Tips dan Saran Mengasuh Anak Kembar

Dua Macam Kembar
Secara teori, kita mengenal dua macam anak kembar. Pertama, ada anak kembar yang dikenal dengan istilah kembar indentik (monozygotic) atau kembar satu telor. Kedua, ada anak kembar yang dikenal dengan istilah kembar fraternal (dizygotic) atau kembar beda telor.

Bagaimana membedakan dua macam anak kembar itu? Ilmuwan menyimpulkan bahwa memang agak sulit membedakan keduanya, lebih-lebih ketika baru lahir. Tanda-tanda umum yang sering digunakan sebagai pembeda antara lain adalah jenis kelamin dan golongan darah. Jika jenis kelaminnya sama, umumnya itu adalah kembar satu telor. Begitu juga kalau golongan darahnya sama. Tetapi, dalam beberapa kasus, dua pembeda ini mungkin saja tidak berlaku.

Baik kembar satu telor atau beda telor, umumnya mereka memiliki kemiripan fisik yang agak sulit dibedakan, tidak seperti lazimnya saudara kandung. Kemiripan ini bisa saja terjadi walaupun mereka beda jenis kelamin. Selain kemiripan fisik, mereka juga memiliki kedekatan emosi. Bahkan dari pengalaman banyak orang, seringkali mereka menghadapi persoalan hidup yang sama atau mirip sama walaupun waktunya beda.

Bukan Satu Paket
Beberapa penelitian mengungkap bahwa salah satu masalah yang umum dihadapi anak kembar adalah kesulitan memunculkan ”sense of self-identity” sebagai pribadi yang utuh dan tunggal. Padahal, mereka sebetulnya bukan satu paket, melainkan dua pribadi yang sama-sama utuh dengan berbagai keunikan yang ada.

Di samping itu, bukankah kenyataan hidup ini pada akhirnya akan mengkondisikan mereka untuk memilih jurusan sekolah yang berbeda, profesi atau pekerjaan yang berbeda, pasangan hidup yang berbeda, dan seterusnya? Jika pola asuh kita selama ini cenderung memukul rata, maka perlakuan ini bisa berpotensi menjadi awal kesulitan bagi mereka nanti.

Para ilmuwan sebenarnya tidak menyarankan agar anak kembar itu perlu diberi nama yang terlalu dekat miripnya, atau juga dibelikan pakaian dan mainan yang sama. Sekali-kali perlu dibedakan. Ini dimaksudkan untuk membantu mereka memunculkan kesadaran bahwa mereka bukan satu paket, tetapi dua pribadi yang masing-masing utuh.

Memunculkan Self-Identity
Tugas kita sebagai orangtua anak kembar sebetulnya adalah memunculkan penjelasan positif sampai terbentuk sebuah pemahaman bahwa kemiripan ini perlu diterima dengan hati yang bersyukur. Sehingga akan bahagia dengan dirinya. ”Bersyukur akan mendatangkan nikmat.”

Hal lain yang sangat mendasar adalah memunculkan kesadaran bahwa mereka merupakan dua pribadi yang sama-sama utuh (sense of self-identity). Caranya adalah menghindari keinginan untuk menyamakan hal-hal yang mestinya perlu dibedakan, dari hal-hal yang terkecil sampai ke hal-hal yang besar.

Jika kita sudah berhasil menemukan perbedaan bakat bawaan (in-born talent), kecerdasan dominan (type of intelligence), atau kualitas mentalitas tertentu pada diri mereka (mental quality), ini merupakan peluang yang bagus untuk mengarahkan mereka pada bidang yang berbeda. Inilah saat paling tepat untuk membantu mereka menjadi dirinya sendiri dengan kesadaran yang utuh.

Meski begitu, yang perlu dihindari adalah mengantisipasi munculnya perasaan yang merasa terdiskriminasikan oleh perlakuan kita. Semoga bermanfaat.

Share artikel ini:

Artikel Terkait