Mengajarkan Anak etiket makan

Bagaimana suasana makan di rumah Anda? Akrab dengan pembicaraan santai, penuh ‘teriakan’ karena si kecil berulah, atau sembari menonton televisi? Saat anak memasuki usia sekolah sebaiknya ia sudah dapat makan dengan baik bersama keluarga. Banyak orang tua yang tak memperhatikan hal ini,  padahal sesungguhnya etiket makan bukanlah sekedar memahami etiket makan belaka. Bila diajarkan sejak dini, kebiasaan makan yang baik juga akan mendorong terbentuknya sikap-sikap positif seperti kesopanan, kontrol diri, serta rasa hormat dan menghargai orang lain.

Tak ada kata terlalu dini untuk mulai mengajarkan etiket makan.  Apalagi secara alamiah, anak-anak biasanya makan dengan berantakan. Mereka suka makan sembari ngobrol, menggerakkan tubuh, atau meraih makanan sembarangan. Sebaiknya etiket makan diajarkan saat anak mulai memahami apa yang Anda katakan. Dan lagi-lagi, ini bukanlah proses yang singkat, anak selalu memerlukan bimbingan dan perlu diingatkan sampai akhirnya ia dapat mempraktekkannya dengan baik. Cara terbaik tentu saja memberi masukan positif. Beri pujian saat ia melakukannya dengan benar, dan bila ia melakukan kesalahan, jangan beri reaksi negatif namun beri tahu dengan lembut bagaimana yang seharusnya.

Beberapa hal mendasar yang perlu diajarkan pada anak tentang etiket makan adalah sebagai berikut:

Menggunakan perangkat makan dengan baik

Ajarkan anak menggunakan perangkat makan yang sesuai dan dengan cara yang benar. Sesuai perkembangan usia, ajarkan pula berbagai jenis alat makan berbeda yang digunakan untuk jenis makanan yang berbeda. Mana yang harus dimakan dengan sendok- garpu, pisau- garpu, sumpit, dan lain-lain.

Menutup mulut saat makan.

Ajarkan mereka untuk mengunyah makanan dengan mulut tertutup. Ajarkan pula untuk tidak berbicara saat mulutnya berisi makanan. Bila seseorang mengajaknya bicara saat mulutnya penuh, ajarkan untuk menunjuk mulutnya untuk mengindikasikan bahwa ia akan menjawab setelah ia menelan makanannya.

Tidak mengisi mulut terlalu penuh

Bila menyukai suatu makanan, anak-anak cenderung makan terburu-buru dan menyuapkan makanan dalam jumlah banyak sekaligus. Beri tahu bahwa kebiasaan tersebut tidak sopan dan dapat menyebabkan ia tersedak. Ingatkan anak untuk menyuapkan makanan dengan porsi kecil sehingga mudah dimasukkan dalam mulut, dikunyah, dan ditelan. Ingatkan pula untuk mengunyah dan menelan makanan secara perlahan sembari menikmati rasa makanan yang dihidangkan.

Mengucapkan ‘terima kasih’, ‘tolong’ dan ‘permisi’

Salah satu etiket paling mendasar dan perlu diajarkan sejak dini adalah mengucapkan kata  ‘terima kasih’, ‘tolong’ dan ‘permisi’. Termasuk di meja makan. Misalnya saat minta diambilkan sesuatu, sampai minta ijin ke kamar mandi atau meninggalkan meja makan.

Membantu mengambilkan makanan

Ajarkan anak untuk berpartisipasi ‘mengoperkan’ makanan yang ada di dekatnya bila ada peserta makan lainnya yang menginginkan. Sebaliknya ajarkan juga ia meminta tolong pada orang lain untuk mengoper makanan, bukan meraihnya ke seberang meja.

Jangan mencela makanan

Ajarkan anak untuk tidak melontarkan komentar buruk atau mencela makanan yang dihidangkan. Ingatkan bahwa ada orang yang telah bersusah payah menyiapkannya. Ajari pula agar anak mencicipi semua makanan yang dihidangnkan meski sedikit.

Duduk Tegak

Ingatkan anak untuk duduk tegak saat makan, karena makanan bisa dicerna dengan lebih baik saat postur tubuh kita saat makan baik. Ajari pula agar anak tidak membungkuk ke atas meja, meletakkan siku di atas meja, atau bertopang dagu. Juga ingatkan untuk mendekatkan makanan dengan tangan ke mulut, bukan menundukkan kepala ke arah piring.

Yang tak kalah penting untuk diingat oleh para orang tua, waktu makan keluarga seharusnya berjalan tenang dan setiap orang memiliki kesempatan untuk berbagi cerita tentang pengalamannya di hari tersebut. Waktu bersama ini tak hanya menjadi kesempatan untuk mengajarkan kebiasaan dan nilai yang baik pada anak, namun juga mendorong kedekatan dan keakraban antara anggota keluarga.

 

Share artikel ini:

Artikel Terkait