Mengajak Anak Cintai Lingkungan

Anda tentu sadar bahwa ‘tugas’ menyelamatkan bumi dan melestarikan lingkungan tak bisa dibebankan pada segelintir kelompok saja. Semua orang harus terlibat, termasuk juga anak-anak. Bahkan dengan melibatkan anak sejak usia muda, kita mendidik mereka menjadi individu yang cinta lingkungan saat mereka dewasa kelak.

Pertanyaannya, bagaimana cara melibatkan mereka? Tentunya lewat hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari, dan kegiatan-kegiatan yang sesuai dengan tingkatan umur mereka. Berikut beberapa hal yang dapat dikerjakan dan Anda perkenalkan pada anak-anak usia sekolah dasar:

  • Buang sampah pada tempatnya!
    Meski kelihatannya sepele, kebiasaan ini mengajarkan banyak hal pada anak dan dapat diajarkan sejak usia sangat muda. Pertama, mereka menjadi terbiasa untuk bersikap tertib, membuang sampah pada tempatnya sehingga tidak mengotori dan merusak lingkungan. Dimana pun mereka berada, mereka akan terbiasa melakukannya sehingga kerusakan dan polusi akibat sampah dapat dikurangi. Kedua, mereka akan terbiasa hidup di lingkungan yang bersih dan teratur, dan kebiasaan ini akan terus terbawa hingga mereka dewasa, menjadi individu yang cinta kebersihan dan lingkungan.
  • Pisahkan sampah
    Tak pernah ada kata terlalu awal untuk mengajari anak memisahkan sampah. Mulailah di rumah Anda dengan menyediakan tempat berbeda untuk jenis sampah yang berbeda. Buat hal ini menjadi kegiatan menarik dengan menggunakan tempat sampah berwarna-warni serta ‘kompetisi’ kecil untuk melihat siapa yang dapat memisahkan sampah sesuai jenisnya. Dengan cara ini, kebiasaan memilah sampah akan terbawa sampai dewasa.
  • Kurangi Sampah
    Biasakan anak-anak untuk membawa tempat air minum dan makanan yang bisa dipakai ulang, dibandingkan selalu membeli air kemasan botol maupun makanan yang dikemas dalam plastik atau stryrofoam yang pada akhirnya menjadi sampah yang tak dapat diurai.
  • Ayo Pakai Ulang!
    Re-use adalah salah satu kata kunci dalam upaya menyelamatkan lingkungan.  Ajarkan pada anak untuk memanfaatkan kembali benda-benda yang masih bisa digunakan. Misalnya kertas-kertas bekas dapat dimanfaatkan kembali untuk menggambar atau membuat buku catatan. Dengan sedikit kreativitas, botol atau kaleng bekas wadah makanan dan minuman dapat disulap menjadi mainan menarik.  Ini juga menjadi kesempatan memupuk sifat kreatif anak, dengan mendorong mereka menciptakan hal-hal baru dari bahan yang ada.
  • Kurangi dan batasi
    Ajari anak untuk tidak membuang-buang energi dan sumber daya alam yang terbatas. Misalnya selalu mematikan lampu dan peralatan elektronik yang tidak digunakan, tidak membiarkan air mengalir saat menyikat gigi, hingga membatasi penggunaan bathtub dan shower yang cenderung membuang air dalam jumlah banyak.
  • Bertanam yuk Nak!
    Kegiatan luar ruang biasanya jadi favorit anak-anak, maka jadikan hal ini sebagai kesempatan untuk mengajak anak-anak berkebun. Ajak mereka menanam berbagai jenis tanaman, memeliharanya dengan menyiram dan memberi pupuk, dan tentunya memberi pujian saat tanaman yang mereka rawat tumbuh dengan subur. Jangan khawatir soal keterbatasan lahan, jika tak punya halaman besar, tanam saja dalam pot. Apa pun itu anak akan merasa antusias bila mereka diberi kesempatan ‘main’ tanah dan air serta diberi tanggung jawab merawat tanaman.
  • Berikan pada yang membutuhkan
    Antusiasme anak pada suatu hal kadang sangat pendek umurnya, sehingga kerap kali banyak mainan, buku, atau peralatan yang hanya menumpuk dan tak dipergunakan lagi. Daripada langsung membuangnya, ajak anak untuk memilahnya, lalu meminta mereka memberikan pada yang sekiranya membutuhkan.

Share artikel ini:

Artikel Terkait