©shutterstock

Melihat Perilaku Anak Agresif, Perlukah Orang Tua Khawatir?

Anak-anak memang perlu aktif bergerak agar tetap sehat. Dengan aktif bergerak proses pertumbuhan dan perkembangannya dapat berjalan lebih optimal. Tulangnya pun terangsang untuk terus tumbuh hingga membuat posturnya lebih tegak. Namun, kadang ada anak yang terlampau aktif bergerak dan cenderung agresif. Bagaimana cara terbaik untuk menyikapinya?

 

Dr. Dianne O'Connor, praktisi psikologi anak dari Amerika menyebutkan agresif tidak selalu menggambarkan sosok anak yang nakal. Sebaliknya, agresif muncul karena pola pikir yang terbentuk dari pengalaman sebelumnya. Hal ini membentuk hubungan yang melibatkan pengalaman sosial tertentu maupun trauma tersendiri, sehingga memicu semacam respon melawan dari si kecil agar tidak kembali terulang dalam hidupnya.

 

Untuk membantu menyelesaikannya, Dr. Dianne memberikan solusi berupa tips pintar membimbing anak yang agresif.

 

Jauhi hukuman fisik

Masa anak-anak adalah wujud perkembangan diri yang paling sederhana. Mereka masih belum bisa memilah dengan baik segala hal yang diterimanya. Kekerasan fisik hanya akan menyebabkan trauma yang berujung pada tingkah laku agresif. Si kecil membutuhkan kasih sayang yang cukup dari orang tuanya. Bila dia salah, ingatkanlah dengan pendekatan kasih sayang yang tidak perlu sampai menyakiti fisiknya.

 

Tanamkan aturan positif

Anda tentu paham, jika mendisiplinkan anak diperlukan agar si kecil tidak sampai berbuat yang keliru maupun salah. Namun, jangan sampai disiplin yang Anda berikan justru membuat anak menjadi membangkang. Anak akan merasa tak diberikan kebebasan untuk berpikir dan melakukan sesuatu yang dikehendakinya. Tanamkan sikap positif dengan memberikan praktik langsung kepada anak. Langkah ini akan lebih mudah merangsang karakternya secara visual daripada sebatas perintah.

 

Berikan apresiasi

Sikap agresif juga bisa muncul lantaran anak merasa kurang dihargai atas prestasi yang sudah dia lakukan secara sungguh-sungguh. Cobalah perhatikan setiap langkah aktivitas buah hati Anda. Berikan dukungan saat dia kesulitan dan berikan penghargaan saat dia berhasil melakukan. Apresiasi tidak selalu dalam bentuk hadiah barang, menyajikan sepotong kue atau memberikan perhatian kepada anak bisa menjadi sebuah apresiasi yang berguna bagi si kecil.

 

Jadi, tak perlu terlalu khawatir lagi dengan sikap agresif anak ya, karena Anda bisa mengatasinya dengan langkah-langkah pintar tersebut.

Share artikel ini:

Artikel Terkait