Latihan ke toilet

Latihan ke toilet (toilet training) tidaklah mudah bagi si Kecil. Seperti halnya berjalan atau tidur, pergi ke toilet bukan sekedar masalah latihan biasa, tetapi juga merupakan refleks fisiologis, dimana si Kecil harus belajar mengendalikan otot–otot sphincter-nya (pada bagian anus).

Dokter akan menyatakan kemampuan ini mulai terjadi pada saat si Kecil berusia sekitar 18 bulan. Jika si Kecil dapat dilatih lebih cepat, itu hanyalah masalah kesempatan. Jangan memaksakan si Kecil. Bantulah ia melewati tahapan ini dan cobalah beberapa tips dari ibu-ibu yang sudah berpengalaman:

  • Jelaskan pada si Kecil bahwa menjaga kebersihan adalah bagian dari menjadi anak laki-laki atau perempuan. Mengganti popoknya dengan celana yang lucu mungkin akan membantu meyakinkannya.
  • Hanya karena si Kecil terlihat sedikit tegang, jangan mendesaknya untuk langsung ke tempat buang air karena si Kecil akan takut dan mengompol sebelum sampai di tempatnya.
  • Pilih pispot sederhana yang dapat dibedakan dengan mainannya. Si Kecil butuh dukungan dan keyakinan, dan jangan sampai merasa tertekan jika tidak pergi ke toilet. Jangan pernah meninggalkannya duduk di pispot lebih dari 10 menit, agar ia tidak merasa seperti sedang dihukum.
  • Untuk membantunya mengetahui apa yang diharapkan, hindari menggganti-ganti hari dimana ia memakai popok dan tidak. Sesekali biarkan ia tidak memakai popok sehingga ia dapat membedakan antara basah dan kering.
  • Hindari membanding-bandingkan si Kecil dengan teman sebayanya. Masing-masing memiliki kecepatan perkembangan yang berbeda-beda.

Banyak masukan tentang bagaimana melatih si Kecil ke toilet, namun pada akhirnya kesabaran, pengertian dan dukungan Anda terhadap buah hati-lah yang akan membuatnya dapat melalui tahap ini dengan lancar.

Share artikel ini:

Artikel Terkait