Membiasakan Anak Memakai Car Seat

Ini bagian dari mendahulukan keselamatan atau safety first. Sekolah kita tidak penuh mendidik anak untuk membentuk perilaku dan kebiasaan safety first. Sehingga kecelakaan, dan akibat yang ditimbulkannya, yang sebetulnya tidak perlu terjadi, masih bagian dari hidup keseharian masyarakat kita. Termasuk keselamatan berkendara, dan memakai car seat sebagai kebiasaan sehat sejak masih usia bayi dan anak.

MEMAKAI car seat barangkali belum menjadi kebiasaan mayoritas masyarakat kita. Jangankan car seat yang memerlukan biaya ekstra, sekadar memakai helm, sabuk pengaman yang melindungi mereka yang berkendara roda empat pun masih sering diabaikan.

Sikap pengabaian itu sebagian disebabkan karena ketidaktahuan masyarakat. Sebagian lagi karena memang sudah merasa aman kendati selama ini tak mematuhi ketentuan berlalu lintas, dan ini merupakan sebuah bentuk kelalaian juga.

Bahwa tindakan melanggar peraturan tidak memakai helm, bersabuk pengaman selama berkendara memang betul tidak merugikan orang lain. Namun secara hukum negara perlu mengaturnya demi keselamatan orang banyak. Termasuk keharusan memakai car seat bagi anak-anak semasa sabuk pengaman di mobil dinilai belum cukup memadai dipakai untuk keselamatan anak.

Sama dengan manfaat sabuk pengaman, car seat juga dibutuhkan agar tidak terjadi cedera yang sama akibat orang mengabaikan pemakaian sabuk pengaman selama berkendara mobil. Sampai anak berusia cukup untuk menjadi memadai memakai sabuk pengaman, car seat merupakan satu-satunya pilihan agar selamat selamat berkendara dengan mobil.

Tanpa car seat, sebagaimana orang dewasa, cedera otak akibat kepala terguncang saat terjadi pengereman mendadak atau benturan keras yang terjadi tiba-tiba (whiplash effect). Dalam cedera semacam itu, selain kemungkinan cedera tulang dan otot, otak bisa mengalami kerusakan. Batang otak cedera akibat batang leher tempat batang otak berada yang terguncang oleh gerakan berhenti seketika dari efek gaya mobil yang melaju cepat, sehingga bisa menyebabkan kematian.

Segala kebiasaan sehat perlu dibentuk. Hanya lantaran terbiasa, segalanya menjadi terkondisi. Anak yang terbiasa hidup bersih, akan senantiasa terkondisi untuk berada dalam suasana yang selalu bersih, dan menjadi terganggu jika menghadapi suasana yang tidak bersih.

Demikian pula anak yang terbiasa memakai car seat sejak usia bayi. Mereka akan risih, dan merasa ada yang kurang jika selama berkendara dengan mobil, tidak mengenakan pengaman apa pun.

Untuk alasan itu pula, demi selamat sampai hari tua, membiasakan memakai car seat, bagian dari pendidikan keselamatan jiwa, sebagaimana pentingnya ketangkasan anak menyeberang jalan raya, mewaspadai lantai licin, dan mengenal bahaya bahan beracun di rumah.

Untuk car seat, ada sejumlah pilihan. Mulai dari yang paling sederhana, sampai yang canggih perlengkapan elektriknya. Namun satu hal, tidak setiap merk car seat cocok untuk diletakkan dalam setiap merk mobil. Ada merk mobil tertentu yang bisa (compatible) dengan berbagai merk car seat, ada juga yang terbatas untuk satu-dua merk saja. Maka perlu mencari tahu, merk car seat yang cocok dengan merk mobil kita.

Car seat yang sehat itu yang membuat anak tetap merasa nyaman selama berada di dalam mobilnya. Yang membuat anak bisa duduk anteng, tanpa merasa terganggu gerakan lengan dan tungkainya. Satu prinsipnya, car seat betul merupakan alat pelindung yang handal.

Manfaat car seat sendiri, selain merupakan alat pelindung anak dari risiko cedera sekiranya terjadi kecelakaan, atau pengereman mendadak, membiasakan anak duduk lebih tenang, dan tidak terlalu banyak bergerak-gerak.

Kebiasaan anak duduk tenang dalam mobil harus terbentuk, memberikan keinsyafan, bahwa berada di dalam mobil sesungguhnya menghadapi risiko tercederai. Termasuk jika selama perjalanan bermobil anak dibiarkan memainkan pegangan bukaan pintu mobil, membuka kunci pengaman pintu, atau membuka jendela sembarangan.

Buat kita di Indonesia, bukan kejadian yang langka bahwa angka cedera anak di mobil akibat tidak memakai car seat. Tanpa car seat anak akan terpelanting di dalam kabin mobil jauh lebih keras benturannya dibanding orang dewasa saat terjadi kecelakaan mobil. Dan kejadian itu tidak perlu terjadi jika pemakaian car seat dipatuhi.

Namun satu hal perlu diperhatikan. Jangan sampai meninggalkan anak seorang diri dengan car seat-nya berada di dalam mobil terkunci. Anak yang ditinggalkan sendiri di dalam mobil untuk waktu yang lama, akan membahayakan bukan saja kesehatannya akibat hawa panas dan gas CO yang terjebak di dalam kabin mobil, tetapi juga bisa mematikan oleh pengapnya udara yang kehabisan kandungan oksigennya.

Anak ditinggal sendiri dengan car seat di mobil yang parkir tidak mungkin meloloskan diri dari kepungan bahaya yang mengancam nyawanya. Anak yang tanpa car seat pun bisa berisiko mematikan bila ditinggalkan lama berada di kabin mobil yang parkir, apalagi yang terpasung oleh car seat-nya. Hal ini merupakan peringatan bagi setiap ibu yang biasa meninggalkan anaknya di mobil di tempat parkir berpanas-panas selama berbelanja.

Sekali lagi, kebiasaan anak memakai car seat, tidak ada ruginya. Lebih dari sekadar manfaat yang nyata, banyak keuntungan dipetik dari membiasakan anak mematuhi aturan. Aturan yang menyehatkan dan menyelamatkannya dari risiko kematian selagi masa kanak-kanak.

Share artikel ini:

Artikel Terkait