penyakit umum. Namun jangan anggap enteng karena komplikasinya bisa menyebar ke mana-mana dan dapat menjadi membahayakan. Apa saja yang perlu diwaspadai?

DALAM setahun anak-anak dan dewasa bisa beberapa kali terserang pilek. Penyebabnya batuk pilek ini disebabkan karena masuknya virus flu ke dalam saluran pernapasan atas. Selain itu pilek juga bisa disebabkan oleh faktor alergi.

Berbeda dengan pilek oleh virus, pilek alergi tidak diawali dengan masuknya virus flu. Maka selain tidak disertai dengan munculnya demam, pilek alergi bersifat khas. Tetap saja pilek, sering pada saat-saat tertentu, dan muncul berulang secara periodik. Misal, hanya pilek kalau pagi hari, atau selama di kamar tidur saja, atau bila menghirup bau sesuatu, dan secara keseluruhan anak tampak sehat.

Pilek flu tidak kenal musim, dan tidak periodik pada waktu-waktu tertentu saja. Kebanyakan memang pada musim penghujan, atau musim peralihan musim kemarau ke penghujan, atau sebaliknya. Biasanya selalu disertai demam dan kondisi tubuh lemah lesu.

Influenza A
Virus penyebab batuk pilek banyak jumlahnya. Ada jenis yang jinak, ada pula yang ganas. Termasuk di sini virus flu burung, dan flu babi. Namun dalam keseharian, beberapa jenis virus flu A yang lazim menyerang manusia. Di negara empat musim, virus ini sering lebih ganas dan cenderung mewabah. Mereka membentengi tubuh terhadap ancaman virus influenza dengan vaksinasi. Tidak demikian di negara kita.

Flu sering dianggap sebagai penyakit lumrah yang sering diabaikan karena tidak berbahaya, oleh karena itu, serangan flu sering berlanjut dengan komplikasi. Sejatinya ketika sedang flu tidak dianjurkan melakukan aktivitas di luar rumah. Selain mencemari udara di sekitar kantor, sekolah, atau tempat kegiatan lain, tubuh juga makin lemah dengan tetap melakukan aktivitas fisik. Cara paling ampuh melawan virus yang sudah masuk ke dalam tubuh hanyalah dengan mengandalkan imunitas atau daya-tahan tubuh.

Agar imunitas tubuh tetap tangguh, perlu menu bergizi tinggi, yang berprotein, disantap hangat-hangat, dan cukup minum. Tak kurang penting memberi tubuh waktu untuk beristirahat dari segala aktivitas termasuk yang paling ringan sekalipun. Dengan cara begitu, daya-tahan tubuh akan lebih kuat melawan virus. Pemberian antibiotika pada penyakit yang disebabkan oleh virus hanya sia-sia, selain pemborosan biaya berobat, karena virus tak mati oleh antibiotika.

Infeksi superbugs
Yang kerap terjadi, jika selama flu tetap melakukan aktivitas, maka kondisi tubuh dilemahkan, sehingga infeksi oleh bibit penyakit lain berpotensi ikut berkembang. Serangan infeksi yang berkembang biasanya menyerang saluran napas bagian bawah, yakni batang tenggorokan (bronchus) sampai paru-paru, kalau bukan yang biasa menyerang telinga tengah.

Oleh karena itu ada istilah infeksi saluran napas atas (ISPA), dan ada pula infeksi saluran napas bawah, atau sebagai kelanjutan dari ISPA. Serangan lanjutan ini biasanya lebih berat, hingga memerlukan penanganan khusus. Mungkin juga memerlukan perawatan rumah sakit bila yang terjadi infeksi paru-paru (bronchopneumonia).

Sehabis flu, demam meninggi lagi, muncul sesak napas, dan batuk-batuk berlanjut. Bila flu tak menyembuh, dan makin memburuk, pikirkan kemungkinan sudah terjadi komplikasi. Kita menyebutnya infeksi superbugs.

Selain ke paru-paru, telinga tengah tak jarang menjadi sasaran. Kita tahu saluran penghubung telinga dengan rongga hidung (tuba eustachius) pada anak masih terbuka, sehingga infeksi di hidung dan tenggorokan sebagaimana lazimnya flu, akan mudah menjalar memasuki ruang telinga tengah lewat saluran itu. Karenanya, komplikasi flu acap berkomplikasi menjadi infeksi telinga tengah yang dapat menyebabkan ketulian (otitis media chronica) pada usia anak.

Kalau sudah sampai menjalar ke telinga tengah, sering tak dapat terpulihkan bila terlambat ditangani. Infeksi telinga tengah menghasilkan nanah di ruang telinga tengah yang akan mendesak dan menerobos gendang telinga.

Akan lebih bahaya apabila komplikasi tidak hanya menerobos gendang telinga, melainkan merusak tulang pendengaran juga. Kerusakan tulang pendengaran merupakan akibat terburuk, karena tak mudah mengganti tulang pendengran yang sudah rusak.

Tak cukup obat generik
Pilek perlu dijinakkan. Caranya dengan mengistirahatkan badan. Jangan biarkan anak bermain diluar. Upayakan lebih banyak di dalam rumah, menu bergizi tinggi, cukup minum, dan makanan-minuman dibuat lebih hangat. Baluri badan dengan obat gosok. Obat flu generik diberikan kalau anak gelisah oleh hidung tersumbat, dan batuk yang tak berhenti, serta demam yang mengganggu.

Bila badan kuat, flu mereda sendiri dalam beberapa hari. Namun bila flu masih berlangsung lebih seminggu, waspadalah. Mungkin penyakitnya sudah berlanjut. Selama masih hanya virus, lendirnya biasanya encer dan bening. Setelah ditumpangi bibit penyakit, biasanya oleh jenis kuman pendompleng, lendir berubah jadi kental dan berwarna kuning sampai kehijauan.

Selama masih hanya virus, obat generik saja membantu meredakan keluhan flu, dan beristirahat tanpa aktivitas dapat menguatkan badan untuk melawan virusnya. Namun bila sudah ada kuman lain, itulah saatnya periksa ke dokter.

Jadi sesungguhnya komplikasi masih bisa dicegah dengan lebih mewaspadai kelanjutan flu yang mungkin terjadi. Yaitu bila demam muncul kembali, kondisi anak tampak lebih lemah dan lesu, jenis gejalanya bertambah, selain lendirnya juga berubah.

Tanda-tanda awal serangan infeksi telinga tengah adalah anak mengeluh nyeri di dalam telinganya. Anak memegang-megang bagian telinganya, dan rewel. Jangan tunggu komplikasi berkepanjangan. Segera minta bantuan dokter memberikan antibiotika yang sesuai untuk menghentikannya, agar komplikasi tidak berakhir buruk, atau sampai terjadi kematian.***

Share artikel ini:

Artikel Terkait