Mengembangkan Bahasa di Rumah

Orangtua adalah “model pertama dalam berbahasa” bagi anak. Bahasa yang dipakai anak biasanya berasal dari apa yang mereka tiru dari orangtua. Karena itu orangtua penting menciptakan lingkungan yang memperkaya apa yang didengar anak. Kata-kata yang ia dengar akan ia gunakan dalam berbahasa sehari-hari.

Biarkan mereka bercerita
Sebagai awal, perhatikan kata-kata yang kita pakai dan bagaimana kita menggunakannya. Anak-anak yang berulangkali mendengar “aku ndak denger” akan meniru persis seperti itu. Tidak heran, bahwa logat bicara anak-anak selalu mirip dengan orang tuanya, atau bahkan pengasuhnya.

Oleh karena itu, ciptakan suasana diskusi di rumah. Matikan televisi dan berbincanglah di tempat yang cocok seperti di meja makan dan ruang keluarga. Terapkan aturan “tidak makan sambil berlari”. Di meja makan biasakan anak untuk mendengar. Bila mereka sudah mampu, beri kesempatan mereka yang bercerita dengan gaya mereka tentang apa saja yang terjadi di lingkungan rumah, di sekolah, kejadian-kejadian yang mungkin akan muncul, rencana keluarga, keputusan keluarga, dan sebagainya. Tapi ingat, percakapan seharusnya dikerjakan secara menyenangkan dan santai. Ini bukan saatnya untuk membahas "dosa" atau "hukuman".

8 Cara mengembangkan bahasa
#Metode Rekaman
Buatlah rekaman kata-kata di kaset. Jabarkan dan gunakan langsung dalam sebuah kalimat. Lebih baik lagi bila disertai gambar-gambar yang Anda simpan dalam bentuk buku. Pilih kosakata yang menarik minat anak. Libatkan anak dalam proses perekaman kata tersebut, dalam suasana riang dan santai sehingga anak tidak tertekan. Bila ia sudah paham abjad, ada baiknya juga dibantu untuk memahami mengeja kosakata tersebut. Luaskan makna kalimatnya, misalnya kata “buka”:

  • Ibu membuka pintu untuk ayah
  • Adik membuka botol minumnya
  • Mbak Minah buka laci

#Kartu Tempel
Kegiatan lain yang juga bisa menjadi pertimbangan adalah “kata per minggu”. Setiap anggota keluarga secara bergantian mendapat giliran setiap minggunya. Misalnya, minggu pertama, ibu menuliskan kata pada sebuah kartu dan menempelkannya di pintu kulkas. Setiap orang wajib menggunakan kata tersebut sesering mungkin sepanjang minggu.

Minggu berikutnya giliran ayah, lalu anak, begitu seterusnya sampai kembali ke giliran ibu kembali. Selama kata-kata tersebut digunakan, kata-kata tersebut dibuatkan daftar untuk mendorong penggunaan kata secara kontekstual dan tepat.

#10 Pertanyaan
Sebuah bentuk permainan yang mendorong keterampilan semua orang untuk bertanya. Satu anggota keluarga memikirkan benda tertentu, dan orang lain mencari pertanyaan tidak lebih dari 10 untuk bisa menebak kata-kata tersebut.

Pertanyaan pertama biasanya adalah “apakah itu binatang?”, “sayur” dan sebagainya. Lalu pertanyaan kian menyempit sehingga makin lama pertanyaan berbentuk "ya" dan "tidak". Untuk anak-anak yang masih kecil, mereka sebaiknya dilibatkan dengan pemilihan kosakata yang sederhana di lingkungan mereka (permainan, benda di lingkungan, anggota tubuh dan sebagainya) sesuai kelompok kosakata yang sudah mereka kuasai.

#20 Pertanyaan
Bagi anak yang masih kecil bentuk pertanyaan mungkin sulit, lebih baik buat menjadi “20 pertanyaan”. Dengan memperluas pertanyaan, anak diajak untuk berpikir, menggunakan logika sehingga makin memperluas perbendaharaan bahasa mereka.

Upayakan berlangganan majalah bagi anak, sesuai minat anak. Misalnya, binatang, mobil, sport, komputer, kegiatan luar rumah, cerita bergambar, cerita imajiner, hasta karya dan sebagainya. Informasi dari artikel-artikel tersebut dapat menjadi bahan diskusi keluarga.

#Tebak-tebakan
Bermain tebak-tebakan juga menarik. Misalnya “Aku sedang memikirkan kata yang dimulai dengan kata "ku" yang biasa digunakan untuk mengecat.” Jawab: kuas. “Aku sedang memikirkan kata yang mulai dengan “cu” dan biasanya kita lakukan kalau rambut sudah panjang dan berantakan.” Jawab: cukur.

#Sambil Jalan-jalan
Proses pembelajaran bisa juga dilakukan di luar rumah, misalnya saat sedang jalan pagi. Aturannya, sebut semua subyek yang dimulai dengan huruf B. Pada perjalanan lain, kita cari subyek berawalan huruf G. Atau, apa saja yang berwarna ungu. Bisa saja ditambah unsur “kompetisi” di mana setiap bisa menjawab dengan tepat akan mendapat angka 1. (Sehingga ada unsur berhitung selain berbahasa).

Mendukung keberhasilan
Anak-anak mendengarkan, menggunakan kata-kata, membaca kata-kata dan pada akhirnya menulis kata-kata tersebut. Apa yang mereka peroleh di rumah akan mendukung keberhasilan di sekolah. Banyaknya proses pembelajaran di rumah akan menjadi efektif karena bukan merupakan pengulangan apa yang terjadi di sekolah. Begitu proses pembelajaran terjadi dalam suasana terlalu formal dan "seperti sekolah" maka proses pembelajaran menjadi kehilangan daya tarik.

Orangtua yang bicara pada anak-anak mereka, dan yang mendorong terjadinya interaksi akan menghasilkan landasan sehat atas keberhasilan akademis. Dengan demikian, anak-anak dengan cepat juga menyadari bahwa kata-kata bisa menyenangkan dan menarik.

Referensi
Sue Swartzm, PhD & Joan Heller Miller, Edm—The new language of toys; a guidee for teachers and parents—Woodbine House, 1996
Ayala Manolson—You make the difference in helping your child learn—Hanen Centre Publication, 1995

(PT. Nestlé Indonesia bekerja sama dengan Majalah Anakku)

Share artikel ini:

Artikel Terkait