Makanan Padat Apa Saja yang Diperbolehkan?

Selamat, Si Kecil sudah mendapat ASI eksklusif selama 6 bulan. Sekarang waktunya untuk memperkenalkan makanan padat pertama. Tapi hati-hati, perhatikan rambu-rambunya. Makanan apa yang boleh dan yang tidak boleh...

Bayi sebaiknya mulai makan makanan padat usia 6 bulan. Lebih lambat dari itu tidak dianjurkan. Pada usia 6 bulan, bayi biasanya mempunyai dua kali berat badan pada waktu lahir dan pada saat itulah dia tertarik untuk makan apa saja yang ada di sekitarnya.

Sebelum memasukkan makanan padat dalam menu bayi Anda, pastikan dulu apakah si kecil sudah siap menerima makanan padat pertamanya? Salah satu kesalahan orangtua yang paling umum adalah memberi makanan padat terlalu dini pada anak.

Mulai secara bertahap
Untuk mempermudah peralihan dari ASI saja ke makanan plus, mulailah pemberian makanan padat dengan meletakkan sedikit makan di ujung sendok dan letakkan sendok tersebut di tengah lidah bayi. Lihat reaksinya. Anda mungkin akan mendapatkan senyum setuju atau seringai tanda tidak setuju.

Cobalah untuk memperkenalkan satu makanan baru selama tiga kali. Ada kemungkinan dia makan dengan tidak teratur. Ingat, bahwa pada usia ini Anda hanya memperkenalkan si kecil pada makanan dan tekstur baru.

Berikut beberapa catatan penting ketika Anda memperkenalkan makanan padat pertama bagi si kecil.

  • Waktu yang disarankan untuk memberi makanan padat bagi si kecil, ketika ia berusia 6 bulan.
  • Perkenalkan hanya satu jenis makanan baru dan berikan selama 2 - 4 hari sebelum memperkenalkan makanan yang lain untuk memastikan bayi tidak alergi terhadap makanan tersebut.
  • Mulailah pemberian makanan padat, dengan makanan yang paling tidak menyebabkan alergi, yaitu serelia (beras merah, beras putih, havermut). Campurkan dengan ASI, air hingga semi cair.
  • Ahli gizi menyarankan sebaiknya sayuran diperkenalkan sebelum buah, karena buah yang rasanya manis akan membuat sayuran yang rasanya kurang manis menjadi tidak menarik untuk bayi. Mulailah dengan sayuran yang rasanya hambar seperti kacang hijau, labu, mentimun, baru kemudian perkenalkan buah seperti pisang, alpukat, apel, pir.
  • Pangku atau dudukkan bayi di kursi makan atau tempat duduk bayi saat Anda menyuapi. Pilihlah posisi yang paling aman dan nyaman.
  • Jangan terlalu kenyang, ketahui kapan si kecil harus berhenti makan. Bayi biasanya akan berhenti makan bila dia sudah kenyang.
  • Berikan makanan tanpa tambahan gula atau garam. Bayi tidak membutuhkan tambahan gula atau garam. Menambahkan bahan-bahan tersebut tidak akan menambah nilai nutrisi dari makanannya.
  • Sebaiknya jangan memberikan madu selama 1 tahun pertama. Madu tidak boleh diberikan untuk bayi di bawah 12 bulan, karena dapat mengundang risiko keracunan bakteri Clostridium botulinum, yang disebut sebagai botulisme.

Jangan memaksanya
Seringkali orangtua merasa anaknya harus makan banyak, sehingga terus berusaha menyuapkan makanan kepada anak. Anda harus mengenali sifat atau bahasa tubuh si Kecil apabila sudah kenyang mungkin akan memberi tanda-tanda sebagai berikut:

  • mengatupkan bibir.
  • menutup mulut.
  • muntah.
  • memalingkan wajah dari sendok yang didekatkan ke mulutnya.
  • menyandarkan tubuh ke belakang.
  • makan atau minum lebih sedikit dan tertidur.

Perhatikan jenis makanan
Tiap bayi memiliki jadwal pengenalan makanan yang tak sama. Akan tetapi ada garis besar yang bisa diikuti. Pada saat memperkenalkan makanan padat pertama pada bayi, orangtua perlu memperhatikan makanan yang mudah dicerna dan tidak menimbulkan alergi.

Belajar memberi makan pada bayi bisa menjadi saat yang emosional baik bagi orangtua maupun sang bayi. Jangan memaksa bayi Anda untuk langsung menyukai makanan padat pada saat pertama kali.

Jangan putus asa saat bayi Anda tampak tidak berselera. Cobalah mengenalkan makanan baru lagi lain waktu. Mulailah dengan satu makanan setiap kalinya. Jangan lupa perhatikan tanda-tanda ketidak-cocokan atau alergi, seperti diare, muntah-muntah dan gatal-gatal.

Kapan si kecil siap menerima makanan padat pertamanya?

  • Mempunyai kontrol yang baik terhadap kepala dan leher.
  • Sudah bisa duduk sendiri atau dibantu.
  • Menunjukkan ketertarikan terhadap makanan.
  • Lidah tetap di dalam saat sendok dimasukkan ke dalam mulutnya. Refleks lidah bayi sudah baik.
  • Menggapai makanan atau benda lain, meraih dan memasukkan ke dalam mulut.
  • Memindahkan sendok/mainan dari satu tangan ke tangan yang lainnya.
  • Bila sudah kenyang, bisa menunjukkannya dengan cara memalingkan kepala atau dengan menutup mulut.

referensi:

  1. Nutrition in the under 5s. John W.L. Puntins, Bridget L. Wardley. Current Medical Literature Ltd, 2002.
  2. Human Development, Diane E. Papalia, Sallywendkos Olds and Ruth Duskin Fieldman, 2001

Share artikel ini:

Artikel Terkait