Mengajarkan Kepedulian Pada Anak

Kenapa anak-anak kita perlu belajar tentang rasa peduli atau kerap disebut dengan empati? Empati adalah kemampuan untuk memahami perasaan orang lain, ikut merasakannya, serta merespon untuk membantu. Kemampuan berempati merupakan salah satu dasar yang sangat diperlukan dalam pembentukan moral dan emosional anak.

Laura Padilla Walker, Asisten Professor di School of Family Life menjelaskan, “Empati erat berhubungan dengan perilaku moral. Suatu perasaan yang mendorong seseorang untuk bertindak peduli, meskipun secara rasional tidak diperlukan. Anak yang tidak dapat mengembangkan kemampuan berempati akan menjadi orang yang tak peduli, tak menyadari akibat perilaku mereka pada orang lain.”

Para ahli menyimpulkan bahwa kemampuan berempati tidak berkembang secara otomatis, namun perlu dipelajari. Lagi-lagi orang tua berperan paling besar, dengan melatih kemampuan emosi anak dan menunjukkan contoh nyata. Salah satu faktor penting dalam keberhasilan mengajarkan anak berempati adalah memulainya sedini mungkin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak usia 18 bulan mulai dapat memahami apa yang diajarkan oleh orang tuanya.

Menurut Walker, setidaknya ada dua keuntungan dengan mengajarkan empati sejak dini. Yang pertama, membuat orang tua terbiasa dan jeli memanfaatkan momen-momen dalam mengajarkan empati. Yang kedua, membuka kesempatan bagi anak untuk melewati transisi dari sekedar menuruti instruksi hingga akhirnya dapat bertindak secara mandiri.

Beberapa tips berikut dapat membantu Anda mengajarkan empati pada anak.

  • Salah satu langkah awal adalah membantu anak untuk mengenal berbagai emosi yang dirasakan. Sebab seperti layaknya orang dewasa, anak-anak pun merasakan berbagai jenis emosi, hanya saja mereka belum punya kemampuan dan pengalaman untuk mengenali dan mengendalikannya. Dengan bimbingan orang tua, dengan berjalannya waktu anak tidak hanya memiliki kemampuan mengenali perasaannya tapi juga mengerti bagaimana respon atau tanggapan yang diberikan dapat mempengaruhi orang lain.
  • Ciptakan hubungan terbuka antara Anda dan anak-anak sehingga mereka tak ragu bercerita tentang pengalaman positif maupun negatif mereka. Tunjukkan perhatian atas cerita mereka dan berikan respon yang menunjukkan bahwa Anda peduli pada mereka. Dari kebiasaan ini, anak akan belajar mendengarkan, peduli, bahkan membantu orang lain.
  • Untuk anak yang sudah agak besar, dorong mereka untuk menjadi tutor atau mentor bagi adiknya atau teman yang lebih muda untuk mengasah kemampuan mengenali masalah orang lain dan membantu mengatasinya.
  • Ajak dan biasakan anak untuk melakukan sesuatu bagi orang lain yang membutuhkan. Memberi sedekah pada fakir miskin, memberikan buku dan mainannya yang tak lagi digunakan ke anak yatim, atau memberi sumbangan pada korban banjir. Saat melakukannya, anak mau tak mau akan berpikir tentang kesulitan orang yang dibantunya dan bagaimana perasaan mereka yang dalam kesulitan.
  • Bermain role play juga dapat membantu menyampaikan ‘pesan’ tentang empati pada anak-anak. Jika mereka bercerita atau menghadapi masalah dengan temannya misalnya, bimbing mereka untuk mencari tahu apa yang menjadi penyebab temannya melakukan hal yang tak disukainya.

Share artikel ini:

Artikel Terkait