Manfaat Olahraga Tradisional Bela Diri Untuk Si Kecil

Sebagai orangtua, pasti Ibu akan selalu melindungi dan memberi yang terbaik untuk si kecil. Namun ada kalanya, Ibu tidak bisa melindungi si kecil sepenuhnya dari berbagai bahaya yang ada, sehingga si kecil lah yang harus bisa melindungi diri dengan baik. Berawal dari sini, muncul niat Ibu agar menjadikan si kecil menjadi anak yang kuat dan tangguh. Salah satunya adalah dengan memberikan kesempatan kepada si kecil untuk belajar ilmu bela diri sedari dini, misalnya saja dengan mengikuti kegiatan ekstakurikuler olahraga tradisional pencak silat.

Namun masih banyak muncul rasa khawatir dan keraguan dalam diri Ibu, jika si kecil berlatih olahraga tradisional bela diri maka akan membuat si kecil menjadi anak yang suka akan kekerasan dan agresif. Oleh karena itu, Ibu perlu menelaah lebih dalam bahwa ilmu bela diri tidak hanya bermanfaat untuk mengajari si kecil melindungi diri secara fisik saja, tapi juga bermanfaat dari sisi psikologis, yakni si kecil lebih unggul dalam merespon kondisi yang akan ia hadapi. Berikut ini manfaat-manfaat yang akan dirasakan si kecil yang belajar bela diri sejak dini.

 

Meningkatkan kemampuan motorik

Olahraga tradisional bela diri umumnya mengutamakan ketangkasan dan kelihaian dalam gerak. Gerakan memukul, menendang, melompat, dan lainnya akan melatih otot-otot dan kemampuan motorik si kecil menjadi lebih baik. Koordinasi gerak tangan dan kaki si kecil pun akan semakin cekatan, cepat dan tangkas. Sebab latihan bela diri akan mempertajam daya motorik anak melalui latihan teknik. Dengan daya motorik yang terlatih, anak lebih sigap merespons tindakan orang lain
 

Melatih kewaspadaan untuk melindungi diri

Bahwasannya si kecil sudah memiliki kesadaran alami untuk melindungi dirinya. Bisa Ibu lihat ketika si kecil bersikap terhadap hal yang tidak ia sukai hingga hal berbahaya, misalnya berontak dengan berteriak, menangis, melarikan diri, dan lainnya. Dengan berlatih bela diri, si kecil akan diarahkan dengan tepat untuk melindungi diri dari bahaya dan perbuatan tidak menyenangkan dari orang lain.Si kecil juga akan dilatih untuk berpikir cepat, taktis, dan waspada. Ketika tiba-tiba dihadapkan pada situasi sulit atau mengancam, ia akan menjadi lebih tenang dan bijak untuk mencari jalan keluar yang tepat.

 

Sehat jiwa dan raga

Jika si kecil rutin melakukan olahraga tradisional bela diri, maka tubuh si kecil pun akan menjadi lebih sehat dan bugar, karena otot-ototnya terlatih untuk bergerak dan tidak kaku. Sehingga sistem metabolisme tubuhpun bekerja lebih baik yang membuat daya tahan tubuh meningkat, sehingga anak tidak mudah sakit. Selain itu, ilmu bela diri juga akan menyeimbangkan kesehatan jiwa dan raga si kecil untuk selalu tenang dan bijak dalam menjalani lika-liku kehidupan.


 

Melepas energi negatif secara positif

Tak hanya orang dewasa, si kecil pun juga bisa merasa kesal dan marah akan suatu hal yang terjadi pada dirinya. Oleh karena itu, ia membutuhkan suatu pelampiasan atau penyaluran yang tepat untuk meredam emosinya tersebut. Berlatih bela diri merupakan cara yang tepat untuk mengeluarkan energi negative si kecil dengan cara positif. Ia bisa memukul bantalan karet, berguling di atas matras, melompat, berteriak, berlari, dan lainnya. Jika emosi negatifnya tersalurkan dengan baik, maka secara emosi anak akan merasa lebih nyaman dan emosinya pun bisa lebih stabil.

 

Meningkatkan kemampuan berkonsentrasi

Saat berlatih bela diri, si kecil harus bisa berkonsentrasi dengan memusatkan perhatian dan pikiran kepada tujuan atau sasaran. Ini merupakan hal penting yang harus dikuasai dalam bela diri, yang juga nantinya bisa bermanfaat pada aspek kehidupan si kecil lainnya, misalnya seperti akademik dan sosial. Maka tak heran jika, berlatih bela diri juga cocok dijadikan sebagai terapi penyembuhan bagi anak-anak berkebutuhan khusus, seperti anak yang hiperaktif (ADHD) atau anak autis, karena mereka bisa memetik manfaat dari teknik latihan yang terstruktur dan memerlukan konsentrasi.


Berani dan pantang menyerah

Dengan berlatih bela diri menjadikan mental si kecil berani menghadapi segala sesuatu dengan segenap kemampuannya. Mulai dari berani berkata jujur dan benar, bertindak benar, berani berinisiatif, berani menolong orang, hingga berani mempertahankan haknya, dan sebagainya. Selain itu, si kecil juga belajar bahwa dirinya tidak boleh pantang menyerah, ketikan dirinya berhadapan dengan lawan yang mengalahkan dirinya.

 

Menjadi lebih disiplin

Masing-masing olahraga tradisional bela diri memiliki aturan masing-masing yang bisa menjadikan diri si kecil menjadi lebih disiplin. Si kecil harus bisa mengikuti instruksi pelatih, tidak bermain-main saat berlatih, dsn saling menghormati. Disiplin saat berlatih bela diri ini bisa si kecil terapkan juga saat di sekolah dan di rumah, seperti mengerjakan tugas sekolah, belajar di rumah, datang tepat waktu ke sekolah, dan lainnya.

 

Meningkatkan kemampuan bersosialisasi

Selain melatih anak untuk bisa menjaga dirinya sejak dini, olahraga bela diri juga dapat mendukung kemampuan bersosialisasi. Di tempat latihan bela diri, si kecil akan bertemu dan berinteraksi dengan banyak orang, mulai dari pelatih, murid lain, pengurus, bahkan mungkin orangtua dari teman. Dengan begitu interaksi anak jadi lebih terbuka sehingga ia bisa memanfaatkannya untuk meningkatkan kemampuan bersosialisasinya.

 

Share artikel ini:

Artikel Terkait