©shutterstock

Kompos Atau Pupuk Urea? Edukasi Dampak Pupuk bagi Kesuburan Tanah

Salah satu bahan yang biasa digunakan dalam berkebun adalah pupuk, yang diperlukan oleh tanaman agar bisa tumbuh subur. Ada beberapa jenis pupuk yang sering digunakan, misalnya kompos dan pupuk urea.

Pupuk organik maupun anorganik sama-sama menyediakan nutrisi yang dibutuhkan untuk tanaman. Namun penggunaannya yang tidak tepat justru akan merusak kualitas tanah. Simak dampak pupuk kompos dan urea terhadap kondisi tanah, seperti yang ditulis oleh Renee Miller untuk situs SFGate.

Komposisi Pupuk

Pupuk melengkapi tanah dengan makronutrisi seperti nitrogen, fosfor, dan kalium. Pupuk kompos berisi bahan-bahan seperti sisa tanaman, sampah basah, dan kotoran hewan. Sedangkan pupuk urea mengandung mineral atau bahan kimia sintetik, biasanya terbuat dari minyak bumi atau gas alam.

Ketersediaan Nutrisi

Pupuk kompos melepaskan nutrisi hanya ketika suhu tanah menjadi hangat dan lembab, yang cenderung sesuai dengan kebutuhan tanaman. Akan tetapi, dibutuhkan organisme tanah untuk memecah bahan organik di dalamnya sehingga nutrisi yang diberikan lebih lambat. Metode slow release ini mengurangi risiko hilangnya zat hara alami di tanah, tapi membutuhkan waktu lama untuk memasok nutrisi ke tanaman. Sebaliknya pupuk urea memberikan nutrisi ke tanaman secara instan, namun membutuhkan konsentrasi yang tepat agar tanaman tidak mati. Selain itu, pelepasan zat-zat yang berjalan cukup cepat itu mudah larut dalam tanah sebelum akar tanaman dapat mencapainya.

Biaya

Biaya pembuatan kompos yang membutuhkan waktu lama terkadang lebih tinggi daripada membeli pupuk sintetik. Tapi seiring berjalannya waktu, semakin lama tanah diberi pupuk kompos, komposisi dan tekstur tanah menjadi lebih baik. Jadi, sementara pupuk urea lebih murah jika digunakan dalam jangka pendek, pupuk kompos baik bagi tanah dalam jangka panjang.

Dampak bagi Lingkungan

Pupuk urea memang memberikan nutrisi ke tanaman dengan lebih cepat, akan tetapi mudah larut jika terkena air hujan atau penyiraman sehingga dengan cepat merembes ke tanah yang lebih dalam. Penggunaan dalam dosis berlebihan justru menyebabkan tanaman mudah layu dan membangun konsentrasi garam beracun dalam tanah, sehingga terjadi ketidakseimbangan kimia tanah dan dapat mengubah pH alami tanah. Lain halnya dengan pupuk kompos. Pupuk organik ini memang membutuhkan waktu lama untuk membuat tanaman menjadi subur, tapi minim risiko penumpukan racun di dalam tanah karena terurai sepenuhnya. Selain itu juga meningkatkan mikroba dalam tanah yang baik bagi kesuburan dan pertumbuhan tanaman.

Gunakan pupuk secara efektif dan tepat, untuk menghindari kerusakan pada tanah ya.

Share artikel ini:

Artikel Terkait