Memilih Permainan Anak yang Mendidik

Bermain memang merupakan bagian yang tak bisa dipisahkan dari keseharian si Kecil, bahkan ketika si Kecil sudah memasuki usia SD. Walapun bagi orang dewasa si Kecil hanya terlihat ‘sekadar bersenan-senang’, tetapi sesungguhnya melalui bermain dan permainan ia dapat belajar berbagai hal yang penting untuk optimalkan perkembangannya. 

Maria Montessori, seorang tokoh pendidikan ternama, menyebutkan bahwa ketika seorang anak sedang bermain, sesungguhnya ia sedang mempelajari dan menyerap berbagai informasi dari segala sesuatu yang terjadi di lingkungannya dan dari apa yang ia lakukan. Mayke S. Tedjasaputra dalam bukunya Bermain dan Permainan juga menyebutkan bahwa bermain memberi kesempatan anak untuk bereksplorasi, mempraktekkan, memahami berbagai konsep. Lebih dalam lagi, anak akan belajar mengambil keputusan, memilih, mencoba, mencipta, memasang, membongkar, mengembalikan, memecahkan masalah, bekerjasama, dan sebagainya.

Jean Piaget, seorang ilmuwan ternama dari Swiss, berpendapat bahwa kognitif anak berkembang melalui cara belajar aktif, dimana anak diberi kesempatan untuk terlibat dalam kegiatan yang mengoptimalkan penggunaan seluruh panca inderanya. Piaget juga menyebutkan bahwa usia 7-12 tahun merupkan fase dimana si Kecil mampu berpikir logis selama objek sumber berpikirnya ada secara kongkret dan kegiatan bermain yang tergolong active learningadalah metode yang tepat bagi si Kecil untuk belajar.

Agar proses belajar yang didapat si Kecil dari permainan yang ia lakukan menjadi optimal, maka permainan tentunya perlu disesuaikan dengan tahap perkembangan dan usianya. Misalnya, balok adalah permainan anak yang mendidik, tetapi tingkat kesulitan balok untuk anak usia balita dan anak usia SD tentu perlu dibedakan. 

Alat permainan anak yang mendidik tidak selalu perlu membeli yang baru untuk setiap tahapan usia. Selain itu, Ibu juga dapat meggunakan benda-benda yang ada di sekitar kita. Yuk, simak bagaimana cara memanfaatkan ulang permainan mendidik anak yang sudah dimiliki sejak usia dini untuk anak usia SD dan ide memanfaatkan benda yang ada di rumah sebagai permainan anak yang mendidik.

1.Permainan konstruktif

Permainan ini dapat berbentuk balok-balok berbagai macam ukuran dan warna juga bentuk bangun lainnya yang bisa dirakit menjadi bentuk tertentu sesuai imajinasi anak. Ibu juga dapat memanfaatkan kemasan bekas makanan atau minuman atau kardus bekas yang ada di rumah untuk permaian konstruktif ini, lho. Sediakan kemasan dalam berbagai bentuk dan ukuran dan ajak si Kecil membangun sesuatu dengan kemasan-kemasan tadi. Selain bentuk bangunan, si Kecil juga dapat membuat roket, mobil, kereta  atau bahkan aneka hewan dengan kemasan yang kemudian direkatkan menggunakan pita perekat.

Gambar 1. Kereta dari kardus yang dibuat oleh si Kecil

 

Berkaitan dengan pelajaran sekolahnya, balok maupun kotak kemasan dapat si Kecil manfaatkan untuk mempelajari bentuk bangun ruang.

 

2.Permainan mengelompokan

Ibu bisa melakukan permainan anak yang mendidik dengan permainan mengelompokan benda- benda yang ada di rumah di rumah. Misalnya meronce dengan makaroni aneka warna mengikuti pola tertentu. Tentu ini akan melatih kreativitas si Kecil dalam merangkai dan menyusun warna-warna agar terlihat menarik.

Gambar 2. Hasil kerajinan tangan dari makaroni aneka warna

 

3.Permainan sensori

Ibu bisa melakukan permainan mendidik anak lainnya dimana Ibu mengisi beberapa wadah tertutup dengan beberapa bahan yang berbau kuat seperti kopi, buah jeruk atau parfum dan meminta si Kecil menebak bau apakah itu. Ide lainnya, untuk belajar mengenai pendengaran, Ibu bisa mengajak si Kecil bermain tebak suara dimana ia memejamkan mata dan Ibu memintanya menebak berbagai bunyi yang berbeda.

 

Ternyata permainan anak yang mendidik bisa dipakai berulang bahkan untuk mendukung pelajaran sekolahnya. Selain itu, dengan berkreasi memanfaatkan apa yang sudah ada di rumah, proses belajar si Kecil pun jadi makin seru dan menyenangkan.

 

Share artikel ini:

Artikel Terkait