Menanamkan Rasa Empati Pada Anak-anak

Empati adalah kemampuan seseorang dalam mewujudkan rasa peduli ke dalam berbagai bentuk kebaikan pada orang lain. Kemampuan ini sangat dibutuhkan oleh anak-anak kita saat ini dan nanti. Kebaikan di sini tidak harus berupa barang, tetapi mungkin ucapan, penyikapan, pengertian, dan lain-lain.

Seperti kerap kita jumpai, tidak semua kebaikan yang diberikan oleh anak itu karena digerakkan oleh rasa peduli tapi karena rasa takut. Ada juga yang karena ingin menunjukkan kesombongan atau sebagai alat untuk bisa merendahkan yang lain.

Dan masih banyak lagi motif yang melatarbelakangi kebaikan. Intinya, ada yang positif dan ada yang negatif. Empati adalah berbuat baik dengan motif yang positif (rasa peduli) dan ucapan yang tidak merendahkan, atau kasar. Empati adalah berbuat baik karena rasa tanggung jawab untuk berbuat baik.

Tentu tidak tepat juga kalau kita menyalahkan langsung kebaikan anak yang motifnya negatif atau karena diancam tidak ditemani. Kebaikan anak harus kita hormati, apapun motifnya. Bahwa ada motif yang perlu kita luruskan, ini soal lain lagi.

Apa saja yang bisa kita lakukan untuk meluruskan motif itu? Yang bisa kita lakukan antara lain memberikan pengertian yang tepat, terutama saat kita menyaksikan ada motif yang salah di balik kebaikannya.

Yang penting juga adalah mengoreksi kualitas interaksi kita dengan mereka selama ini. Artinya, jika kita menginginkan anak menjadi empatik, maka interaksi kita pun perlu empatik. Anak akan belajar menciptakan berbagai mekanisme selama berinteraksi dengan kita.

Tentu, yang mutlak perlu kita lakukan adalah memberikan teladan atau bukti, misalnya mengunjungi keluarga yang sakit, membantu yang lemah, menunjukkan praktek saling tolong menolong, bersilaturahmi, dan seterusnya. Kata pakar pendidikan, memberi contoh bukanlah salah satu cara untuk mendidik, tetapi satu-satunya cara.

Menanamkan nilai-nilai, entah itu agama atau nilai apapun, yang mendorong anak untuk menyadari adanya kewajiban berbuat baik sesama manusia dengan niat yang baik, adalah penting, agar dapat membekali anak kita.

Semoga bermanfaat.

 

 

* lifeskill facilitator, penulis dan learning counselor

Share artikel ini:

Artikel Terkait