@shutterstock

Mengenal Teman Imajinasi Si Kecil

“Eh... kamu tidak boleh nakal ya, nanti aku suruh minum obat lho kamu”

Pernahkah Anda mengetahui si kecil seakan sedang berbicara dengan orang lain, padahal tak ada siapapun bersamanya? Eits, jangan berpikir mistis dulu ya. Anak-anak memang memiliki dunia sendiri yang mereka buat sesuai dengan fantasi mereka. Supaya ada orang yang bisa menemaninya, biasanya anak-anak membuat sebuah sosok imajinatif dalam dunianya. Tentu saja, karakter tersebut hanya si kecil yang mengetahuinya. Selanjutnya, sosok imajinatif yang kadang diperankan oleh si kecil sendiri disebut sebagai teman imajiner.

Lalu bagaimana untuk menyikapi semua itu? Eileen Kennedy-Moore, PhD, psikologi senior dari portal psikologi anak populer Amerika, Psychology Today, menjelaskan bahwa merupakan hal yang wajar bila anak-anak menemukan teman imajinatif lantaran kesepian maupun masalah sosial yang menimpanya. Namun tak seperti yang dipikirkan oleh banyak orang, anak-anak yang memiliki teman imajinatif cenderung periang, murah senyum, dan memiliki tingkat pemikiran yang lebih bagus.

Dr. Eileen pun menambahkan teman imajinatif lebih banyak ditemukan pada anak tertua. Hal ini karena pemikiran mereka cenderung lebih matang dibandingkan saudaranya. Di samping itu, anak yang memiliki teman imajinatif bukan berarti anak yang bermasalah. Kadang, adanya teman imajinatif membuat buah hati Anda lebih mandiri dan nyaman walau tak berada di dekat Anda. Walau demikian ada banyak faktor yang membuat anak menciptakan teman imajinatif.

Penelitian yang dilakukan pada beberapa siswa di sekolah Amerika menurut Dr. Eileen berhasil mengungkapkan bahwa teman imajinatif yang dibentuk si kecil adalah karena trauma psikis yang dialaminya. Kadang pergaulan yang dialami anak-anak tak selamanya baik. Pada kenyataannya ada beberapa anak yang menerima perlakuan tak baik. Dari situ, si kecil mulai mengungkapkan kekesalannya dengan membentuk teman imajinatif yang bisa menerima semua kekesalan dan luapan emosi yang dialaminya.

Saat mengetahui buah hati memiliki teman imajinatif, kita tak perlu melarang apalagi memarahinya. Namun demikian, bukan dibiarkan begitu saja melainkan perlu pendekatan kepada anak. Tanyakan apa sih yang sedang dibicarakan oleh si kecil kok seru sekali? Cobalah menjadi sosok yang dekat dengan anak, jadilah teman baginya. Mungkin waktu yang Anda berikan sebelumnya buat si kecil belum cukup, sehingga inilah saat yang tepat untuk Anda memberikan waktu yang cukup untuk berkumpul dan bermain dengannya. Ingatlah, setiap waktu yang Anda berikan buat si kecil akan menjadi momen yang berharga dalam proses hidupnya. Semoga berhasil ya, Bu.

 

Share artikel ini:

Artikel Terkait