Liburan Efektif

“Begin with the end”, mungkin itu nasehat yang paling tepat untuk diingat saat ingin berlibur bersama anak-anak. Kenapa kita harus lebih dulu mengingat tujuan akhir di awal? Alasannya sangat jelas. Tujuan kita berlibur adalah rekreasi atau refreshing, agar hidup kita lebih bahagia, bukan?

Tapi, bila tujuan itu tak dikontrol dari awal, bisa-bisa yang kita dapatkan dari liburan malah kebalikannya. Sudah repot mempersiapkan liburan ke suatu tempat di Bandung, tapi sesampainya di sana, anak punya keinginan lain. Ia ingin mengunjungi tempat lain. Apa yang terjadi?

Nah, supaya itu tidak terjadi pada kita, antisipasinya adalah mendiskusikan lebih dulu tempat yang akan kita kunjungi. Supaya diskusi dan dialog itu terarah, lebih dulu kita mempersiapkan tujuannya dan informasinya. Katakanlah kita ingin dia lebih dekat mengenal warisan budaya tradisional, dengan alasan yang sudah kita jelaskan, tentu kita tidak membicarakan tempat yang tidak relevan dengan tujuan. 

Walaupun sudah kita mempersiapkan sedemikian rupa, bisa saja muncul kejutan dari reaksi anak. Misalnya, dia tiba-tiba punya keinginan yang berbeda dengan kita. Supaya ini tidak menganggu tujuan,  yang paling tepat adalah tetap menjadikan liburan sebagai momen untuk belajar meningkatkan kemampuan berkomunikasi secara asertif dalam mengatasi perbedaan.

Komunikasi asertif adalah keahlian (bukan bawaan atau watak asli) dalam mengkomunikasikan sesuatu yang sesuai tujuan kita, yang didukung alasan kuat, dinyatakan dengan cara yang sangat empatik, tidak reaktif, atau tidak memancing konflik, dengan tetap memperhatikan posisi / keinginan si anak.

Supaya kita bisa berlatih, syarat yang diperlukan antara lain:

  1. Memiliki perasaan positif terhadap anak. Perasaan negatif akan mudah meledakkan reaksi negatif. Kontrol-diri menjadi penting di sini.
  2. Mempersiapkan skenario mental tentang bagaimana kita akan menanggapi prilaku atau ucapan anak yang tidak sesuai dengan kesepakatan. Persiapkan model reaksi, pilihlah kalimat yang tidak provokatif dan agresif.
  3. Hematlah pada kata-kata. Terlalu berlebihan menanggapi anak dengan mengumbar kata-kata, lebih-lebih dimasukkan ke hati, seringkali malah mengeruhkan suasana. Diam terkadang lebih baik.
  4. Berilah dia kesempatan untuk menyatakan idenya lalu buatlah suasana bersahabat untuk mendiskusikannya
  5. Sepakati komitmen baru supaya liburan berjalan sesuai tujuan

Itulah sedikit tip tambahan untuk mengantisipasi dan memberi solusi munculnya kerikil kecil yang dapat mengganggu tujuan liburan. Penting juga untuk mempersiapkan cerita / humor yang edukatif supaya lebih berbobot. Semoga bermanfaat.

Share artikel ini:

Artikel Terkait