Memperlakukan Si Kecil dengan Adil, Apa Dampaknya?

Konon, secara nalurinya, manusia itu sering cenderung membedakan pola hubungan antara di tempat kerja dan di rumah. Kalau di tempat kerja, manusia lebih cenderung berpihak kepada yang lebih kuat. Tapi kalau di rumah (baca: keluarga), naluri manusia lebih cenderung memihak dengan yang lemah.

Benar dan tidaknya mungkin itu relatif. Tetapi ada satu bukti yang memperkuat dugaan itu. Ini bisa kita lihat dari kebiasaan model pola asuh yang kita terapkan kepada si kakak dan si adik. Entah bagaimana asal-usulnya, dalam hal ini, banyak orangtua yang mengabaikan aspek keadilan dalam mendidik beberapa putra-putrinya. Si kakak sering diminta untuk mengalah. Meskipun si adik yang salah atau yang rewel, namun tanpa klarifikasi apa-apa, kita langsung menyalahkan si kakak.

Perlu kita sadari bahwa membela yang lemah, dalam hal ini si adik, ini bisa positif dan bisa negatif, baik bagi si adik dan bagi si kakak. Kapan akan positif? Sejauh pembelaan itu kita arahkan untuk menyadarkan yang kuat agar jangan sampai menggunakan kekuatannya semena-mena dan menolong yang lemah agar jangan selalu berpikir menjadi korban, lemah, atau selalu mengandalkan.

Intinya, sejauh pembelaan itu kita arahkan untuk menegakkan keadilan, pasti bagus hasilnya. Yang sering berpotensi kurang bagus adalah ketika pembelaan itu kita jalankan dengan melanggar asas keadilan. Kita memaksa si kakak untuk mengakui kesalahannya meskipun tidak salah. Kita memberi tugas lebih kepada si laki-laki tanpa alasan yang jelas. Kita terlalu memanjakan yang perempuan. Dan seterusnya dan seterusnya.

Dari kajian terungkap bahwa perlakuan yang adil atau yang tidak adil itu ternyata berdampak pada pembentukan karakter anak atau kepribadiannya. Tentu kita sadar bahwa hampir tidak ada orangtua yang sanggup memberikan perlakuan secara proporsional dengan sempurna. Tugas kita bukan itu. Tugas kita adalah menyempurnakan perlakukan itu secara terus menerus dengan mengacu (salah satunya) pada petunjuk di atas. Semoga bermanfaat.

Share artikel ini:

Artikel Terkait