Libur Telah Tiba Saatnya Wisata Kuliner

Libur sekolah telah tiba, saatnya anak-anak meninggalkan sejenak bangku sekolah untuk berlibur. Tidak ada salahnya, sesekali Anda mengajak sang buah hati untuk mencoba berpetualang dengan wisata kuliner. Selain berlibur, anak-anak juga bisa mengenal kekayaan kuliner lokal dan mancanegara serta mempelajari beragam disiplin ilmu melalui makanan.

Masa anak-anak adalah masa perkembangan. Mereka dengan mudah menyerap beragam disiplin ilmu. Namun, sering kali anak malas belajar karena pendekatan pendidikan dengan metode pembelajaran yang monoton atau media yang digunakan tidak menarik.

Mengenalkan Kekayaan Kuliner Nusantara

Jika tahun-tahun sebelumnya Anda mengajak anak berlibur ke arena bermain atau mengunjungi tempat-tempat bersejarah, tidak ada salahnya jika liburan kali ini diisi dengan kegiatan wisata kuliner. Ajak anak-anak untuk mengenal kekayaan kuliner nusantara, misalnya dengan mengajak anak-anak mengunjungi tempat makan yang belum pernah dikunjungi sebelumnya, seperti  restoran makanan daerah atau tempat wisata yang banyak menyediakan makanan tradisional. Atau dengan mengunjungi restoran yang menyajikan hidangan nusantara, seperti restoran Manado, rumah makan Padang, restoran Makassar atau rumah makan Betawi. Libatkan anak untuk memilih tempat makan yang akan dikunjungi sehingga anak lebih antusias melakukan wisata kuliner.

Selama memilih menu hidangan dan menikmati makanan, ceritakan akan sejarah makanan tersebut dan kekayaan Indonesia akan keragaman masakannya. Hampir semua daerah memiliki kekayaan kuliner yang khas, baik yang berupa makanan, jajanan, kue, minuman maupun cara penyajian. Jika Anda mengajak anak mengunjungi restoran atau tempat makan dari daerah Jawa Tengah, beri penjelasan kepada mereka, bahwa masakan daerah Jawa Tengah cenderung berasa manis karena di Jawa Tengah banyak dihasilkan gula merah atau gula tebu. Jawa Barat masakannya cenderung pedas dan banyak menggunakan lalapan. Jawa Timur banyak menggunakan petis udang dan cita rasa asin karena daerah pesisir yang banyak menghasilkan udang dan garam. Berbeda dengan Jakarta, yang memiliki keragaman penduduk. Masakan Jakarta banyak diilhami oleh kuliner Eropa maupun Belanda, seperti soto betawi yang menggunakan susu. Susu tidak lazim digunakan dalam kuliner Indonesia, namun penjajahan Belanda, merubah sebagian pola makan masyarakat kita. Makanan Betawi juga banyak diilhami oleh pola makan masyarakat keturunan Tionghoa, seperti lontong cap go meh, bakso, mie ayam, bakpau, kue mangkok, kue ku atau jajanan seperti lumpia yang sebenarnya merupakan makanan yang berasal dari Cina.

Provinsi Sumatra lain lagi, masakan daerah Sumatra didominasi dengan makanan bercitarasa asin, pedas dan berlemak, seperti rendang, gulai, kari dan kalio. Ini karena terpengaruh pola makan dari budaya Arab dan India yang banyak bermukim di Provinsi Sumatra. Masyarakat Aceh juga memiliki pola makan yang unik. Kebiasaan minum teh tarik, lauk kari kambing, nasi briani dan roti chapati menjadi menu harian di sana. Ini karena kultur nenek moyang mereka yang sebagian berasal dari Timur Tengah dan India.

Faktor agama juga mempengaruhi pola makan. Masyarakat Bali yang mayoritas beragama Hindu, mereka makan daging babi dan darah, namun sebaliknya mereka tidak makan daging sapi karena dianggap suci. Sedangkan bagi umat muslim, bahan pangan seperti daging babi dan darah justru menjadi makanan pantangan yang tidak boleh dimakan karena diharamkan oleh ajaran agama yang dianut.

Begitu banyak cerita dibalik makanan dan anak-anak pasti akan senang mendengarkan penjelasan Anda seputar kuliner nusantara. Manfaatnya liburan menjadi lebih berkesan, karena selain menikmati hidangan yang lezat, anak-anak menjadi bertambah ilmunya. Liburan yang menyenangkan bukan? Selamat Berlibur.

Tip Sehat Berwisata Kuliner :

  1. Pilih tempat makan yang bersih, tersedia tempat cuci tangan dan memiliki sumber air yang baik.
  2. Selalu membiasakan hidup sehat dengan mencuci tangan sebelum dan sesudah makan agar anak terhindar dari ganguan kesehatan akibat bakteri.
  3. Tidak disarankan untuk membeli makanan di tempat terbuka dipinggir jalan, apalagi makanan yang tidak tertutup rapat.  Kontaminasi mikroba akibat debu dan lalat sangat dimungkinkan dan bisa menyebabkan penyakit.
  4. Jangan mengajak anak makan makanan yang berbumbu tajam, seperti banyak menggunakan cabe, lada atau asam. Makanan jenis ini bisa menyebabkan anak-anak mengalami ganguan pencernaan seperti diare.
  5. Jika Anda mengajak anak menikmati hidangan laut, seperti udang, kerang dan kepiting,  pastikan bahwa makanan laut ini segar dan jangan terlalu banyak memakannya agar terhindar dari keracunan dan risiko alergi.
  6. Hindari menyantap makanan olahan yang tidak segar atau makanan kemasan yang mengandung bahan pewarna, pengawet dan pemantap rasa karena berdampak buruk terhadap kesehatan. 
  7. Ajak anak berdoa sebelum dan sesudah makan agar  anak selalu ingat akan nikmat yang diberikan Tuhan kepadanya.

 

* Praktisi Kuliner & Gizi 

 

Share artikel ini:

Artikel Terkait