Mengatasi dan Mencegah Anak tenggelam

Tenggelam adalah penyebab kematian keempat akibat kecelakaan. Setiap tahun, lebih dari 4000 orang tenggelam, dan sepertiganya adalah anak di bawah usia 14 tahun.

Kematian disebabkan air yang masuk ke saluran pernapasan sehingga otak kekurangan oksigen. Belum lagi, tenggelam sering disertai benturan di kepala dan leher yang akan menambah fatal. Anak sangat suka air, dengan badan yang kecil, bak mandi pun bisa menjadi tempat berbahaya bagi mereka. Kolam renang adalah tempat lain yang perlu diwaspadai. Sekitar 300 anak di bawah usia 5 tahun tenggelam di kolam renang di Amerika Serikat. Secara umum, tenggelam di kolam renang dapat disebabkan kram kaki atau leher, penurunan kesadaran, bermain di air yang lebih dalam, tidak bisa berenang dan jatuh terpeleset. Di tambah lagi, kebanyakan mereka tidak menggunakan alat penyelamat yang lengkap.

Cegah tenggelam:
Rekomendasi dari American Academy of Pediatrics
Untuk bayi dan anak di bawah usia empat tahun:

  1. Jangan pernah meninggalkan sesaat pun seorang anak sendirian atau menitipkannya pada anak lainnya saat berada di kolam renang, bak mandi, ember penuh air atau genangan air terbuka di mana pun. Siapa pun juga tak bisa menggantikan orang dewasa dalam menjaga anak di sekitar air.
  2. Lakukan “touch supervision”, artinya anak harus dapat terjangkau oleh tangan dan dengan perhatian penuh. Orang dewasa tersebut tidak boleh melakukan aktivitas lain yang membutuhkan konsentrasi seperti menelpon, ngobrol, atau pekerjaan rumah tangga.
  3. Untuk kolam renang pribadi, pastikan memiliki pagar. Penutup kolam renang, alarm, ataupun benda lain tak dapat menggantikan pagar empat sisi untuk mencegah anak mendekati kolam renang.
  4. Berdasarkan perkembangannya, anak belum siap untuk diajar berenang sampai ulang tahun ke-4. Waktu tepat mengajar anak berenang harus disesuaikan dengan kemampuan anak. Pelajaran berenang juga tak menjadi jaminan anak tidak akan tenggelam sehingga pengawasan tetap paling utama.
  5. Orang tua, pengawas, atau pemilik kolam renang seharusnya belajar resusitasi jantung paru (pernapasan buatan) dan memastikan adanya fasilitas penyelamat yang lengkap.
  6. Pastikan anak memakai alat pelampung yang terjamin yang membuat anak dapat mengambang di air.
  7. Pastikan orang yang akan menjaga anak kita di kolam renang benar-benar sepenuhnya berkonsentrasi terutama bila banyak anak yang harus diawasi.
  8. Pada kolam renang pribadi, pagar yang disarankan adalah empat sisi dengan ketinggian empat kaki atau lebih dan tak bisa dipanjat. Jarak antara dasar pagar dengan tanah dan antara pagar dengan pagar tak boleh lebih dari empat inci. Pintu pagar harus bisa menutup sendiri dan arah membukanya harus menjauhi kolam renang. Alarm dan penutup kolam renang yang keras juga dapat menambah perlindungan.

Untuk anak usia 5-12 tahun:

  1. Anak perlu diajarkan berenang. Selain dalam kolam, anak juga harus mengetahui peralatan pengaman berenang di tempat lain seperti laut, danau, atau sungai karena risiko tenggelam dipengaruhi kondisi lingkungan (misalnya kedalaman, suhu air, cuaca), ada tidaknya akses pertolongan, atau bahaya lain.
  2. Anak harus diajarkan untuk tidak berenang sendirian tanpa pengawasan orang dewasa.
  3. Bila anak bermain di alam, ajarkan untuk menggunakan alat pelampung yang aman misalnya saat bermain perahu, bermain di laut, atau memancing
  4. Anak harus mengerti kalau melompat atau menyelam ke dalam air dapat menyebabkan luka. Kedalaman air dan kemungkinan adanya benda berbahaya dalam air harus diwaspadai sebelum anak masuk ke air. Bagian tubuh pertama yang masuk air haruslah kaki terlebih dahulu.
  5. Ingatkan pada anak bahwa udara dingin dapat meningkatkan risiko tenggelam.
  6. Anak yang mengidap penyakit kejang atau epilepsi harus diawasi saat berenang atau mandi berendam. Mandi shower lebih dipilih daripada berendam bila tak ada orang yang mengawasi.

Jika tenggelam/hampir tenggelam terjadi di hadapan Anda:
Menolong anak tenggelam juga berisiko untuk Anda. Pastikan Anda menguasai keadaan dan cukup terlatih.

  1. Pertama, cobalah meraih anak yang hampir tenggelam dengan tangan dari sisi kolam renang. Jika tidak bisa menggapainya, cobalah dengan tali atau alat bantuan lain.
  2. Jika Anda memutuskan masuk air, dekati secara hati-hati dari belakang. Jangan mendekati anak dari depan, karena ia akan merangkul Anda dan Anda pun menjadi sulit bergerak.
  3. Bicaralah dan tenangkan korban saat Anda mendekat. Tanyakan apakah semuanya baik-baik saja.
  4. Raihlah pakaiannya atau tangkupkan satu tangan Anda di dagu anak tersebut dan tarik korban dari belakang hingga ke tempat aman
  5. Katakan pada korban untuk menjauhkan tangannya dari Anda dan teruslah tenangkan korban
  6. Jika korban berhenti bernapas atau tidak teraba nadinya, lakukan resusitasi jantung paru (pernapasan buatan).
  7. Jika korban selamat namun setelah itu menderita batuk, demam, ataupun sakit otot, segera periksakan ke dokter.

referensi:

  1. Committee on injury, violence and poison prevention, American Academy of Pediatrics. Policy Statement: organizational principles to guide and define the child health care system and/or improve the health of all children. Pediatrics August 2003: 112(2)
  2. Child Safety: Prevent drowning. Feb 14 2005. Available at : www.mayoclinic.com
  3. American institute for preventive medicine. Frist aid for drowning. 1996

(PT. Nestlé Indonesia bekerja sama dengan Majalah Anakku)

Share artikel ini:

Artikel Terkait