Komunikasi Lancar, Si Kecil pun Makin Rajin Belajar

Yang terhormat pengasuh rubrik,

Saya mempunyai anak perempuan yang baru duduk di kelas TK B. Setiap kali ada PR ia tidak mau mengerjakan jika tidak saya dampingi. Memang sih, sambil belajar saya sering mengajaknya berkomunikasi, sehingga ia merasa senang bila saya mendampingi. Benarkah komunikasi yang lancar dapat memacu semangat belajar? Terimakasih atas penjelasannya.
Ny. Winneke - Manado

Ibu Winneke yang terhormat,
Dari cara ia memilih teman belajar dapat kita mengerti, bahwa ia cenderung memilih orangtua, khususnya Mama sebagai teman belajar. Hal ini menunjukkan bahwa komunikasi menjadi kunci utama, terbukti dengan seringnya mendengar cerita-cerita dari sang Mama, tercipta suasana hati yang menyenangkan.

Terciptanya komunikasi yang lancar antara orangtua dan anak dapat membantu anak untuk lebih mengenal siapa dirinya, bagaimana perasaannya (apakah sedang senang, sedih, dan sebagainya), apa yang sedang ada dalam pikirannya, keinginannya untuk mengekspresikan diri, dan lain-lain.

Dengan kemampuannya memahami perasaannya sendiri, maka ia pun akan lebih mudah menumbuhkan empatinya pada orang lain. Semakin ia terlatih mengenali emosi, ia pun akan memiliki kemampuan mengendalikan sesuatu yang telah diketahui atau memiliki problem solving yang tinggi.

Bagaimana menyikapi anak yang kesulitan mengerjakan PR? Tanggapilah dengan penuh kesabaran, dan bukan mencemooh, karena hal ini akan merusak komunikasi Anda dengannya. Terapkan proses saling mendengarkan dan didengarkan, karena hal ini membuatnya terbuka, yang pada akhirnya dapat mengasah daya kritis dan kreativitasnya. Terbukanya dua jalur antara Anda dan si Kecil, akan memperlancar akses informasi, pengetahuan, perasaan, pemikiran dan pengalaman antara keduanya.

Dengan menjadi pendengar yang baik, anak akan merasa lebih nyaman ketika berada bersama orang tua. Ketika ia mempunyai masalah, ia akan menjadikan orangtua sebagai teman yang baik.

Tak sulit, kok menjadi pendengar yang baik itu…
Sudahkah Anda menjadi pendengar yang baik? Jika selama ini Anda masih terkesan dominan terhadap anak, cobalah lakukan cara berikut ini:

  • Bila anak sedang bercerita, beri perhatian penuh sambil menatap matanya. Cara ini akan mendorong semangatnya untuk terus bercerita.
  • Hindari menginterupsi sebelum ia selesai bercerita. Cobalah ceritakan kembali dengan bahasa yang mudah ia mengerti.
  • Cobalah gali perasaannya sehubungan dengan cerita yang ia paparkan, dengan catatan tanpa memberi label tertentu pada anak, dan tidak membuatnya makin frustrasi. Misalnya, ketika ia takut dengan isi cerita, maka jangan mencapnya sebagai anak penakut.
  • Jika ingin memutuskan sesuatu, tawarkan beberapa alternatif yang membuatnya berpikir serta memilih solusi mana yang terbaik. Jelaskan sebab akibatnya atau risiko dari masing-masing alternatif yang mungkin berdampak pada anak maupun orang lain.
Inspirasi Bunda
Bunda, latih si kecil dengan konsekuensi dari perbuatannya. Konsekuensi yang akan si kecil hadapi bila tidak mau membereskan sendiri mainannya, bermain tanpa kenal waktu atau bermain dengnan hal-hal yang berbahaya. Jelaskan kepadanya hal yang mungkin dapat membahayakannya dan kerugian yang akan si kecil hadapi saat bermain tidak kenal waktu.

Share artikel ini:

Artikel Terkait