Melindungi Gigi Si Kecil yang Suka Makan Manis

Pengasuh rubrik yang terhormat,

Anak saya Dita (3 tahun) sukanya makanan yang manis-manis. Sulit sekali melarangnya. Padahal makanan tersebut tidak baik untuk kesehatan giginya. Bagaimana melindungi kesehatan gigi untuk anak-anak yang suka makan manis? Terimakasih penjelasannya.

Ny. Alexia – Bandung
Ibu, banyak yang tidak menyadari bahwa dengan mengenalkan makanan yang manis-manis pada anak dapat membuatnya jadi mengenal rasa manis. Dari kenal ia jadi suka. Nah, jika anak sudah terlanjur suka dengan rasa manis, sulit bukan untuk mencegahnya? Mungkinkah melarang Si Kecil yang sudah terlanjur suka manis untuk tidak makan permen, es krim, atau makanan manis lainnya? Padahal kita tahu, makanan manis dapat merusak gigi Si Kecil.

Saatnya Ibu mulai berjuang untuk melawan kesukaannya. Tindakan ini merupakan salah satu cara untuk mencegah kerusakan gigi sedini mungkin. Terlebih mulut adalah tempat pertama makanan diproses. Dalam mulut inilah makanan dikunyah oleh gigi geligi.

Selanjutnya mulailah membersihkan gigi, begitu Si Kecil selesai makan makanan yang manis. Ibu belum terlambat kok jika mulai mengurangi kebiasaan memberi makananan manis dari sekarang.

Ingat, Bu, gigi yang tidak dibersihkan, mudah ditutupi oleh lapisan yang disebut plak. Dalam lapisan plak terdapat bakteri penghasil asam yang dapat merusak lapisan pelindung gigi. Lapisan plak ini akan semakin tebal jika Si Kecil makin sering mengkonsumsi makanan manis.

Membersihkan mulut dan gigi sebaiknya dilakukan sedini mungkin, yaitu begitu gigi mulai tumbuh, bahkan sebelumnya. Lakukan minimal dua kali sehari. Pilihlah sikat gigi yang lembut dan bila akan mengenalkan pasta gigi, pilih pasta gigi yang memang untuk usianya.

Ajak sedini mungkin Si Kecil berkunjung ke dokter gigi, begitu gigi pertamanya tumbuh. Dengan demikian adanya gangguan pada gigi dapat diketahui lebih awal. Agar kunjungan pertama tidak menjadikan trauma baginya, ciptakan kondisi itu senyaman mungkin.

Perhatikan asupan gizinya. Untuk menjaga kesehatan giginya, pilihlah makanan yang kaya kalsium, seperti susu, sayuran hijau (bayam dan brokoli), keju, ikan teri dan jenis ikan lainnya. Kalsium susu lebih mudah diserap oleh tubuh bila dibandingkan dengan sumber Kalsium lainnya. Jadi jangan lupa, sebelum membeli susu, perhatikan kandungan kalsium di dalamnya cukup untuk memenuhi kebutuhan harian si Kecil. Dengan kalsium susu yang cukup, dan tambahan nutrisi penting lainnya seperti probiotik dan prebiotik, maka selain memiliki tulang dan gigi yang kuat dan sehat, si Kecil juga memiliki daya tahan tubuh yang kuat untuk mendukung proses tumbuh-kembangnya.

Satu hal penting lagi, pastikan susu untuk Si Kecil tidak mengandung gula tinggi. Gula (karbohidrat) memang dibutuhkan sebagai sumber energi, namun ada baiknya anak tidak dibiasakan mengonsumsi gula dalam jumlah banyak, terutama gula tambahan dalam makanan sejak kecil, karena dapat merusak gigi

Inspirasi Bunda
Tahukah Bunda?
Makanan yang manis sarat akan kalori. Membatasi asupan kalori dan memperbanyak aktivitas si kecil merupakan cara efektif agar si kecil tidak kegemukan. Aktivitas bersama si kecil seperti: jalan, lari, lompat, tangkap, tendang merupakan aktivitas yang dapat membakar kalori. Selain itu, menanamkan kebiasaan beraktivitas fisik sejak dini dapat memberikan keuntungan sebagai gaya hidup si kecil di masa depan.

Share artikel ini:

Artikel Terkait