Manfaatkan Dapur Anda Sebagai Ruang Kelas Si Kecil

Jangan membayangkan belajar bagi anak-anak itu hanya di ruang kelas. Jangan juga membayangkan belajar bagi anak-anak itu harus membawa buku berhitung atau buku pelajaran sekolah. Ruang bermain bukanlah satu-satunya tempat menyenangkan bagi si Kecil. Tempat lain juga bisa jadi menarik untuk dieksplorasi. Mengapa tak coba mengizinkannya membantu saat Anda memasak di dapur? Apa saja manfaat belajar memasak bagi anak?

Teori-teori pembelajaran modern sangat menyarankan pada orangtua untuk menjadikan alam yang terbuka ini sebagai sumber belajar sehingga nantinya mampu untuk mengubah pengalaman anak sebagai proses belajar. Seperti misalnya saat mereka bertanya banyak hal baru yang ditemuinya di jalan, bermain dengan teman, serta belajar naik sepeda.

Semua pengalaman itu idealnya harus kita jadikan pintu masuk untuk mendidik, mempelajari banyak pengetahuan, membentuk pola sikap dan perbuatan, serta membentuk kekuatan diri. Hal kecil yang dapat kita perhatikan dalam kehidupan sehari-hari adalah ketika anak belajar mengantri, belajar tekun, belajar mengenal objek, dan seterusnya dan seterusnya, tergantung sejauhmana kita mampu menjadi orangtua yang kreatif.

Selain itu, salah satu tempat di rumah yang juga sangat bagus untuk proses pembelajaran anak adalah dapur. Tidak ada salahnya kita mengizinkan atau bahkan mengajak anak untuk ikut teribat dalam kegiatan dapur. Di dapur, kita dapat mengajarkan banyak hal kepada anak.

Kita bisa memulai dengan memperkenalkan masakan keluarga, cara penggunaan perabotan secara benar, atau penempatan barang-barang secara tepat. Bahkan jika sudah mulai paham, orangtua bisa memahamkan konsep masakan keluarga untuk membuat anak mengenal dan kelak mereka berusaha untuk melestarikannya sehingga istilah bahwa anak Indonesia tidak menyukai masakan tradisional warisan nenek moyang tidak akan lagi banyak ditemui.

Hal tersebut jika diikuti oleh sebagian besar generasi penerus pasti akan mempengaruhi kondisi ekonomi nasional. Jadi, memperkenalkan dapur pada anak sama artinya dengan menjaga kelestarian budaya Indonesia.

Selain itu, keterlibatan mereka di dapur juga bisa kita pakai untuk melatih kemampuan menghitung, membaca, atau melatih kemampuan akademiknya secara umum. Kita perlu ingat bahwa cara mengajarkan anak yang paling bagus adalah dengan bermain atau melalui benda-benda yang dimainkan.

Tidak hanya sebatas itu.  Kita juga dapat melatih mental atau kecerdasan lainnya di dapur, misalnya: kecerdasan kinestetik, tanggung jawab, kecerdasn praktek, tingkat kesabaran, kerapian, dan lain-lain. Bahkan, jika dikaitkan dengan temuan Elizabeth B Hurlock, psikolog yang banyak menulis tentang perkembangan anak, melibatkan anak dalam kegiatan yang fun namun padat learning juga dapat menambah kebahagiaan anak. Anak akan bahagia apabila kekanak-kanakannya, kreativitasnya, inisiatifnya diterima dan dihargai oleh orangtua.

 Semoga bermanfaat.

Share artikel ini:

Artikel Terkait