Laughing Out Loud

Rangsang kecerdasan, percaya diri dan keceriaan anak lewat gelak tawa.

Coba hitung berapa kali kita tertawa dalam sehari? Sebuah penelitian dari situs Kids Health menemukan anak-anak bisa tertawa 200 kali per hari, sedangkan orang tua hanya 15-18 kali per hari. Namun, seiring perkembangan usia anak, sense of humor si Kecil bisa berubah. Karena itu, kita perlu membantu mengembangkannya.

Padahal selain mampu meredam stres dan memperbaiki mood, tawa juga meningkatkan kepercayaan diri dan mental yang kuat untuk menghadapi segala konflik serta tantangan hidup. Lalu aktivitas apa yang bisa kita manfaatkan untuk membuat seluruh anggota keluarga merasakan nikmatnya tertawa? Contek tip di bawah ini:

Saat makan malam bersama di rumah.

Inilah waktu dimana seluruh anggota keluarga berkumpul dan saling bertukar cerita, maka tak heran jika situasi santai ini cocok bila diisi dengan tawa,seperti melontarkan teki-teki lucu. Humor dalam bentuk permainan kata ini bisa melatih daya ingat dan nalar anak dalam menangkap cerita, berimajinasi dan menciptakan cerita. Tak hanya membuat suasana meriah, cara ini juga bisa melatih otak si Kecil.

Nobar keluarga.

Tidak perlu repot-repot pergi ke bioskop, cukup luangkan waktu untuk melakukan nobar di rumah. Pilihlah film komedi yang cocok dengan usia anak. Jangan sungkan untuk berbagi momen-momen lucu bersama anggota keluarga yang lain. Agar lebih sehat, hadirkan camilan sehat, seperti popcorn tanpa mentega, kacang-kacangan, atau buah potong, sebagai teman nobar kita.

Sharing moment.

Jangan segan untuk berbagi cerita lucu saat Anda kecil atau remaja pada anggota keluarga. Momen berbagi pengalaman ini akan membuat hubungan kelurga lebih erat. Kita tidak harus menyediakan waktu khusus untuk mengadakan aktivitas ini. Lakukan ini kapanpun kita memiliki kesempatan saja.   

Dongeng sebelum tidur.

Tutup hari dengan menceritakan cerita lucu pada si Kecil. Kita bisa ajak anak untuk bersama-sama membaca komik atau cerita bergambar. Atau kita bacakan dengan gaya yang menarik. Jangan lupa untuk memasukkan sedikit bumbu humor, agar lebih menarik. Pilihlah kisah legenda rakyat. Selain bisa menghibur, cerita rakyat memiliki nilai-nilai yang bagi pendidikan moral anak.

Share artikel ini:

Artikel Terkait